Harga Cabai Rawit di Sulut Tembus Rp 200 Ribu per Kg, Akademisi Ungkap Penyebab dan Dampaknya
Ventrico Nonutu September 07, 2026 09:22 PM

TRIBUNMANADO.CO.ID, Manado – Harga cabai rawit di sejumlah daerah di Sulawesi Utara (Sulut) mengalami lonjakan tajam. 

Di Kota Manado, harga cabai rawit bahkan menembus Rp200 ribu per kilogram.

Sementara di sejumlah daerah lainnya, termasuk Kota Tomohon, harga cabai rawit berada di kisaran Rp 190 ribu hingga Rp 195 ribu per kilogram.

Kenaikan harga komoditas yang menjadi salah satu kebutuhan utama masyarakat ini mendapat perhatian.

Salah satunya dari akademisi Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) Manado, Vecky Masinambow.

Saat dihubungi melalui WhatsApp, Senin (7/9/2026) malam, Vecky mengatakan, lonjakan harga cabai rawit saat ini tidak terlepas dari kondisi kemarau yang berdampak terhadap produksi.

“Harga cabai meroket dipastikan dipengaruhi kemarau,” beber Vecky kepada Tribun Manado.

Menurutnya, kondisi cuaca yang kering dapat memengaruhi tingkat produksi cabai.

Ketika pasokan berkurang sementara kebutuhan masyarakat tetap tinggi, harga di tingkat pasar pun berpotensi mengalami kenaikan.

Dari sisi ekonomi, kenaikan harga cabai juga perlu menjadi perhatian karena dapat memberikan tekanan terhadap inflasi dan meningkatkan biaya hidup masyarakat.

“Akibatnya bisa membuat tekanan pada inflasi dan biaya hidup dan tentunya biaya produksi pengusaha restoran,” jelas Akademisi di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unsrat itu.

Vecky menilai, kondisi tersebut tidak hanya dirasakan konsumen rumah tangga. 

Pelaku usaha, khususnya restoran dan sektor kuliner yang menggunakan cabai sebagai bahan baku, juga ikut terdampak karena harus mengeluarkan biaya produksi lebih besar.

Untuk menjaga ketersediaan pasokan, menurut Dosen Ekonomi Pembangunan itu, sumber daya air yang masih memungkinkan perlu dioptimalkan untuk membantu mempertahankan tingkat produksi cabai.

“Perlu dioptimalisasi sumberdaya air yang memungkinkan untuk menjaga tingkat produksi,” katanya.

Selain produksi, aspek distribusi juga menjadi hal penting yang perlu diperhatikan. 

Distribusi yang lancar diperlukan agar pasokan cabai dari daerah penghasil dapat sampai ke pasar dan konsumen dengan baik.

“Di samping itu aspek distribusi perlu diperhatikan,” pungkasnya.

(TribunManado.co.id/Pet)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.