Peserta Peksiminas 2026 Terkendala Penerbangan Imbas Erupsi Gunung Anak Krakatau
Pipit Maulidya September 07, 2026 11:05 PM

 

SURYA.co.id, JEMBER - Erupsi Gunung Anak Krakatau berdampak pada perjalanan sejumlah peserta Pekan Seni Mahasiswa Nasional (Peksiminas) XVIII Tahun 2026 menuju Jember.

Gangguan penerbangan membuat beberapa peserta mengalami penundaan perjalanan. Kondisi tersebut kemudian diantisipasi Universitas Jember (Unej) bersama Badan Pembina Seni Mahasiswa Indonesia (BPSMI) dengan menyiapkan sejumlah penyesuaian.

Peksiminas XVIII Tahun 2026 berlangsung di Universitas Jember pada 8-10 September 2026.

Baca juga: Bupati Fawait Ungkap Penyebab Antrean BBM di Jember Makin Panjang

Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Universitas Jember, Fendi Setyawan, mengatakan terdapat peserta yang mengalami kendala perjalanan akibat terganggunya penerbangan.

“Memang ada kendala sebagian terkait dengan Gunung Anak Krakatau yang mengganggu penerbangan sehingga ada beberapa yang masih delay," ujar Fendi, Senin (7/9/2026).

Panitia kemudian berkoordinasi dengan BPSMI Pusat dan dewan juri untuk mencari solusi bagi peserta yang terdampak, tanpa mengesampingkan ketentuan perlombaan.

Peserta Terlambat Tetap Bisa Tampil

Fendi menjelaskan, peserta yang mengalami keterlambatan tiba di Jember tetap diberikan kesempatan mengikuti perlombaan.

Peserta yang terlambat dapat dijadwalkan tampil pada hari berikutnya atau ditempatkan pada urutan penampilan terakhir.

Kebijakan tersebut disiapkan agar peserta yang terkendala perjalanan tetap memiliki kesempatan mengikuti kompetisi.

Sementara bagi peserta yang benar-benar tidak memungkinkan hadir secara langsung, panitia menyiapkan fasilitas untuk mengikuti perlombaan secara daring.

“Kalau tidak memungkinkan lagi untuk hadir, ruang Zoom mungkin kami sediakan. Terkait penilaiannya seperti apa, menjadi diskresi juri. Kami sebagai penyelenggara menyiapkan sarana dan prasarana agar semua tetap bisa terlibat,” tegas Fendi.

13 Kontingen Sudah Registrasi
Hingga Senin (7/9/2026) pukul 10.00 WIB, sebanyak 13 kontingen provinsi telah melakukan registrasi.

Jumlah tersebut diperkirakan masih bertambah hingga proses registrasi ditutup.

Sejumlah kontingen juga telah tiba di Jember dan mulai melakukan registrasi serta mempersiapkan diri mengikuti rangkaian Peksiminas XVIII.

Untuk membantu peserta selama berada di Jember, Unej melibatkan mahasiswa sebagai liaison officer (LO).

LO mendampingi masing-masing kontingen sekaligus membantu panitia memantau kondisi peserta, termasuk mereka yang masih dalam perjalanan atau mengalami kendala menuju Jember.

Dengan pendampingan tersebut, koordinasi dapat dilakukan sejak peserta tiba di Jember hingga mengikuti seluruh rangkaian kegiatan.

Peksiminas Jadi Ruang Pembinaan Talenta Seni
Mewakili BPSMI Pusat, Eko Sri Haryanto mengatakan penyesuaian bagi peserta yang terdampak gangguan perjalanan dilakukan dengan mempertimbangkan semangat pembinaan dalam penyelenggaraan Peksiminas.

Kompetisi tersebut tidak hanya ditujukan untuk mencari pemenang, tetapi juga menjadi ruang pertemuan bagi talenta-talenta seni mahasiswa dari berbagai wilayah Indonesia.

Peksiminas XVIII Tahun 2026 diikuti 891 peserta dari 157 perguruan tinggi dan dua BPSMI provinsi di Indonesia.

Sebanyak 15 tangkai seni dipertandingkan dalam ajang tersebut, mulai dari seni pertunjukan, sastra hingga seni rupa.

Beberapa di antaranya yakni penulisan puisi, menyanyi dangdut, monolog, lukis, tari, komik strip, fotografi, penulisan lakon, serta menyanyi keroncong.

Dewan juri berasal dari unsur akademisi dan praktisi. Keterlibatan mereka diharapkan dapat mempertemukan pembinaan seni di perguruan tinggi dengan perkembangan dunia seni dan industri.

Peksiminas Juga Kenalkan Potensi Lokal Jember
Selain menjadi ajang kompetisi seni mahasiswa, Peksiminas XVIII juga menjadi kesempatan untuk memperkenalkan potensi lokal Jember kepada peserta dari berbagai daerah.

Sejumlah tangkai lomba mengangkat potensi lokal sebagai bagian dari tema karya.

Selain itu, Pasar Peksiminas turut menghadirkan pelaku UMKM serta menjadi ruang interaksi antara peserta dengan masyarakat.

Dengan adanya skema penyesuaian perjalanan tersebut, Unej dan BPSMI berupaya memastikan peserta yang terdampak gangguan penerbangan tetap dapat terlibat dalam Peksiminas 2026.

WHAT NEXT: Panitia akan terus memantau kondisi perjalanan kontingen dan menyesuaikan teknis penampilan bagi peserta yang terlambat maupun tidak dapat hadir langsung, dengan tetap mempertimbangkan ketentuan perlombaan dan keputusan dewan juri.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.