Dampak Erupsi Anak Krakatau, Skuad Persebaya dan Persija Putar Otak untuk Pulang
Luky Setiyawan September 07, 2026 11:54 PM

TRIBUNJATIMTIMUR.COM - Erupsi Gunung Anak Krakatau berdampak pada segala hal, termasuk sepak bola.

Ada dua tim Super League 2026/2027 yang kena dampak erupsi Gunung Anak Krakatau, yakni Persebaya Surabaya dan Persija Jakarta.

Sebagai informasi, Persebaya Surabaya dan Persija Jakarta melakoni laga tandang pada pekan pertama Super League 2026/2027.

Bajul Ijo bertandang ke markas Bhayangkara FC di Stadion Sumpah Pemuda, Bandar Lampung, sementara Macan Kemayoran bertanding di markas Borneo FC di Stadion Segiri, Samarinda pada Sabtu (5/9/2026).

Baca juga: Saddil Ramdani Kabarnya Bakal Gabung Persebaya, Posisi Malik Risaldi Potensi Terancam

Baca juga: Jadwal Pekan Kedua Super League 2026/2027, Persija vs Persib, Arema FC, Persebaya

Namun, erupsi Gunung Anak Krakatau yang terjadi sejak Jumat (4/9/2026) membuat Persebaya Surabaya dan Persija Jakarta putar otak untuk pulang ke kota asal masing-masing, Surabaya dan Jakarta.

Hal ini dikarenakan sebaran abu vulkanik dari erupsi membuat perjalanan udara menjadi terganggu.

Seperti yang dikabarkan, abu hasil erupsi sudah menyebar sampai Jakarta, Banten, hingga Bandar Lampung.

Karena sebaran abu vulkanik inilah, sejumlah bandara yang turut terdampak, salah satunya Bandara Soekarno-Hatta, harus berhenti beroperasi sementara.

Pemberhentian operasi sementara sejumlah bandara membuat Persebaya Surabaya dan Persija Jakarta mencari opsi lain.

Untuk Persebaya Surabaya, mereka mengubah rencana perjalanan pulang mereka, dari yang semula melalui jalur udara menjadi jalur laut dan darat.

Bahkan, dalam unggahan resminya, Persebaya Surabaya sempat tertahan di Bandar Lampung sampai Minggu (6/9/2026) pagi WIB.

Mereka baru bisa melakukan perjalanan pada pukul 07.00 melalui jalur darat menuju Pelabuhan Bakauheni untuk menyeberang menuju Merak.

Sesampainya di Merak, Bajul Ijo akan bertolak menuju Surabaya menggunakan jalur darat.

Adapun Persija Jakarta menggunakan strategi yang berbeda.

Manajemen tim Macan Kemayoran harus melakukan penyesuaian destinasi perjalanan udara.

Awalnya, tim asuhan Shin Tae-yong itu langsung melakukan penerbangan langsung dari Samarinda menuju Jakarta.

Situasi terkini membuat Persija Jakarta harus menempuh jalan memutar.

Mereka harus berangkat ke Balikpapan terlebih dahulu setelah bertanding dari Samarinda.

Setelahnya, Persija akan terbang ke Yogyakarta.

Dari Yogyakarta, Persija akan melanjutkan perjalanan langsung ke Jakarta.

Namun, pihak manajemen tidak menjelaskan cara untuk menempuh perjalanan dari Yogyakarta ke Jakarta.

"Dampak erupsi Anak Krakatau membuat perjalanan Persija menuju Jakarta mengalami penyesuaian rute. Dari semula Samarinda–Jakarta, menjadi Samarinda–Balikpapan–Yogyakarta–Jakarta," tulis pernyataan resmi Persija Jakarta, dilansir dari BolaSport.com.

Sementara itu, dari unggahan yang beredar di media sosial, skuad Persija Jakarta tampak melakoni latihan terlebih dahulu di Samarinda sebelum pulang karena tertahan imbas penutupan sejumlah bandara di Jakarta dampak erupsi Gunung Anak Krakatau.

Update Erupsi Gunung Anak Krakatau

Aktivitas Gunung Anak Krakatau berdampak pada sebaran abu vulkanik di sejumlah wilayah. 

Banten menjadi kawasan yang berpotensi terdampak pergerakan abu vulkanik yang terus dipantau oleh pihak terkait.

Informasi tersebut, berdasarkan laporan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengenai sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau (GAK) pada Senin (7/9/2026), pukul 21.00 WIB.

Dikutip Tribunnews.com dari akun Instagram resmi @bmkgwilayah2, abu vulkanik terpantau bergerak menjauhi puncak Gunung Anak Krakatau.

Pada lapisan permukaan hingga ketinggian kurang dari 15.000 ft/4,57 Km, abu vulkanik terpantau bergerak ke arah selatan hingga barat daya.

BMKG menambahkan, sebaran abu vulkanik pada pada ketinggian ini, berpotensi memengaruhi kualitas udara dan jarak pandang di wilayah terdampak.

Sebaran abu pada lapisan ini mencakup sebagian Banten bagian barat, Samudra Hindia di sebelah barat laut Banten dan sekitarnya.

Berbeda dengan kondisi Senin petang, Lampung dan Bengkulu masih terdeteksi sebaran abu.

Dengan begitu, kini Lampung dan Bengkulu sudah tidak lagi masuk daftar wilayah berpotensi terdampak abu vulkanik.

(TribunJatimTimur.com)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.