Program ini bertujuan membantu dan memberdayakan masyarakat, khususnya ibu rumah tangga dalam meningkatkan nilai tambah belimbing wuluh
PROHABA.CO, BANDA ACEH - Tim Dosen Universitas Syiah Kuala (USK) mendorong inovasi berbasis potensi lokal khususnya kepada Ibu Rumah Tangga (IRT) untuk mengembangkan sabun cuci piring berbahan dasar ekstrak belimbing wuluh atau belimbing sayur.
Kegiatan yang melibatkan dosen dari Teknik Kimia dan Farmasi USK ini, melakukan inovasinya melalui Program Pengabdian Kepada Masyarakat Berbasis Pembangunan Berkelanjutan (PKM-PBP) di Desa Barabung, Kecamatan Darussalam, Aceh Besar.
Ketua tim pelaksana Dr Ir Syaubari, M.Sc., bersama anggota tim apt. Nur Irhamni Sabrina, S.Farm., M.Farm., mengatakan, program ini bertujuan membantu dan memberdayakan masyarakat, khususnya ibu rumah tangga dalam meningkatkan nilai tambah belimbing wuluh.
Mengingat selama ini sebagian besar belimbing wuluh hanya digunakan oleh masyarakat, sebagai bahan masakan atau diolah menjadi asam sunti sebagai salah satu bumbu khas Aceh dengan nilai ekonomi yang relatif rendah.
“Kegiatan ini melibatkan kelompok ibu-ibu PKK Desa Barabung. Pelatihan pembuatan sabun cuci piring ekstrak belimbing wuluh ini menggunakan teknologi sederhana, aman, hemat energi, dan mudah diterapkan pada skala rumah tangga,” ucapnya.
Baca juga: USK Raih Penghargaan Kemenkum Aceh atas Kontribusi Riset, Inovasi dan Kekayaan Intelektual
Baca juga: Rumah Amal Masjid Jamik USK Salurkan Rp567 Juta, Diperuntukkan bagi 277 Penerima Manfaat
Dirinya mengungkapkan, target program ini adalah meningkatkan keterampilan peserta minimal 80 persen dalam memproduksi sabun cuci piring secara mandiri.
Lalu peserta diharapkan mampu menghasilkan produk sabun cuci piring berbasis ekstrak belimbing wuluh dengan kapasitas awal produksi minimal 50 botol per bulan, terbentuknya satu kelompok usaha masyarakat yang aktif dalam produksi dan pemasaran produk, serta peningkatan nilai tambah ekonomi dan pengurangan limbah organik.
“Program ini tidak hanya fokus pada peningkatan keterampilan teknis, tetapi juga membangun jiwa kewirausahaan masyarakat desa. Kami berharap Desa Barabung dapat menjadi contoh desa produktif berbasis ekonomi sirkular,” ujarnya.
Sekretaris Desa Barabung, Heri Muliadi, A.Md., menyambut baik inisiatif ini. Ia menyebut pelatihan tersebut memberi manfaat nyata bagi masyarakat. Warga kini tahu cara praktis dan sederhana dalam pembuatan sabun cuci piring dan memahami manfaat dari ekstrak belimbing wuluh.
Baca juga: Mahasiswa KKN USK Hadirkan Edukasi Interaktif untuk Murid MIN 17 Bireuen
“Ini peluang besar untuk meningkatkan ekonomi desa, apalagi sabun cuci piring juga merupakan kebutuhan rumah tangga dalam kehidupan sehari-hari,” katanya.
Dengan dukungan USK, Desa Barabung diharapkan dapat menjadi pionir pemanfaatan Belimbing Wuluh untuk produk bernilai tinggi, sekaligus mendorong kemandirian ekonomi masyarakat melalui inovasi lokal yang berkelanjutan.(*)