Kinerja Pegadaian Kanwil VI Moncer: Laba Melonjak 36,52 Persen, Nasabah Naik 4,11 Persen
Imam Wahyudi September 07, 2026 11:21 PM

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - PT Pegadaian (Persero) Kantor Wilayah (Kanwil) VI mencatat pertumbuhan kinerja positif hingga kuartal II atau Juni 2026.

Pegadaian Kanwil VI mencakup Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat, Sulawesi Tenggara, dan Maluku (SulSelBarRa Maluku).

Kinerja Pegadaian Kanwil VI dipaparkan manajemen dalam acara konferensi pers dan media garhering di lantai 19 Karebosi Premier, Jalan Jenderal M Jusuf, Makassar, Senin (7/9/2026) sore.

Hadir Pemimpin Wilayah Pegadaian Kanwil VI Pratikno, Kepala Departemen Business Support Pegadaian Kanwil VI Deddy Suryady, dan Deputi Operasional Pegadaian Kanwil VI SulSelBarRa Maluku Andi Syam.

Beberapa capaian yang dipaparkan di antaranya Outstanding Loan Gross atau OSL Gross Pegadaian Kanwil VI yang hingga Juni 2026 mencapai Rp17,37 triliun.

OSL Gross merupakan total saldo pinjaman atau piutang aktif yang masih belum lunas dibayar oleh nasabah kepada lembaga keuangan (seperti Pegadaian) sebelum dikurangi oleh cadangan kerugian penurunan nilai.

Angka OSL Gross Pegadaian Kanwil VI tersebut tumbuh 53,16 persen secara year-on-year (YoY) dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Kepala Departemen Business Support PT Pegadaian Kanwil VI, Deddy Suryady, mengatakan capaian tersebut telah mencapai target Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) 2026.

“Untuk outstanding loan kami sampai dengan kuartal dua itu pencapaian kami ada di Rp17,37 triliun, naik 53,16 persen secara year-on-year. Dan secara achievement angka RKAP tahun 2026, alhamdulillah telah tercapai di 115,57 persen,” kata Deddy.

Selain pertumbuhan pembiayaan, Pegadaian Kanwil VI juga membukukan laba Rp1,23 triliun hingga akhir Juni 2026.

Capaian laba tersebut tumbuh 36,52 persen secara year-on-year dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya.

Menurut Deddy, pertumbuhan laba berjalan seiring dengan meningkatnya aktivitas bisnis dan jumlah nasabah Pegadaian di Kanwil VI.

Hingga Juni 2026, jumlah nasabah aktif Pegadaian Kanwil VI tercatat mencapai 1.654.231 nasabah.

Jumlah tersebut meningkat 4,11 persen secara year-on-year.

Di tengah pertumbuhan bisnis tersebut, kualitas kredit Pegadaian Kanwil VI juga tetap terjaga.

Rasio kredit bermasalah atau non-performing loan (NPL) seluruh produk tercatat sebesar 0,88 persen hingga Juni 2026.

Angka tersebut berada di bawah 1 persen.

“Dan alhamdulillah juga secara kualitas kredit ya, secara NPL kami ada di 0,88 persen, masih sangat sehat di bawah 1 persen,” kata Deddy.

Salah satu produk yang mencatat pertumbuhan paling tinggi di Pegadaian Kanwil VI adalah Cicil Emas.

Outstanding Cicil Emas Pegadaian Kanwil VI mencapai Rp1,14 triliun hingga Juni 2026.

Nilai tersebut melonjak 125,67 persen secara year-on-year.

Menurut Deddy, Cicil Emas saat ini menjadi salah satu produk unggulan Pegadaian selain layanan gadai.

“Yang paling kami banggakan juga adalah outstanding Cicil Emas. Karena ini salah satu produk primadona kami saat ini selain produk gadai,” katanya.

Dari sisi gramasi, omzet Cicil Emas Pegadaian Kanwil VI mencapai 459,2 kilogram emas hingga Juni 2026.

Jumlah tersebut mendekati setengah ton emas.

Produk Cicil Emas memungkinkan masyarakat mengontrak harga emas sejak awal, kemudian membayarnya secara bertahap sesuai kemampuan hingga lunas.

Sementara itu, Pegadaian juga mencatat pertumbuhan minat masyarakat terhadap produk Tabungan Emas.

Hingga Juni 2026, saldo Tabungan Emas nasabah Pegadaian Kanwil VI Sulselbar Maluku mencapai 1,05 ton emas.

Deddy, menjelaskan Tabungan Emas dan Cicil Emas merupakan dua produk berbeda, meski sama-sama dapat digunakan masyarakat sebagai salah satu instrumen investasi emas.

Pada produk Cicil Emas, nasabah mengunci harga emas sejak awal kontrak dan melunasinya secara bertahap.

Sementara melalui Tabungan Emas, masyarakat dapat menabung emas secara fleksibel sesuai kemampuan.

“Tabungan Emas kita tabung setiap bulan, setiap saat, besarannya pun berapa boleh,” jelas Deddy.

Menurutnya, saldo Tabungan Emas yang telah mencapai lebih dari satu ton menunjukkan tingginya minat masyarakat untuk mulai berinvestasi emas.

“Artinya memang animo masyarakat sangat besar untuk mulai berinvestasi, kesadaran masyarakat sangat besar untuk mulai investasi emas. Dan salah satu pintu untuk memulai itu ada di Pegadaian tentunya,” katanya.

Pengguna Tring! Capai 507.237 Nasabah

Pertumbuhan bisnis Pegadaian Kanwil VI juga didukung oleh transformasi digital melalui platform Tring!.

Tring! adalah aplikasi keuangan digital resmi dari PT Pegadaian untuk memudahkan nasabah melakukan investasi emas dan transaksi gadai dalam satu genggaman.

Hingga Juni 2026, jumlah pengguna Tring! Pegadaian Kanwil VI mencapai 507.237 nasabah.

Deddy mengatakan sebagian besar pengguna memanfaatkan platform digital tersebut untuk melakukan transaksi investasi.

Namun, aplikasi Tring! juga digunakan untuk mempermudah berbagai transaksi produk Pegadaian lainnya.

Nasabah yang memiliki transaksi gadai maupun cicilan tidak harus selalu mendatangi outlet.

Sebab, berbagai transaksi dapat dilakukan melalui aplikasi Tring!.

Ia menjelaskan kehadiran Tring! memberikan kemudahan bagi masyarakat yang memiliki transaksi gadai maupun cicilan di Pegadaian.

“Jadi bukan cuma investasi, tapi dengan Tring ini bagi masyarakat yang mempunyai gadaian atau cicilan di Pegadaian itu tanpa perlu datang ke outlet bisa bertransaksi lewat kemudahan aplikasi ini,” jelas Deddy.(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.