Mensos Gus Ipul Ingatkan Kepsek Awasi Ketat Operasional Sekolah Rakyat
Mochamad Dipa Anggara September 08, 2026 12:35 AM

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) meminta para Kepala Sekolah Rakyat melakukan pengawasan secara ekstra terhadap kondisi sekolah, mulai dari aspek kebersihan lingkungan, pemeliharaan fasilitas, hingga pengelolaan administrasi dan keuangan.

Arahan tersebut disampaikan Gus Ipul bersama Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono saat rapat bersama Kepala Sekolah Rakyat se-Indonesia secara daring dari Kantor Kementerian Sosial, Jakarta, Senin (7/9/2026).

Gus Ipul mengatakan Sekolah Rakyat sebagai program prioritas Presiden Prabowo Subianto akan terus berkembang dengan jumlah siswa yang meningkat setiap tahun.

Karena itu, para kepala sekolah perlu bersiap mengemban tanggung jawab yang semakin besar.

“Saya mengajak para kepala sekolah naik level cara berpikirnya. Karena Bapak-Ibu sekalian ini bukan hanya sekadar kepala sekolah biasa, tapi adalah kepala sekolah istimewa,” ujarnya.

Tahun ini, Sekolah Rakyat diproyeksikan menampung sekitar 45 ribu siswa. Jumlah tersebut diperkirakan meningkat menjadi 150 ribu siswa pada tahun berikutnya dan terus bertambah seiring pembangunan gedung permanen.

Khusus bagi sekolah yang telah menempati gedung permanen, Gus Ipul meminta kepala sekolah tidak menyerahkan urusan perawatan hanya kepada petugas tertentu.

Guru, tenaga kependidikan, petugas keamanan, petugas kebersihan, hingga seluruh warga sekolah perlu dilibatkan untuk menjaga fasilitas bersama.

“Bagi yang sudah berada di gedung permanen ini saya harapkan Bapak-Ibu sekalian cermat, teliti, dan sekaligus secara terus-menerus melakukan pengawasan. Gerakkan seluruh sumber daya yang dimiliki di sana,” katanya.

Kebiasaan merawat sekolah, menurut Gus Ipul, bisa dimulai dari hal sederhana. Ia mengenalkan gerakan “Lisa Bunga”, singkatan dari Lihat Sampah, Ambil, dan Buang pada Tempatnya.

“Gerakan ‘Lisa Bunga’. Dimotori oleh para kepala sekolah. Kepala sekolah sering-sering menjadi contoh, menjadi kompas moral,” ujarnya.

Perhatian khusus juga diberikan pada kebersihan toilet. Pada tahap awal, Gus Ipul meminta kepala sekolah mengecek toilet siswa minimal dua kali sehari, baik di asrama maupun area sekolah.

Ketersediaan air dan kebiasaan pengguna untuk membersihkan toilet sebelum meninggalkannya juga harus diperhatikan.

“Kata kunci kita untuk menentukan kebersihan yang pertama-tama adalah toilet kita. Kalau toiletnya sudah bersih, insya Allah tempat tidurnya akan lebih bersih. Dapur kita akan lebih bersih, kelas-kelas kita akan lebih bersih,” katanya.

Pengawasan juga berlaku terhadap pemasangan berbagai fasilitas tambahan di gedung permanen. Gus Ipul meminta pemasangan AC, CCTV, kabel, saluran pembuangan air, maupun sarana lainnya direncanakan dengan baik dan tidak dikerjakan sekadar agar cepat terpasang.

“Jangan mau tidak rapi, jangan mau asal pasang. Tidak peduli indah atau tidak. Kepala sekolah harus memastikan pemasangan CCTV maupun AC dan yang lain-lainnya harus rapi,” tegasnya.

Selain kondisi fisik sekolah, Gus Ipul meminta pengawasan juga menyentuh pengelolaan administrasi dan keuangan.

Hal ini perlu dibiasakan sejak awal karena ke depan kepala sekolah akan memegang tanggung jawab lebih besar dalam pengelolaan anggaran.

“Usahakan tata kelola keuangan kita itu benar-benar diterapkan dengan baik. Jangan ada penyimpangan, jangan ada penyelewengan. Karena saya ingin kepala sekolah semua selamat. Selamat dalam bertugas, selamat nanti kalau sudah pensiun,” katanya.

Ia meminta laporan disampaikan tepat waktu dengan dokumen pendukung yang lengkap serta mengingatkan kepala sekolah untuk menjadi contoh bagi seluruh jajarannya.

“Jangan Bapak-Ibu sekalian ngajari anak buah, tapi justru menjadi teladan agar budaya korupsi tidak berkembang di Sekolah Rakyat,” ujar Gus Ipul.

Di tengah berbagai tantangan yang ada, dalam kesempatan ini Gus Ipul menyampaikan apresiasi kepada para kepala sekolah yang telah bekerja keras sejak awal penyelenggaraan Sekolah Rakyat.

Pemerintah sejauh ini telah berhasil membangun 93 Sekolah Rakyat permanen dalam waktu kurang dari satu tahun. Ditambah sekolah rintisan yang masih aktif, total Sekolah Rakyat yang kini beroperasi mencapai 182 titik.

Jumlah Sekolah Rakyat akan terus bertambah. Pemerintah menargetkan setiap kabupaten/kota memiliki sedikitnya satu Sekolah Rakyat agar semakin banyak anak-anak dari keluarga tidak mampu mendapatkan akses pendidikan yang layak dan keluarganya bebas dari jerat kemiskinan.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.