BANGKAPOS.COM, BANGKA — Rombongan perwira Tentara Nasional Indonesia (TNI) mendatangi Kabupaten Bangka Barat menyoroti perihal kasus kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Tim Satgas Karhutla dari Mabes TNI tersebut menyambangi Bupati dan unsur Forkopimda Bangka Barat dalam rangka penyuluhan dan mitigasi karhutla di Ruang OR I Kantor Bupati Bangka Barat, Senin (7/9/2026).
Kedatangan tim tersebut dipimpin oleh Kolonel Mar Inggit Dahana, selaku Ketua Tim Satgas Karhutla Mabes TNI di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.
“Kunjungan kami dari tim Mabes TNI untuk melaksanakan penyuluhan atau mitigasi, mencegah terjadinya karhutla,” kata Kolonel Mar Inggit saat diwawancarai awak media.
Menurutnya, tim karhutla yang terdiri dari matra TNI AD, AL dan AU ini merupakan tugas langsung dari Panglima TNI untuk langsung terjun ke lapangan.
Sebab kata dia, permasalahan karhutla ini harus segera ditindaklanjuti supaya tidak terjadi ke tingkat darurat yang lebih tinggi.
“Di sini (Bangka Belitung-red) masih waspada. Jadi kita berkolaborasi secara terintegrasi bersama-sama dengan Satgas Karhutla yang ada di wilayah Bangka Barat ini supaya lebih intensif lagi memberikan edukasi,” jelasnya.
Dengan begitu diharapkan masyarakat, pengusaha perkebunan atau perusahaan supaya tidak membuka lahan baru dengan cara dibakar.
Inggit menyebut pihaknya berfokus pada mitigasi sehingga tidak terjadi api yang membakar hutan dan lahan.
Apalagi, karhutla ini dapat berdampak secara internasional. Bahkan dulu, sekitar tahun 2015 lalu pernah terjadi embargo terhadap Indonesia akibat karhutla yang asapnya menutupi Malaysia dan Singapura dan menyebabkan berbagai persoalan seperti ekonomi, kesehatan dan berbagai macam lainnya.
“Kita saat itu sempat di embargo karena menyumbang asap, nah itu jangan sampai terjadi. Kalau sampai itu terjadi, maka akan kurang baik bagi kita sebagai negara di kawasan Asia ini,” jelasnya.
Sementara itu, Bupati Bangka Barat, Markus menyambut baik kedatangan tim Mabes TNI yang datang ke Kabupaten Bangka Barat untuk memberikan edukasi soal mitigasi karhutla.
“Bangka Barat ini kita statusnya siaga, tapi tidak dapat diremehkan walaupun kondisinya sekarang ini baik-baik saja, kami tetap siaga penuh,” ucap Markus.
Bahkan dirinya sendiri telah memerintahkan jajarannya untuk menyampaikan ke desa-desa supaya lebih aktif dalam sosialisasi dan edukasi mengenai karhutla.
“Beri edukasi kepada masyarakat jangan sampai membuka lahan kebun dengan cara dibakar. Kita tau sama tau kalau itu ada sanksi pidananya,” imbuhnya.
(Bangkapos.com/Arya Bima Mahendra)