Mediasi Hak Asuh Anak Gagal, Ruben Onsu Bongkar Alasan Tolak Syarat Tes Kesehatan dari Sarwendah
Hironimus Rama September 07, 2026 07:35 PM

Laporan Arie Puji Waluyo

TRIBUNNEWSDEPOK.COM, JAKARTA – Konflik pasca-perceraian antara presenter Ruben Onsu dan mantan istrinya, Sarwendah, terus memanas di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

Upaya perdamaian atau mediasi yang difasilitasi pihak pengadilan terkait perkara hak asuh anak dipastikan buntu dan tidak menemui titik temu.

Melalui kuasa hukumnya, Minola Sebayang, Ruben mengungkapkan alasan di balik keputusannya untuk menolak poin-poin kesepakatan yang diajukan pihak Sarwendah dan memilih tetap melanjutkan gugatan.

Baca juga: Mediasi Buntu! Ruben Onsu Tegas Tolak Syarat Baru Sarwendah untuk Bertemu Anak

"Intinya karena banyak syarat yang diberikan, akhirnya Ruben memutuskan untuk mediasi ini tidak ada titik temu dan melanjutkan gugatan," kata Minola Sebayang saat ditemui di kantornya, kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (7/9/2026).

Akses Bertemu Dipersulit

Minola membeberkan bahwa sejatinya Ruben sudah mengikhlaskan hak asuh anak tetap dipegang oleh Sarwendah.

Namun, Ruben memberikan satu syarat utama, yakni tidak dihalangi atau dipersulit setiap kali ingin bertemu dengan buah hatinya.

"Dalam mediasi Ruben bilang, dia gak masalah hak asuh tetap di S (Sarwendah). Tapi dia minta untuk Ruben dikasih waktu bertemu anak atau tidak dihalangi jika mau bertemu anak," ucap Minola.

Kendati demikian, mantan personel Cherrybelle itu justru dinilai memberikan beragam persyaratan yang tidak masuk akal di depan hakim mediator, salah satunya kewajiban melampirkan tes kesehatan.

"Jadi dia (Sarwendah) minta syarat tes kesehatan, itu diungkapkan depan hakim mediator. Ruben menyanggupi, hakim bilang per enam bulan, Ruben setuju. Tapi yang gak setuju pihak sana," jelasnya.

Pihak Sarwendah disebut bersikeras agar tes kesehatan dilakukan hampir setiap kali pertemuan. Kerasnya penolakan tersebut bahkan sempat membuat hakim mediator heran.

"Dia seakan meminta setiap bertemu tes kesehatan. Hakim mediator aja sampai bingung, masa ayah mau ketemu anaknya harus tes kesehatan. Akhirnya ditetapkan sebulan sekali," tambahnya.

"Tapi pihak sana tetap bersikeras tidak mau sebulan sekali. Kata hakim saja dalam perjanjian antara Ruben dan Sarwendah tidak ditentukan harus ada syarat," lanjut Minola.

Rangkaian syarat ketat tersebut membuat Ruben merasa geram hingga akhirnya memutuskan untuk membatalkan proses mediasi secara keseluruhan.

"Ya sampai akhirnya mediasi dibatalkan saja dan saya diminta Ruben buat membuka ini semua," ujar Minola Sebayang.

Jawab Tudingan Tak Nafkahi Anak 8 Bulan

Selain persoalan akses bertemu anak, perselisihan makin melebar setelah pihak Sarwendah menuding Ruben telah menghentikan nafkah anak selama delapan bulan terakhir.

Menanggapi tudingan tersebut, Minola menilai narasi yang dibangun pihak mantan istri terlalu dibesar-besarkan dan merendahkan martabat kliennya.

"Kuasa hukum S (Sarwendah) berulang-ulang menyampaikan Ruben tidak memberi nafkah 8 bulan. Menurut kami ini ada penekanan yang terlalu dibesar-besarkan," kata Minola Sebayang.

Ia mengingatkan bahwa selama membina rumah tangga, Ruben selalu memenuhi seluruh kebutuhan hidup keluarga dengan nominal yang terbilang fantastis.

"Selama bertahun-tahun Ruben itu sudah selalu hadir memberikan kebutuhan bagi anak-anaknya yang nilainya bukan kecil, ya. Rp 200 juta per bulan, bahkan kadang-kadang lebih," ucapnya.

"Belum lagi bayar kartu kredit 50 persen tiap bulannya tanpa pertanggungjawaban," sambungnya.

Minola menegaskan bahwa sebagai sesama orang tua yang memiliki tanggung jawab dan rasa cinta kasih, tidak sepatutnya pihak Sarwendah terus merendahkan posisi Ruben di ruang publik.

"Setiap orang tua yang berjuang demi anak-anaknya pasti karena cinta kasih dan tanggung jawab, bukan karena ingin dihargai atau dapat pengakuan. Makanya saya bilang, apa istimewanya?" jelas Minola.

"Tapi ini bukan untuk seluruh ibu-ibu single parent yang sedang berjuang. Ini hanya untuk ibu yang sudah menerima Rp 200 juta per bulan, kartu kredit dibayari, tapi masih merendahkan mantan suaminya, ayah dari anak-anaknya, di depan publik!" tambahnya.

Pihak Ruben menegaskan pada dasarnya siap menyalurkan nafkah, asalkan Sarwendah memberikan rincian pengeluaran kebutuhan anak secara transparan dan membuka akses pertemuan.

"Pihak mereka bicara soal nafkah yang dihentikan, tapi disisi lain Ruben sampai sekarang belum bisa bertemu atau dipersulit buat ketemu anaknya, ini yang miris," ungkapnya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.