Jumlah Penduduk Tana Tidung Kaltara Naik 600 Jiwa, Disdukcapil: Didominasi Pindah Datang
Cornel Dimas Satrio September 07, 2026 11:14 PM

 

TRIBUNKALTARA.COM, TANA TIDUNG - Update jumlah penduduk di Kabupaten Tana Tidung, Kalimantan Utara (Kaltara), mencapai 30.925 jiwa pada semester pertama di tahun 2026.

Angka tersebut mengalami peningkatan sekitar 600 jiwa dibandingkan periode sebelumnya yang tercatat sebanyak 30.315 jiwa.

Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Tana Tidung Rahmawani mengatakan, peningkatan jumlah penduduk tersebut lebih banyak dipengaruhi pergerakan penduduk, khususnya pindah datang.

"Pindah datang yang mendominasi, kalau kelahiran dan lainnya itu stabil saja," kata Rahmawani kepada TribunKaltara.com, Senin (7/9/2026).

Berdasarkan data semester pertama 2026, jumlah penduduk laki-laki masih mendominasi dengan 16.453 jiwa.

Sementara jumlah penduduk perempuan tercatat sebanyak 14.472 jiwa.

Baca juga: Disdukcapil Tana Tidung Sebut Capaian IKD 15,23 Persen, Jemput Bola Jadi Kunci Peningkatan

4 Faktor Perubahan Jumlah Penduduk

Rahmawani menjelaskan, terdapat empat faktor utama yang memengaruhi perubahan jumlah penduduk di Kabupaten Tana Tidung.

Keempat faktor tersebut yakni kelahiran, kematian, penduduk pindah keluar dan penduduk yang datang.

"Perubahan jumlah penduduk itu dipengaruhi empat hal, yaitu kelahiran, kematian, pindah keluar dan datang. Itu yang memengaruhi naik turunnya jumlah penduduk Tana Tidung," ujarnya.

Menurutnya, jumlah penduduk sebenarnya dapat berubah setiap hari seiring adanya peristiwa kependudukan.

Namun, data yang dipublikasikan kepada masyarakat tidak dilakukan setiap saat.

Disdukcapil Tana Tidung menunggu data resmi yang dirilis Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dirjen Dukcapil) Kementerian Dalam Negeri.

"Data ini kan naik turun, setiap hari itu sebenarnya bisa berubah. Cuma kami untuk publikasi tetap menunggu rilis dari Dirjen Capil," jelasnya.

Rahmawani mengatakan, Disdukcapil pada prinsipnya menjalankan pelayanan administrasi kependudukan. Mulai dari pelayanan penduduk pindah datang, pencatatan akta kematian hingga pencatatan kelahiran.

Data dari pelayanan tersebut kemudian dikonsolidasikan dan menunggu rilis dari Dirjen Dukcapil sebelum dapat dipublikasikan.

"Kami hanya sebatas pelayanan saja. Setelah itu data konsolidasinya kami tunggu. Setelah Dirjen Capil rilis baru kami boleh publikasi," katanya.

Ia menyebut, data kependudukan tersebut memiliki peran penting dalam perencanaan pembangunan daerah.

Jumlah penduduk menjadi salah satu dasar pemerintah dalam menentukan berbagai kebutuhan pembangunan, termasuk perhitungan Dana Alokasi Umum (DAU).

"Jumlah penduduk kan dasar perhitungan. Misalnya kebutuhan Dana Alokasi Umum, untuk perencanaan program pembangunan pasti yang ditanya jumlah penduduk," ujarnya.

Karena itu, perubahan jumlah penduduk akan turut memengaruhi perencanaan program dan kegiatan pemerintah daerah.

Penduduk Paling Sedikit di Indonesia

Rahmawani menyebut Kabupaten Tana Tidung saat ini masih menjadi salah satu daerah dengan jumlah penduduk paling sedikit di Indonesia.

"Kalau tidak salah kita nomor tiga jumlah penduduk terendah se-Indonesia. Yang terendah itu Supiori, Papua. Kalau di Kaltara memang kita paling rendah," tuturnya.

Terkait upaya meningkatkan maupun mengendalikan jumlah penduduk, Rahmawani menjelaskan hal tersebut bukan menjadi kewenangan utama Disdukcapil.

Menurutnya, Disdukcapil lebih berperan dalam pencatatan administrasi kependudukan.

Sementara urusan pengendalian penduduk dan keluarga berencana berada pada perangkat daerah yang membidangi kesehatan.

"Kami pada prinsipnya pencatatan administrasinya saja. Kalau pengendalian penduduk itu bukan kewenangan kami," kata Rahmawani.

Ia mengatakan, upaya memengaruhi pertumbuhan penduduk dapat dilakukan melalui berbagai kebijakan sesuai kebutuhan daerah. Di antaranya edukasi kepada masyarakat terkait keluarga berencana hingga upaya mendatangkan penduduk melalui program tertentu seperti transmigrasi.

"Untuk penambahan kan upaya-upaya itu banyak, seperti transmigrasi bisa juga mendatangkan penduduk," pungkasnya.

(*)

Penulis : Rismayanti

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.