SURYA.co.id, SIDOARJO - PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN) selaku Subholding Gas Pertamina menggandeng Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo untuk mendorong perluasan pemanfaatan gas bumi bagi masyarakat dan pelaku usaha.
Kolaborasi tersebut dilakukan melalui kegiatan City Gas Tour 2026 yang digelar di kawasan Car Free Day (CFD) Alun-Alun Sidoarjo, Minggu (6/9/2026).
Kegiatan ini menjadi sarana edukasi mengenai pemanfaatan gas bumi untuk berbagai kebutuhan, mulai dari rumah tangga, usaha kecil dan menengah (UMKM), sektor komersial hingga industri.
Area Head PGN Wilayah Sidoarjo, Heri Frastiono, mengatakan City Gas Tour 2026 digelar di tengah besarnya potensi pemanfaatan gas bumi di Kabupaten Sidoarjo.
"Kabupaten Sidoarjo merupakan salah satu penyangga ekonomi di Jawa Timur (Jatim). Seiring dengan pertumbuhan manufaktur dan UMKM hingga pemukiman, gas bumi dapat hadir sebagai energi yang aman, efisien dan ramah lingkungan," kata Heri, Senin (7/9/2026).
Antusiasme masyarakat terhadap kegiatan tersebut cukup tinggi. Lebih dari 500 peserta mengikuti berbagai rangkaian City Gas Tour, termasuk Fun Walk yang dipadukan dengan aksi membersihkan sampah di sepanjang rute.
"Dalam kegiatan City Gas Tour, kami mengajak masyarakat untuk membersihkan lingkungan, sekaligus menggiatkan pemahaman mengenai energi yang bersih, ramah lingkungan, praktis yaitu gas bumi," jelas Heri.
Dalam kegiatan tersebut, PGN juga menggelar demo memasak menggunakan produk GasLink berbasis gas bumi beyond pipeline, yaitu compressed natural gas (CNG).
Heri menjelaskan, GasLink dapat menjadi alternatif bagi masyarakat maupun pelaku usaha yang wilayahnya belum terjangkau jaringan pipa gas.
"Dengan menggunakan gas bumi untuk memasak, selain lebih bersih api yang dihasilkan cepat merata sehingga proses memasak menjadi lebih efisien, praktis dan memudahkan kebutuhan dapur sehari-hari," ungkapnya.
Baca juga: Bupati Subandi Perketat Pengawasan 31 Puskesmas Sidoarjo, Warga Diminta Dilayani Santun
Selain mengenalkan pemanfaatan gas bumi, PGN turut memberikan edukasi mengenai keselamatan dalam penggunaannya.
Gas bumi dapat dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan, mulai dari memasak, pemanas air, oven hingga kegiatan usaha seperti laundry.
Karena itu, masyarakat perlu memahami faktor-faktor keselamatan, termasuk cara melakukan mitigasi apabila terjadi kendala maupun insiden.
Heri menambahkan, PGN akan terus melakukan sosialisasi penggunaan gas bumi secara masif melalui berbagai saluran.
Sosialisasi dilakukan melalui kegiatan door-to-door, media sosial, media elektronik, media cetak hingga kegiatan komunitas seperti PKK.
Menurutnya, semakin baik pemahaman masyarakat, semakin besar pula peluang penggunaan gas bumi sebagai energi yang bersih, praktis dan efisien.
"Kedepan, PGN berkomitmen untuk terus berkolaborasi dalam memperluas jangkauan pemanfaatan gas bumi di Sidoarjo dapat terus diperluas, baik melalui pengembangan infrastruktur maupun peningkatan kualitas layanan bagi masyarakat. Langkah tersebut sejalan dengan upaya memperkuat ketahanan energi sekaligus mendukung aktivitas ekonomi masyarakat secara berkelanjutan," terang Heri.
PGN juga terus bersinergi dengan Pemkab Sidoarjo untuk mendorong pemanfaatan gas bumi sebagai sumber energi yang praktis, aman dan ramah lingkungan, khususnya bagi sektor UMKM di wilayah Sidoarjo.
Baca juga: Khofifah Ungkap Kejanggalan Kasus Diduga Keracunan MBG di Sidoarjo, Menu Sama Tapi Beda Distribusi
Sementara itu, dari Pemkab Sidoarjo, hadir Asisten Perekonomian dan Pembangunan (Asisten II) Sekretariat Daerah Kabupaten Sidoarjo, Moh Bahrul Amiq.
Amiq mengatakan kebutuhan terhadap energi ramah lingkungan semakin penting seiring tingginya aktivitas masyarakat dan perekonomian di Sidoarjo.
"Kabupaten Sidoarjo memiliki 18 kecamatan dan 353 desa/ kelurahan dengan jumlah penduduk sekitar 2 juta jiwa, atau mencapai 2,3 juta jika memperhitungkan mobilitas penduduk siang dan malam," kata Amiq.
Menurutnya, Sidoarjo dikenal sebagai daerah dengan pertumbuhan UMKM yang cukup pesat. Karena itu, kehadiran energi ramah lingkungan menjadi kebutuhan untuk menunjang perkembangan sektor tersebut.
Penggunaan energi ramah lingkungan juga berkaitan dengan upaya memperbaiki kualitas lingkungan hidup di Sidoarjo.
Amiq menyebut emisi kendaraan bermotor menjadi salah satu penyumbang terbesar pencemaran udara di wilayah tersebut.
"Sumbangsih emisi terbesar berasal dari kendaraan bermotor yaitu sekitar 60 persen," ujat Amiq.
Selain kendaraan bermotor, Amiq menyoroti masih adanya aktivitas ekonomi yang menggunakan bahan bakar tidak ramah lingkungan.
Salah satunya adalah pemanfaatan limbah plastik sebagai bahan bakar.
Karena itu, ia berharap pelaku usaha dapat didorong untuk beralih menggunakan gas bumi. Dengan demikian, kegiatan ekonomi tetap dapat berjalan tanpa mengorbankan kualitas lingkungan.
Amiq menegaskan Pemkab Sidoarjo siap berkolaborasi dengan PGN untuk memperluas pemanfaatan gas bumi.
Menurutnya, gas bumi dapat menjadi salah satu pilihan energi untuk mendukung aktivitas masyarakat sekaligus menjaga lingkungan bagi generasi mendatang.
"Kita cintai negeri kita, kita cintai generasi kita dengan berkontribusi untuk menjaga kelestarian lingkungan hidup dengan penyediaan energi gas bumi yang ramah lingkungan," pungkas Amiq.