TRIBUNJATIMTIMUR.COM, Bondowoso - Pelaku UMKM Bondowoso, Jawa Timur, terutama pedagang kuliner yang membutuhkan beras sebagai bahan baku utama, mengeluhkan sulitnya mendapatkan beras premium dan medium dalam beberapa hari terakhir.
Sejumlah ritel modern dan toko kelontong disebut mengalami kekosongan stok atau hanya memiliki persediaan terbatas. Kondisi itu membuat masyarakat harus mencari beras ke sejumlah tempat untuk mendapatkan jenis dan merek yang biasa mereka konsumsi.
Salah seorang pedagang kaki lima (PKL) di Kecamatan Bondowoso, Naira, mengatakan dirinya mulai kesulitan mendapatkan beras sejak sekitar sepekan terakhir. Menurutnya, kondisi tersebut semakin terasa dalam dua hari terakhir.
"Susah sekali cari beras. Bingung ini mau beli beras apa," ujar Naira saat dikonfirmasi, Senin (7/9/2026).
Baca juga: Pasar Murah Digelar di 12 Kecamatan Bondowoso, Bulog Siapkan 5 Ton Beras Tiap Lokasi
Naira menduga kelangkaan stok tersebut terjadi setelah muncul informasi mengenai inspeksi mendadak (sidak) yang akan dilakukan pemerintah setempat. Setelah informasi tersebut beredar, menurut dia, stok beras premium dan medium di sejumlah toko langganannya semakin sulit ditemukan.
Padahal, Naira selama ini memilih beras premium atau medium kemasan untuk menjaga kualitas makanan yang dijualnya. Ia biasanya mendapatkan pasokan dari ritel modern dan beberapa toko langganan.
"Biasanya di ritel modern, dan beberapa toko langganan tapi sekarang zonk (kosong)," tambahnya.
Ia juga mengaku tidak bisa sembarangan mengganti merek beras karena khawatir perubahan kualitas berpengaruh terhadap rasa makanan dan kenyamanan pelanggan.
"Kalau pakai merek lain enggak cocok. Nasi jadi kaku dan kadang agak bau, kasihan pelanggan," jelasnya.
Kondisi stok yang menipis juga menimbulkan kekhawatiran akan kenaikan harga. Meski sejauh ini harga yang dibayarkan Naira masih relatif sama, ia khawatir kelangkaan pasokan dapat mendorong kenaikan harga jika berlangsung lebih lama.
Baca juga: Sidak Pasar, Bulog Bondowoso Pastikan Harga Minyakita dan Beras SPHP Sesuai HET
"Harga sebenarnya masih tetap, tapi kalau barangnya zonk kan percuma. Biasanya kalau dibikin langka dulu begini, ujung-ujungnya harga naik," terangnya.
Keluhan serupa disampaikan warga Kelurahan Badean, Bondowoso, berinisial ES. Ia mengatakan stok beras premium dan medium di sejumlah toko mulai terbatas.
"Medium premium tidak biasanya tinggal beberapa," ujarnya.
Kepala Bidang Perdagangan Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Diakoperindag) Bondowoso, Dwi Hariyadi, membenarkan pihaknya telah menerima sejumlah keluhan masyarakat terkait ketersediaan beras premium dan medium.
Dwi mengatakan pemerintah daerah akan melakukan pengecekan langsung untuk mengetahui penyebab berkurangnya pasokan beras di tingkat pasar.
"Menidaklanjuti kondisi ini, insya Allah besok kami akan turun untuk melakukan pengecekan di lapangan, khususnya di penggilingan untuk memastikan apa sebenarnya yang terjadi sehingga dikatakan beras ini sulit di pasaran," terangnya.
Selain melakukan pengecekan, Diakoperindag Bondowoso juga berkoordinasi dengan Disperindag Jawa Timur untuk menyiapkan langkah stabilisasi stok dan harga beras.
Salah satu opsi yang disiapkan adalah menggelar pasar murah. Langkah tersebut diharapkan dapat membantu masyarakat memperoleh beras dengan harga sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET).
"Ya ini salah satunya sebagai upaya untuk memberikan kemudahan masyarakat untuk bisa membeli beras itu tadi khususnya dengan harga sesuai HET," tambahnya.
Pantauan di salah satu ritel modern di Kecamatan Bondowoso pada Senin (7/9/2026) sekitar pukul 14.29 WIB menunjukkan tidak ada beras premium maupun medium yang terlihat di etalase.