TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Operasional penerbangan di Bandara Husein Sastranegara Bandung kembali dihentikan sementara hingga 23:59 WIB pada Senin (7/9/2026).
Langkah tersebut ditempuh menyusul meningkatnya aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau, serta memperhatikan aspek keselamatan penerbangan.
General Manager Bandara Husein Sastranegara, Granito W Hindrawan, mengonfirmasi bahwa pembatalan operasional tersebut mencakup rute domestik menuju dan dari Bandung.
Sebanyak 14 penerbangan terpaksa dibatalkan demi keselamatan penerbangan, dengan total penumpang terdampak mencapai 1.365 orang.
"Ada 14 flight yang dibatalkan, terdiri dari 7 jadwal keberangkatan dan 7 jadwal kedatangan," ujar Granito dalam keterangannya kepada awak media, Senin (07/09/2026)
Sejumlah rute kedatangan yang mengalami pembatalan diantaranya; Palembang, Kualanamu, Denpasar, Balikpapan, Surabaya, Pangandaran, dan Halim Perdanakusuma.
Baca juga: Penerbangan di Bandara Husein Batal, Penumpang Pilih Naik Kereta dan Jadwal Ulang
Adapun rute keberangkatan diantaranya; Palembang, Denpasar, Surabaya, Balikpapan, Kualanamu, Halim Perdanakusuma, dan Pangandaran.
"Sampai dengan hari ini kita sudah menerbitkan Notice to Airmen (NOTAM) aerodrome closed yang berlaku sampai dengan pukul 18.00 WIB," tegas Granito.
Komandan Pangkalan TNI AU (Danlanud) Husein Sastranegara Marsma TNI MD Irman Fathurrahman mengatakan, hasil paper test yang dilakukan sejak tadi pagi menunjukkan hasil negatif.
Kondisi tersebut belum menjadi dasar untuk kembali membuka operasional penerbangan di Bandara Husein Sastranegara, Kota Bandung.
"Memang untuk tadi pukul 09.30 WIB pengecekan menggunakan paper test di wilayah Banjar sendiri sudah negatif. Tetapi itu bukan berarti kumpulan abu vulkanik tersebut di aerodrome sudah tidak ada," ujar dia.
Menurutnya, abu vulkanik masih mungkin berada di udara pada level atau ketinggian tertentu.
"Sampai dengan saat ini dilihat dari citra satelit pergerakan tersebut berada di wilayah sebelah selatan," katanya.
Dia menjelaskan, pemantauan abu vulkanik telah dilakukan sejak Minggu (6/9/2026) melalui koordinasi dengan AirNav Indonesia dan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).
Saat itu, kondisi di Jakarta telah menunjukkan adanya abu vulkanik berdasarkan pengecekan menggunakan paper test.
"Jadi, kita mulai dari kemarin koordinasi dengan AirNav, dengan BMKG. Mulai pagi di mana isu tersebut memang di Jakarta sudah positif, sudah ada penampakan namanya menggunakan paper test," ujarnya.
Paper test digunakan untuk mengecek apakah sudah terdapat abu vulkanik di suatu wilayah.
Pengecekan di sekitar wilayah Bandung pada Minggu pagi masih menunjukkan hasil negatif. Namun, kondisi berubah pada siang harinya.
"Sampai dengan jam 10.00 kemarin siang masih negatif. Tetapi jam 11.00 abu tersebut sudah turun," katanya.
Dia menyebut pergerakan abu vulkanik tersebut bergerak dari arah barat ke timur. Kondisi itu kemudian dikoordinasikan dengan otoritas bandara yang merupakan perwakilan Kementerian Perhubungan dan AirNav Indonesia.
Setelah koordinasi tersebut, AirNav menerbitkan Notice to Airmen (NOTAM) terkait penutupan operasional penerbangan di Bandara Husein Sastranegara. (*)