Paripurna Milad Samudera Pasai Ke-800, DPRK dan Jajaran Pemkab Kenakan Busana Adat & Berbahasa Aceh
Mursal Ismail September 07, 2026 11:03 PM

Laporan Wartawan Serambi Indonesia, Jafaruddin I Aceh Utara

SERAMBINEWS.COM,LHOKSUKON – Busana adat Aceh dan bahasa Aceh mewarnai Rapat Paripurna Istimewa DPRK Aceh Utara dalam rangka memperingati Milad Samudera Pasai ke-800 tahun, Minggu (6/9/2026).

Bupati Aceh Utara H Ismail A Jalil, pimpinan serta anggota DPRK tampil dalam busana adat Aceh pada rapat yang khusus digelar untuk mengenang delapan abad perjalanan Samudera Pasai.

Rapat paripurna dipimpin Ketua DPRK Aceh Utara Arafat SE MM dan dihadiri Bupati Aceh Utara H Ismail A Jalil SE MM, Wakil Bupati Tarmizi SIKom, Sekretaris Daerah, para asisten.

Kemudian unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), pimpinan dan anggota DPRK Aceh Utara, Sekretaris DPRK, para kepala SKPK, pimpinan BUMD, para kepala bagian, camat, serta undangan lainnya.

Rangkaian acara diawali pembacaan ayat suci Al-Qur'an, dilanjutkan shalawat, kemudian menyanyikan lagu Indonesia Raya dan lagu kebangsaan Aceh yang dibawakan grup Peu Saboh Hate.

Pesan sejarah tentang Bumi Samudera Pasai kemudian disampaikan Peutua Adat Aceh Utara, Tgk T Idris Thaib.

Baca juga: VIDEO - Air Laut Lampung Mendadak Surut, Warganet Kaitkan dengan Anak Krakatau

Ia mengingatkan kembali kejayaan Samudera Pasai sebagai salah satu pusat peradaban Islam, ilmu pengetahuan, dan perdagangan di Nusantara.

Menurutnya, peringatan 800 tahun Samudera Pasai harus menjadi momentum untuk menjaga warisan sejarah dan budaya agar tetap hidup serta dikenal generasi mendatang.

Bupati Aceh Utara H Ismail A Jalil dalam kesempatan tersebut mengajak seluruh elemen masyarakat menjadikan sejarah Samudera Pasai sebagai sumber inspirasi untuk memperkuat jati diri daerah.

Ia juga menekankan pentingnya menjaga warisan sejarah dan budaya sebagai bagian dari upaya membangun Aceh Utara yang lebih maju.

Sementara itu, Ketua DPRK Aceh Utara Arafat mengatakan peringatan 800 tahun Samudera Pasai merupakan momentum penting untuk memperkuat kesadaran sejarah sekaligus jati diri masyarakat Aceh Utara.

"Sejarah Samudera Pasai nyan bukon mantong sejarah masa dilee, tapi nyan adalah jati diri tanyoe. 

Delapan ratus thon Samudera Pasai menjadi bukti kejayaan peradaban Aceh Utara yang patut tanyoe jaga dan wariskan ke generasi muda," ujar Arafat.

Baca juga: Najiatul Husna, Mahasiswi Akuntansi Unimal Juara 1 Sayembara Tingkat Dayah se-Aceh Utara

Ia mengajak seluruh elemen masyarakat bersama-sama menjaga warisan sejarah, adat, dan budaya Samudera Pasai agar tidak berhenti sebagai catatan masa lalu, tetapi menjadi sumber nilai bagi generasi muda.

Rangkaian acara dilanjutkan dengan doa bersama dan penampilan lagu “Aceh Lon Sayang” oleh grup Peu Saboh Hate.

Peringatan Milad Samudera Pasai ke-800 tahun tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial. 

Momentum itu juga diharapkan memperkuat kecintaan masyarakat terhadap sejarah dan budaya Aceh Utara serta mendorong generasi muda mengenal dan melestarikan warisan leluhurnya. (*)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.