BANJARMASINPOST.CO.ID, MARTAPURA - Kemarau panjang semakin terasa di sejumlah wilayah Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan.
Hingga 6 September 2026, sebanyak 52 desa yang tersebar di 15 kecamatan mengalami dampak kekeringan.
Persoalan yang dihadapi warga tidak selalu berupa ketiadaan sumber air.
Pada daerah Kecamatan Aluhaluh, misalnya, air masih ditemukan di sejumlah sumber, tetapi kualitasnya menurun drastis karena terasa sangat asin akibat pengaruh instrusi air laut.
Camat Aluh-Aluh Aditya Yudi Dharma mengatakan kondisi tersebut membuat sumber air yang tersedia tak bisa digunakan masyarakat untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
“Airnya sebenarnya masih ada. Tetapi sekarang asinnya luar biasa, sudah seperti air pantai,” ujar Aditya sapaanya, Senin (7/9/2026).
Baca juga: Kemarau Picu Krisis Air Bersih, BPBD Banjar Kerahkan Tangki ke 13 Kecamatan
Menurut Aditya, kondisi air asin tahun ini dirasakan lebih parah dibandingkan sebelumnya.
Intrusi air laut dan pengaruh pasang membuat air asin masuk ke sumber-sumber yang selama ini dimanfaatkan warga.
Dampaknya tidak hanya dirasakan untuk kebutuhan minum dan memasak. Warga juga menghadapi kesulitan mendapatkan air yang layak untuk mandi, mencuci dan kebutuhan rumah tangga lainnya.
Kondisi serupa membuat distribusi air bersih oleh Pemerintah Kabupaten Banjar melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) masih terus berjalan.
Data BPBD Kabupaten Banjar mencatat, hingga 6 September, bantuan air bersih yang telah disalurkan mencapai 2.056.950 liter ke wilayah terdampak.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Banjar Wasis Nugraha mengatakan layanan distribusi tetap dibuka bagi desa yang mengalami krisis air. Namun, desa penerima bantuan perlu menyiapkan tempat penampungan terlebih dahulu.
“Untuk saat ini, tandon sudah habis dipinjam pakaikan ke desa yang krisis air terlebih dahulu. Apabila desa ingin mengajukan, diharapkan desa menyiapkan dulu tandonnya atau tempat penampungan air lainnya. BPBD siap untuk dropping airnya,” katanya.
Menurut Wasis, keberadaan tandon atau tempat penampungan menjadi salah satu hal penting dalam proses distribusi. Dengan begitu, air yang dikirim dapat langsung ditampung dan dimanfaatkan masyarakat.
Penyaluran air juga masih dilakukan secara bertahap sesuai tingkat kebutuhan masing-masing wilayah.
Pada Minggu (6/9/2026), satu armada tangki BPBD dikerahkan ke Kecamatan Beruntung Baru.
Sebanyak 5.000 liter air didistribusikan ke Desa Babirik dan Desa Muara Halayung untuk mengisi lima tandon.
Penyaluran kemudian dilanjutkan ke Desa Salat Makmur dengan volume yang sama, yakni 5.000 liter. Air tersebut digunakan untuk mengisi empat tandon serta tempat penampungan milik warga.
Dengan demikian, dalam satu hari BPBD menyalurkan 10.000 liter air bersih di Kecamatan Beruntung Baru. Distribusi turut dibantu personel Polri dan Relawan Combat.
Untuk penyaluran di Babirik dan Muara Halayung, lima tandon yang menjadi sasaran pengisian dilaporkan terisi penuh.
Perkembangan jumlah wilayah terdampak menunjukkan cakupan kekeringan terus bertambah.
Pada 3 September lalu, BPBD mencatat 48 desa di 13 kecamatan terdampak dengan total distribusi air mencapai 1.924.150 liter.
Dalam kurun tiga hari, jumlah desa terdampak bertambah empat desa dan cakupan kecamatan meningkat menjadi 15 wilayah. Sementara total air yang sudah disalurkan bertambah 132.800 liter.
Wasis memastikan pemantauan dan pendistribusian air tetap dilakukan dengan memprioritaskan wilayah yang akses air bersihnya paling terbatas.
“Air bersih merupakan kebutuhan dasar masyarakat. Karena itu, kami terus melakukan pemantauan dan pendistribusian secara bertahap ke wilayah yang membutuhkan, dengan melibatkan unsur terkait di lapangan,” ujarnya.
Baca juga: Banjarmasin Terancam Krisis Air, PAM Bandarmasih Setop Produksi Intake Sungai Bilu
Selain personel BPBD, penanganan juga melibatkan pemerintah desa, aparat keamanan dan relawan untuk mempercepat distribusi.
BPBD kembali mengingatkan desa yang mengalami krisis air agar menyiapkan tandon atau tempat penampungan mandiri. Dengan kesiapan tersebut, bantuan air dapat segera dikirim ketika pengajuan diterima.
“Kami akan terus memastikan distribusi air menjangkau wilayah yang paling membutuhkan,” kata Wasis. (Banjarmasinpost.co.id/Nurholis Huda)