Kebakaran Bukit Paliken Pangandaran Hanguskan 10 Hektare Lahan Kering
ferri amiril September 07, 2026 08:20 PM

 

Laporan Kontributor TribunPriangan.com Pangandaran, Padna


TRIBUNPRIANGAN.COM, PANGANDARAN - Kebakaran melanda area perbukitan di Bukit Paliken yang berada di perbatasan Desa Karangmulya dan Desa Pasirgelis, Kecamatan Padaherang, Kabupaten Pangandaran, Senin (7/9/2026) sekitar pukul 12.00 WIB.

Api yang awalnya muncul di wilayah Desa Karangmulya kemudian merembet ke wilayah Desa Pasirgelis. Kobaran api terus membesar lantaran kondisi lahan dipenuhi daun dan vegetasi kering yang mudah terbakar.

Kepala Desa Karangmulya, Wahyuman, mengatakan proses pemadaman menghadapi kendala berat karena lokasi kebakaran berada di kawasan perbukitan dengan medan terjal dan jurang.

"Medannya jurang dan sangat curam. Dengan Damkar juga sangat kesulitan," ujar Wahyuman kepada sejumlah wartawan di lokasi kebakaran.

Petugas pemadam kebakaran bersama perangkat desa, BPD, Sekretaris Kecamatan Padaherang, serta warga setempat telah berada di lokasi. Namun, kondisi medan membuat petugas tidak dapat leluasa mendekati titik api.

Baca juga: Reaktivasi Jalur Kereta Api Banjar-Cijulang untuk Dorong Ekonomi di Pangandaran

Wahyuman menyebut luas area yang terbakar diperkirakan mencapai 10 hektare. Namun, angka tersebut masih berupa perkiraan dan belum dapat dipastikan.

"Kami belum bisa menentukan. Mungkin di atas 10 hektare sudah ada," katanya.

Menurutnya, penyebab kebakaran hingga kini belum diketahui. Api diduga muncul dari bagian bawah perbukitan. 

Kondisi kemarau dengan suhu panas dan banyaknya material kering di kawasan tersebut membuat api cepat menjalar."Setiap tahun kalau musim kemarau begini panas, memang mudah terbakar," ucap Wahyuman.

Karangmulya merupakan satu wilayah yang rawan kebakaran saat musim kemarau. Kebakaran serupa bahkan kerap terjadi setiap tahun.

Untuk sementara, petugas dan pemerintah desa lebih memprioritaskan keselamatan warga serta mengantisipasi agar api tidak mendekati permukiman.

"Di samping asap juga panas. Kami mengutamakan keselamatan," ujarnya.

Selain mengerahkan armada Damkar untuk mengantisipasi kawasan permukiman, upaya lain dilakukan dengan membuat sekat atau pembatas pada area yang masih kering untuk memperlambat pergerakan api.

Hingga Senin sore, petugas masih berupaya melakukan penanganan di tengah kondisi medan yang sulit dan kobaran api yang terus membesar.(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.