TRIBUN-BALI.COM, JEMBRANA - Seorang lansia berusia 82 tahun bernama Gusti Komang Suatra akhirnya ditemukan, Senin 7 September 2026 sore.
Pekak Suatra tersebut sempat hilang sejak kemarin dan lahirnya ditemukan oleh warga yang sedang memancing di sungai di wilayah Banjar Tibu Sambi, Desa Yehembang Kangin, Kecamatan Mendoyo, Jembrana.
Jarak rumah dengan lokasi ditemukan sekitar dua kilometer. Kini Pekak Suatra sudah kembali bersama keluarganya.
Menurut informasi yang diperoleh, menantunya memberikan makanan kepada Pekak Suatra sekitar pukul 13.00 WITA, Minggu 6 September 2026 kemarin.
Baca juga: Lansia Ditemukan Tak Bernyawa di Buleleng Bali, Yozua Sempat Menolak Diantar Pulang Warga
Setelah makan, yang bersangkutan lantas masuk ke kamarnya, sementara menantunya berada di teras depan sebelah timur.
Sekitar pukul 17.00 WITA, menantunya lantas kembali mengecek keberadaan Pekak Suatra.
Tak disangka, yang bersangkutan justru tidak ada di tempat.
Diduga, dia keluar dari pintu sebelah selatan menuju ke barat.
Baca juga: Panik Saat Kebakaran di Jalan Nakula Denpasar, Lansia Hembuskan Napas Terakhir di RS
Yang mana di sebelah barat dan utara rumah korban merupakan perkebunan.
Karena mengetahui tak ada, pihak keluarga melaporkan kepada Kelian Dinas dan bersama-sama warga sekitar serta personil Polsek Mendoyo melakukan pencarian dengan menyisir perkebunan warga.
Hingga pukul 21.45 WITA kemarin, lansia 82 tahun justru belum ditemukan, dan pencarian sementara dihentikan karena kondisi gelap dan cuaca hujan.
Koordinator Pos Pencarian dan Pertolongan SAR Jembrana, Dewa Putu Hendri Gunawan menuturkan, peristiwa tersebut kemudian dilaporkan dan segera menerjunkan tim rescue Pos Pencarian dan Pertolongan Jembrana serta unsur TNI Polri ditambah warga dan keluarga untuk melakukan pencarian di sekitar lokasi kejadian.
Baca juga: Mengaku ke Pasar Beli Obat, Lansia di Nusa Penida Tidak Pulang Tiga Hari
"Pagi tadi kita lakukan pencarian fokus menuju arah tenggara dari rumah korban. Selain penyisiran kita juga menggunakan drone thermal lewat udara," jelas Dewa Hendri saat dikonfirmasi, Senin 7 September 2026.
Dia melanjutkan, sejak pagi hingga siang hari proses pencarian belum membuahkan hasil. Petugas kemudian menyisir ke arah timur.
Dan sekitar pukul 15.40 WITA, Pekak Suatra akhirnya ditemukan oleh warga bernama Dewa Wilayah yang hendak memancing di sungai tepatnya pada koordinat 8°22'0.03"S - 114°46'31.12"E arah utara dari rumahnya.
"Ditemukan sekitar dua kilometer dari rumahnya. Yang bersangkutan ditemukan dalam kondisi linglung. Setelah ditemukan kita evakuasi menuju rumah warga terdekat," jelasnya.
Melalui hasil koordinasi dengan perangkat desa dan keluarga, kata dia, Pekak Suatra akhirnya diajak pulang ke rumahnya dan kembali ke keluarganya.
"Astungkara yang bersangkutan sudah ditemukan dalam keadaan selamat. Kami harap hal serupa tak terulang kembali," harapnya. (*)