TRIBUNMANADO.CO.ID - SANGIHE - Kebakaran masih terpantau terjadi di kawasan Gunung Awu, Kabupaten Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara, Senin (7/9/2026).
Dari hasil pemantauan, titik api masih terlihat di sekitar Pos 7 dan Pos 8. Lokasi tersebut diperkirakan berada sekitar 8 kilometer dari permukiman warga.
Bupati Kepulauan Sangihe, Michael Thungari, mengatakan kebakaran saat ini masih terjadi pada kawasan yang ditumbuhi vegetasi rendah dan cenderung kering.
“Dari pantauan drone tadi sore, titik lokasi kebakaran masih ada di sekitar Pos 7 dan Pos 8, sekitar 8 kilometer dari pemukiman,” ujar Thungari kepada TribunManado.
Menurutnya, hingga saat ini api belum menjalar ke area perkebunan milik masyarakat.
Pemerintah daerah terus melakukan pemantauan terhadap perkembangan titik api, termasuk arah pergerakan angin dan kobaran api.
Pemkab Sangihe juga telah menyiagakan sejumlah personel di lokasi-lokasi penting.
Selain itu, posko sementara telah disiapkan di Pos 1 Gunung Awu untuk mendukung proses pemantauan dan koordinasi penanganan kebakaran.
Thungari mengakui proses pemadaman menghadapi sejumlah kendala.
Posisi titik api yang berada di kawasan puncak dan lereng gunung membuat akses menuju lokasi cukup sulit dijangkau.
“Lokasinya di puncak dan lereng gunung membuat kita cukup kesulitan menghadapi masalah ini. Pertama, untuk dijangkau manusia sulit, kemudian tidak tersedia sumber air di sekitar lokasi yang terbakar,” jelasnya.
Terkait kebutuhan bantuan penanganan, Thungari menyebut dirinya telah melaporkan kondisi tersebut kepada Gubernur Sulawesi Utara.
Namun, fasilitas udara seperti helikopter maupun pesawat saat ini masih difokuskan untuk membantu penanganan kebakaran di wilayah Kalimantan.
“Untuk saat ini kita berharap pada kaki kita sendiri,” katanya.
Untuk mengantisipasi risiko terhadap masyarakat maupun para pendaki, Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sangihe berencana menutup sementara akses pendakian menuju puncak Gunung Awu selama kondisi kekeringan masih berlangsung.
Bupati juga mengimbau masyarakat agar tidak sembarangan menyalakan atau membuat api, terutama saat kondisi cuaca kering seperti sekarang.
“Masyarakat Kabupaten Kepulauan Sangihe, yang menjadi imbauan pertama, tidak membuat api yang tidak dipantau. Sebisa mungkin tidak membakar sesuatu pada saat kondisi seperti ini, apalagi ketika ke kebun dan lain sebagainya,” tegasnya.
Pemkab Sangihe selanjutnya akan melakukan pemetaan lebih lanjut terhadap titik-titik api dan menentukan langkah penanganan berdasarkan perkembangan kondisi di lapangan.
Jika titik api sudah dapat dijangkau secara aman oleh manusia, pemerintah akan mempertimbangkan langkah penanganan bersama dengan melibatkan berbagai unsur terkait.
Pemerintah daerah berharap kondisi kebakaran dapat segera ditangani sehingga tidak meluas ke wilayah perkebunan maupun mendekati permukiman warga. (edu)
Baca juga: Kondisi Terkini Gunung Awu Sangihe Sulut Terpantau Masih Terbakar