Kemarau Panjang, Polres OKU Timur Cek Langsung Kesiapan PT MHP Antisipasi Karhutla
Refly Permana September 07, 2026 08:27 PM

 

SRIPOKU.COM, MARTAPURA - Ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di tengah musim kemarau menjadi perhatian serius di Kabupaten OKU Timur. 

Polres OKU Timur pun turun langsung memastikan kesiapan PT Musi Hutan Persada (MHP) dalam menghadapi potensi kebakaran.

Kapolres OKU Timur AKBP Dr Lalu Hedwin Hanggara, S.H., S.I.K., M.H., M.Si memimpin pengecekan kesiapan penanggulangan karhutla di kawasan PT MHP, Senin (7/9/2026).

Pengecekan tersebut dilakukan mulai dari kesiapan personel, peralatan pemadaman, kendaraan operasional, ketersediaan sumber air hingga sistem pemantauan kebakaran.

Saat menerima paparan dari manajemen perusahaan, diketahui PT MHP saat ini meningkatkan kewaspadaan dengan menetapkan kondisi siaga dalam menghadapi potensi karhutla.

Sejumlah lokasi yang dinilai rawan juga telah dipetakan sebagai bagian dari langkah antisipasi dan deteksi dini.

Selain melakukan patroli, PT MHP menyiagakan petugas di tiga menara pantau kebakaran serta menyiapkan 24 titik embung air untuk mendukung upaya penanganan apabila kebakaran terjadi.

Kapolres OKU Timur AKBP Dr Lalu Hedwin Hanggara mengatakan, kesiapsiagaan tidak boleh hanya dilakukan setelah kebakaran terjadi.

Upaya pencegahan dan ketersediaan sarana pemadaman harus dipastikan sejak awal.

"Kami melakukan pengecekan untuk memastikan seluruh kesiapan dalam menghadapi potensi karhutla benar-benar tersedia, baik personel, peralatan maupun sumber air," ujar Kapolres.

Menurutnya, penanggulangan karhutla membutuhkan kerja sama seluruh pihak.

Perusahaan sebagai pengelola kawasan memiliki peran penting dalam melakukan langkah pencegahan dan memastikan sistem penanggulangan kebakaran dapat berfungsi dengan baik.

Kapolres mengapresiasi respons cepat yang selama ini dilakukan PT MHP dalam menangani kejadian karhutla di wilayah perusahaan.

Namun, ia mengingatkan agar kesiapan tersebut terus diperkuat, terutama dengan memperhatikan ketersediaan air sebagai salah satu kebutuhan utama dalam proses pemadaman.

"Kita harus bersama-sama bekerja sama dalam upaya penanggulangan karhutla. Salah satu yang penting adalah mempersiapkan sistem penampungan air dan embung sebagai sumber air untuk menghadapi kemungkinan kebakaran," katanya.

Dalam kegiatan tersebut, Kapolres bersama rombongan juga meninjau langsung pembuatan embung di kawasan PT MHP.

Pengecekan kemudian dilanjutkan dengan simulasi pemadaman api oleh Satuan Pengendalian Kebakaran (Satdalkar) PT MHP.

Simulasi tersebut menjadi bagian dari pengecekan kesiapan personel sekaligus memastikan peralatan pemadaman dapat digunakan saat dibutuhkan.

PT MHP sendiri telah menyiapkan sejumlah peralatan untuk mendukung penanggulangan karhutla, mulai dari peralatan manual seperti gepyok api, sekop, kapak, cangkul dan parang hingga selang, pompa serta mesin air.

Selain peralatan, perusahaan juga menyiagakan tujuh unit traktor, empat mobil dobel kabin dan tiga mobil tangki gandeng untuk mendukung pengendalian kebakaran.

Dari sisi sumber daya manusia, regu Satdalkar PT MHP terdiri dari enam personel pemadam inti, 28 pekerja musiman serta 46 karyawan yang disiapkan sebagai personel bantuan.

Kapolres menegaskan, pemetaan kawasan rawan, patroli serta pemantauan secara berkelanjutan harus menjadi bagian penting dalam upaya mencegah kebakaran sejak dini.

Menurutnya, langkah pencegahan jauh lebih penting untuk dilakukan sebelum api meluas dan sulit dikendalikan.

"Deteksi dini dan kesiapan sarana menjadi bagian penting dalam pencegahan karhutla. Karena itu, seluruh pihak harus memiliki kesiapan dan tidak boleh lengah terhadap potensi kebakaran," tegasnya.

Melalui kegiatan tersebut, Polres OKU Timur ingin memastikan perusahaan yang berada di wilayah Kabupaten OKU Timur memiliki kesiapan yang memadai dalam menghadapi potensi karhutla selama musim kemarau.

Pengecekan ini juga menjadi bagian dari upaya memperkuat sinergi antara kepolisian dan pihak perusahaan dalam pencegahan kebakaran hutan dan lahan.

Kesiapan alat, ketersediaan personel, sumber air serta sistem pemantauan diharapkan dapat mempercepat respons apabila ditemukan titik api dan mencegah kebakaran meluas.

Selama kegiatan monitoring dan pengecekan berlangsung, situasi berjalan aman, kondusif dan terkendali.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.