BIJB Kertajati Majalengka Kembali Terima Pengalihan Penerbangan
Mutiara Suci Erlanti September 07, 2026 08:32 PM

 

Laporan Kontributor Adim Mubaroq
 

TRIBUNCIREBON.COM, MAJALENGKA - Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati kembali menjadi titik pengalihan penerbangan pada Senin (7/9/2026).

Hal itu menyusul gangguan operasional penerbangan di Bandara Soekarno-Hatta akibat sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau.


GM/EGM BIJB Kertajati, Nuril Huda mengatakan, pihaknya kembali menerima pengalihan sejumlah penerbangan hari ini.

Salah satunya Garuda Indonesia yang terbang dari Aceh dan Kualanamu menuju Kertajati.


“Rencana untuk hari ini kita masih akan menerima pengalihan lagi beberapa maskapai. Salah satunya adalah Garuda Indonesia, yang saat ini sudah terbang dari Aceh dan Kualanamu menuju Kertajati,” ujar Nuril.

Baca juga: Detik-detik Ibu Kandung di Cidahu Kuningan Habisi dan Buang Jasad Bayinya, Terungkap di Rekonstruksi


Menurut Nuril, terdapat penerbangan kedatangan dan keberangkatan yang direncanakan berlangsung di BIJB Kertajati pada hari ini.


Untuk penerbangan keberangkatan, Garuda Indonesia melayani rute dari Kertajati menuju dua kota di Arab Saudi, yakni Jeddah dan Madinah.


Para penumpang yang akan melakukan perjalanan menuju Tanah Suci sebelumnya menjalani proses check-in di Bandara Soekarno-Hatta.


“Setelah selesai check-in, mereka akan naik bus, kemudian menuju Kertajati untuk melakukan clearance dan penerbangan melalui Kertajati,” katanya.


Berdasarkan data penerbangan, GA952 dengan rute Kertajati-Jeddah dijadwalkan berangkat pukul 22.00 waktu setempat dengan membawa 322 penumpang.


Sementara GA962 dengan rute Kertajati-Madinah dijadwalkan berangkat pukul 23.50 waktu setempat dengan membawa 385 penumpang.

Baca juga: Kapolres Majalengka: Kami Bersinergi Ciptakan Situasi Aman dan Kondusif di BIJB Kertajati


Total terdapat 707 jemaah umrah yang diberangkatkan melalui Kertajati. Seluruh jemaah tersebut terbagi dalam lima kloter.

Untuk mendukung keberangkatan, para jemaah dibawa menggunakan 20 unit bus DAMRI dari Terminal 2F.


Sementara itu, bagasi jemaah umrah diangkut menggunakan dua unit truk Fuso dari Terminal 2F.


Kertajati pun memperpanjang kesiapan operasionalnya. Jika biasanya layanan bandara berlangsung hingga sekitar pukul 18.00 WIB, dalam situasi saat ini Kertajati membuka operasional selama 24 jam.


“Bandara ini buka selama 24 jam. Karena kalau biasanya kita hanya sampai dengan jam 6 sore, tapi dengan kejadian ini, tadi pagi kita mengajukan notification to airmen bahwa Bandara Kertajati buka selama 24 jam,” ujar Nuril.


Ia memastikan kesiapan tidak hanya untuk menerima pesawat yang dialihkan, tetapi juga melayani penerbangan yang berangkat dari Kertajati.


“Pada prinsipnya kita support, baik untuk yang datang maupun yang berangkat. Untuk yang datang, kita juga menyiapkan semuanya, termasuk kita koordinasi dengan CIQ internasional. Dan untuk keberangkatan, kita pun juga menyiapkan segala fasilitas, baik itu terkait keselamatan, keamanan, serta yang lainnya,” katanya.


Nuril menambahkan, penerbangan yang terkonfirmasi terkait pengalihan tersebut masih didominasi penerbangan internasional.

Meski demikian, Bandara terbesar kedua di Indonesia ini tetap membuka kemungkinan menerima penerbangan domestik apabila dibutuhkan.


Kesiapan Kertajati sebagai bandara alternatif sebelumnya telah diuji ketika dua penerbangan Garuda dari Madinah dan Jeddah dialihkan ke Kertajati pada Minggu (6/9/2026) akibat dampak abu vulkanik Anak Krakatau terhadap operasional Soekarno-Hatta.


Hasil paper test di Kertajati menunjukkan bandara tersebut belum terdampak abu vulkanik sehingga masih memungkinkan digunakan untuk penerbangan.


Selain penerbangan Garuda Indonesia, data operasional Kertajati juga mencatat adanya penerbangan charter ExceuJet Australia Pty Ltd menggunakan Gulfstream G800 dengan nomor penerbangan T7VIC dari Singapura menuju Kertajati sekitar pukul 22.00 WIB.


Pesawat tersebut dijadwalkan bermalam atau remain overnight di Kertajati.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.