TRIBUN-BALI.COM - Bagi BPJS Ketenagakerjaan, kesejahteraan pekerja dan keluarganya merupakan tujuan dari setiap perlindungan yang diberikan.
Untuk itu, BPJS Ketenagakerjaan senantiasa hadir dalam setiap perjalanan pekerja, mulai dari saat bekerja, ketika menghadapi risiko, hingga saat mereka berusaha bangkit dan melanjutkan kehidupan.
Semangat itulah yang dibawa BPJS Ketenagakerjaan dalam memperingati Hari Pelanggan Nasional (Harpelnas) tahun 2026.
Bukan sekadar seremoni, Harpelnas menjadi momentum bagi seluruh jajaran Dewan Pengawas dan Direksi BPJS Ketenagakerjaan untuk hadir lebih dekat, melayani, melindungi dan memberdayakan para pekerja.
Seperti yang dilakukan Dewan Pengawas BPJS Ketenagakerjaan, Sumarjono Saragih, saat mengunjungi Kantor Cabang Denpasar. Tak sekadar menyapa, Sumarjono turut memberikan pelayanan langsung kepada peserta yang tengah melakukan klaim Jaminan Hari Tua (JHT).
Baca juga: RSUD Karangasem Kini Punya Alat CT-Scan Canggih, Pemeriksaan Pembuluh Darah Bisa Lebih Akurat
juga: VIDEO Klarifikasi Gubernur Bali Wayan Koster soal Klip Viral "Diam Kamu", Ungkap Konteks Ucapan
Sumarjono menyampaikan, pihaknya datang tidak sekedar untuk merayakan hari pelanggan. "Kami ingin memastikan kehadiran BPJS Ketenagakerjaan, sudah menjawab kebutuhan pekerja, menyaksikan seperti apa pelayanan yang kami berikan dan mencoba merasakan apa lagi yang bisa kami tingkatkan dalam konteks melayani dan memberikan perlindungan kepada pekerja untuk hidup yang sejahtera," jelasnya.
Peran aktif BPJS Ketenagakerjaan tidak lantas berhenti, ketika manfaat telah diterima. Ada kehidupan yang harus dilanjutkan dan ada keluarga yang perlu kembali berdiri setelah melewati masa sulit.
Seperti yang dirasakan Sri seorang ahli waris peserta BPJS Ketenagakerjaan yang berupaya bangkit dari duka sepeninggalan suaminya. Setelah menerima manfaat jaminan sosial ketenagakerjaan, Sri juga mendapatkan pendampingan melalui Pemberdayaan Ekonomi dan Kemandirian Penerima Manfaat (PEKA).
Dan perlahan bangkit dengan merintis usaha makanan ringan, sebagai sumber penghidupan bagi keluarganya yang juga dipamerkan di Kantor Cabang Denpasar.
Hal ini sejalan dengan semangat Value Beyond Protection seperti yang disampaikan Sumarjono. “BPJS Ketenagakerjaan ini untuk kesejahteraan pekerja, dan keluarganya saat bekerja sampai akhir hidupnya, kerja selamat, hidup sehat dan sejahtera berkat ada jaminan sosial ketenagkerjaan.” katanya.
Di rangkaian yang sama, Sumarjono juga melakukan audiensi ke RS. Surya Husada Denpasar sekaligus berbincang dengan Pasek, seorang pekerja yang sedang menjalani perawatan akibat kecelakaan kerja dengan biaya yang saat ini sudah mencapai Rp182 Juta.
Pasek akan terus mendapatkan pelayanan hingga sembuh sesuai dengan indikasi medis. Dalam perbincangannya, Sumarjono mengatakan, Pasek ini kan sudah sangat berpengalaman dalam pekerjaannya, yang punya pengalaman saja masih tetap memiliki risiko.
"Apalagi pekerja baru, itulah kenapa kita butuh perlindungan dalam bekerja, maka sangat diperlukan upaya promotif dan preventif secara bersama," katanya. Melalui momentum Harpelnas, BPJS Ketenagakerjaan ingin menegaskan bahwa jaminan sosial ketenagakerjaan merupakan bagian penting dalam mewujudkan kesejahteraan pekerja dan keluarganya.
Sumarjono berharap, ini juga sekaligus untuk mendorong semua pekerja yang ada di Bali termasuk pekerja informal yang ada di pantai, di Gunung, di Cafe semua terlindungi, menjadi ekosistem pekerja wisata yang terlindungi.
“Selamat Hari Pelanggan Nasional 2026 kepada seluruh peserta BPJS Ketenagakerjaan di Indonesia. Terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepada kami. Kami akan terus hadir untuk memberikan pelayanan terbaik, memperluas perlindungan, dan berperan aktif dalam pemberdayaan untuk mewujudkan pekerja dan keluarga Indonesia yang sejahtera,” tutup Sumarjono.
Kepala Kantor Wilayah BPJS Ketenagakerjaan Banuspa, I Nyoman Suarjaya, menambahkan bahwa Harpelnas menjadi momentum untuk semakin mendekatkan layanan kepada peserta serta memastikan setiap manfaat yang diberikan mampu memberikan dampak nyata bagi pekerja dan keluarganya.
“Bagi kami, pelayanan bukan hanya tentang memberikan manfaat ketika risiko terjadi, tetapi juga bagaimana memastikan peserta dan keluarganya mendapatkan pendampingan untuk bangkit dan kembali berdaya setelah menghadapi risiko. Kami akan terus memperkuat komitmen untuk melayani, melindungi, dan memberdayakan pekerja di wilayah Banuspa,”ungkapnya.
Menurut Suarjaya, pelayanan menjadi salah satu tolak ukur penting di tengah masyarakat yang semakin cerdas dalam memperoleh informasi dan menilai kualitas layanan. Ia juga mengapresiasi kemudahan proses klaim JHT yang disaksikannya secara langsung, termasuk layanan yang dapat diakses peserta tanpa calo maupun biaya tambahan.
“Kami memandang komitmen yang dijalankan tidak hanya dari sisi perlindungan, tetapi juga pelayanan dan sinergitas imbuh ,” kata Suarjaya. (*)