Laporan wartawan TribunJatim.com, Misbahul Munir
TRIBUNJATIM.COM, BOJONEGORO - Masyarakat Bojonegoro dikagetkan oleh penemuan jenazah seorang nenek.
Jenazah itu ditemukan di lahan Perhutani tepatnya di wilayah Desa Tanggir, Kecamatan Malo, Kabupaten Bojonegoro, Minggu sore (6/9/2026).
Mayat perempuan tersebut ditemukan warga yang diketahui tengah membersihkan lahan pertanian hutan di wilayah Petak 73 KPH Kampak. Saat ditemukan kondisi jenasah sudah membusuk dan mengering hingga sulit dikenali.
Peristiwa penemuan mayat tersebut selanjutnya dilaporkan ke Mapolsek Malo untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut dan mengevakuasi mayat tersebut.
Kapolsek Malo, AKP Suryanto membenarkan adanya peristiwa penemuan mayat tersebut.
Dia menjelaskan berdasarkan olah tempat kejadian perkara (TKP) oleh Unit Identifikasi Satreskrim dan Urkes Polres Bojonegoro diketahui jenasah yang ditemukan merupakan perempuan asal Kabupaten Tuban.
Korban diketahui bernama Kartini (88) warga Dusun Karasaan, Desa Kumpulrejo RT 001 RW 001, Kecamatan Parengan, Kabupaten Tuban.
Baca juga: Penemuan Jenazah Pria di Selokan Lapangan Kodim Ponorogo Bikin Gempar, Keluar Cairan dari Hidung
Menurutnya korban sebelumnya dilaporkan hilang oleh pihak keluarga sejak dua pekan lalu.
"Hasil identifikasi kepolisian, Kartini sebelumnya telah dilaporkan hilang oleh keluarganya sejak 23 Agustus 2026," ungkap Suryanto, senin (7/9/2026).
Setelah dilakukan olah TKP dan pemeriksaan awal, lanjut Suryanto, jenazah korban selanjutnya dievakuasi ke RSUD dr R Sosodoro Djatikoesoemo Bojonegoro. Setelah proses identifikasi polisi kemudian menghubungi keluarga untuk memastikan jenazah yang ditemukan tersebut.
Keluarga yang datang dan melihat jenazah kemudian meyakini bahwa korban merupakan Kartini yang dikenali dari ciri-ciri pakain terakhir yang dikenakannya sebelum meninggalkan rumah pada 23 Agustus 2026 yang lalu.
“Pihak keluarga meyakini dengan melihat ciri kaus yang dipakai oleh korban pada saat terakhir meninggalkan rumah,” bebernya.
Pihak keluarga, lanjut Kapolsek, menerima kejadian tersebut sebagai musibah.
Keluarga juga menolak dilakukan autopsi terhadap jenazah dan menyatakan penolakan tersebut melalui surat pernyataan.
”Jenazah korban telah kami serahkan kepada keluarga untuk dilakukan proses pemakaman,” pungkasnya.
Informasi lengkap dan menarik lainnya baca di TribunJatim.com