Liputan6.com, Jakarta - Penyanyi Idgitaf bersiap menggelar pementasan bertajuk “Berusaha di Bawah Hujan” di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan. Lewat pertunjukan ini, Idgitaf ingin mengeksplorasi kemampuan di luar dunia tarik suara sekaligus menghadirkan pengalaman berbeda bagi penonton.
“Oke, jadi untuk pementasan kali ini, aku menembus limitasi diri aku,” ujar Idgitaf saat sesi konferensi pers di Kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (3/9/2026).
Idgitaf merasa pesan yang ingin disampaikan melalui album terbarunya membutuhkan medium yang lebih luas. Ia ingin setiap lagu dalam album tersebut memiliki visualisasi yang kuat sehingga cerita di baliknya dapat dirasakan secara lebih utuh oleh penonton.
“Karena aku merasa album ini bisa tervisualisasikan dengan baik kalau tidak aku nyanyi doang,” tambahnya.
Perempuan bernama Gita tersebut kemudian memutuskan mengeksplorasi sejumlah disiplin seni lain dalam pementasan ini. Ia tidak hanya bernyanyi, tetapi juga mempelajari tari dan akting untuk memperkuat cerita yang ingin disampaikan melalui albumnya.
“Jadi aku memutuskan untuk menari, dan sekaligus menggunakan unsur teatrikalnya yaitu aku akting gitu,” tuturnya.
Pementasan “Berusaha di Bawah Hujan” nantinya terbagi menjadi dua babak dengan atmosfer yang berbeda. Babak pertama akan lebih menonjolkan sisi naratif melalui aksi tari dan akting yang dibawakan Idgitaf bersama pasangan duetnya.
“Di pementasan ini akan ada dua babak. Babak satu aku akan full nari, berakting bersama pasanganku, pasanganku yang juga menjadi inspirasi album Berusaha di Bawah Hujan,” jelas Idgitaf.
Memasuki babak kedua, Idgitaf akan menghadirkan sejumlah lagu yang lebih personal untuk para penggemarnya. Ia sengaja menyiapkan setlist berisi lagu-lagu yang jarang dibawakannya dalam festival musik.
“Lalu di babak dua itu bener-bener full ada kolaborasi, lagu-lagu underrated aku. Pokoknya aku pengen kasih makan fans-fansku yang selama ini selalu disuguhinya cuman setlist-setlist sederhana, tapi kali ini setlist-nya full hal-hal lagu-lagu yang jarang aku bawain,” ungkapnya.

Selain tari dan akting, Idgitaf juga mengusung konsep simbolis melalui karakter Air dan Api. Konsep tersebut digunakan untuk menggambarkan dinamika hubungan yang menjadi bagian dari cerita dalam album “Berusaha di Bawah Hujan”.
“Maka dari itu nanti akan ada aku, ada aku sebagai air, nanti pasanganku sebagai api, kita akan nari-nari bareng, berakting gitu,” ceritanya mengenai konsep visual tersebut.
Dalam proses kreatifnya, Idgitaf memegang kendali sebagai direktur kreatif. Ia merasa menjadi sosok yang paling memahami esensi cerita dalam album tersebut karena proses kreatifnya telah ia rancang sejak awal pengerjaan album pada 2023.
“Jadi apa yang aku tunjukkan itu menurut aku nggak perlu ada orang lain karena otaknya semua dari Oktober 2023, bahkan dari pengerjaan album di tahun 2023 itu adalah aku,” tegas Idgitaf.
Manajer Idgitaf, Cecilia Morinta, turut memberikan dukungan terhadap keterlibatan aktif sang penyanyi dalam setiap detail produksi. Menurutnya, visi kreatif Idgitaf yang sudah jelas sejak awal membuat pihak manajemen lebih mudah mengeksekusi konsep pementasan.
“Jadi menurut kami dari manajemen itu sangat-sangat mudah ya untuk mengeksekusi, dan untungnya memang kami mendapat partner yang juga koboi,” kata Cecilia.

Pementasan ini juga akan diramaikan sejumlah kolaborator, di antaranya Hindia hingga Lomba Sihir. Namun, pihaknya masih merahasiakan satu sosok penyanyi papan atas yang disebut menjadi nama paling banyak diminta warganet untuk tampil bersama Idgitaf.
“Iya, ada lah jawaban dari semua pertanyaan netizen itu ya, karena dia most requested buat join sama aku. Dan dia salah satu penyanyi papan atas Indonesia,” ucap Cecilia memberi bocoran.
Kejutan lainnya datang dari rencana Idgitaf membawakan materi baru yang belum pernah dirilis sebelumnya. Lagu tersebut menjadi pengembangan cerita dari salah satu lagu populernya, “Berakhir di Aku”.
“Lagu baru ini adalah kelanjutan dari lagu Berakhir di Aku. Jadi karena banyak banget yang suka Berakhir di Aku, jadinya aku menambahkan kayak alternate version gitu tapi ceritanya lebih... lebih gong lagi,” jelas Idgitaf dengan antusias.

Di balik persiapan yang dilakukan, Idgitaf mengaku sempat mengalami pergulatan batin dan rasa ragu. Ia harus berusaha keluar dari zona nyaman menghadapi berbagai keterbatasan diri demi menghadirkan pertunjukan yang sesuai dengan standar yang ia tetapkan.
“Sulit karena balik lagi aku menembus limitasi diri aku sendiri jadi banyak self doubt gitu. Tapi aku yakin, aku yakin aku setidaknya nggak mau malu-maluin diri aku sendiri,” pungkas Idgitaf.