BANGKAPOS.COM - Nasib yang sangat bertolak belakang harus dialami oleh Timnas Vietnam U20 dan Timnas Indonesia U20 pada Kualifikasi Piala Asia U20 2027.
Salah satu wakil kawasan ASEAN ini mesti menerima kenyataan pahit setelah hancur lebur di markasnya sendiri.
Status sebagai tuan rumah Grup C ternyata tak mampu menyelamatkan Vietnam U20 dari deretan hasil buruk tanpa meraih satu poin pun.
Anak asuh Yutaka Ikeuchi dipaksa menyerah tiga kali beruntun saat berhadapan dengan Korea Utara, Iran, dan Palestina.
Sepanjang babak kualifikasi, gawang Vietnam U20 harus kebobolan delapan gol dan hanya mampu membalas dua gol saja.
Laga pamungkas yang berakhir dengan kekalahan 1-3 dari Iran membuat sang pelatih, Yutaka Ikeuchi, mengungkapkan rasa penyesalannya.
"Kami mencetak gol di babak pertama, yang merupakan pertanda baik. Namun di babak kedua, tim tidak mampu mempertahankan momentum. Saya menyesali hal ini."
"Skuad saat ini memiliki banyak pemain yang menjanjikan. Namun, mereka kurang mendapat kesempatan untuk berkompetisi melawan lawan-lawan yang kuat."
"Jika mereka mendapatkan lebih banyak waktu bermain, mereka akan berkembang lebih jauh lagi," kata Yutaka Ikeuchi.
Juru taktik asal Jepang tersebut berdalih bahwa komposisi terbaik timnya tidak bisa tampil maksimal karena bentrok dengan jadwal kompetisi domestik.
"Saya memanggil pemain dari Song Lam Nghe An tetapi kemudian mereka harus kembali bermain di V-League."
"Sehingga mereka tidak dapat berpartisipasi dalam turnamen ini," kata Yutaka Ikeuchi melanjutkan.
Hasil minim tersebut berdampak fatal karena gelaran ini juga menentukan skema promosi dan degradasi untuk edisi berikutnya.
Sebanyak enam tim, termasuk Vietnam U20, dipastikan terlempar ke Liga B atau Grup Pengembangan akibat gagal melaju ke putaran final.
Selain Vietnam, lima negara lain yang turut terdegradasi adalah Afghanistan, Hong Kong, Laos, Bangladesh, dan Filipina.
Pelatih Ikeuchi menegaskan dirinya memetik pelajaran berharga dari kegagalan ini meski masih ambigu soal masa depannya.
"Saya menyesal generasi ini dan generasi berikutnya tidak akan dapat berpartisipasi di final Piala Asia U-20."
"Setelah turnamen meini, saya akan belajar dari pengalaman ini bersama para pemain Vietnam."
"Saat ini, saya belum memiliki rencana lebih lanjut untuk sepak bola usia muda Vietnam," pungkas Yutaka Ikeuchi.
Kegagalan tragis ini mencoreng statistik impresif Vietnam sepanjang tahun 2026 dan memunculkan spekulasi terkait nasib sang pelatih.
Baca juga: Jadwal FIFA ASEAN Cup 2026 Lengkap Semua Pertandingan Timnas Indonesia di Grup A Mulai September Ini
Prestasi Gemilang Indonesia Kontras dengan Vietnam
Kondisi bertolak belakang justru ditunjukkan oleh Timnas U20 Indonesia yang keluar sebagai tim terbaik dari kawasan Asia Tenggara.
Dari tujuh wakil ASEAN yang berjuang, skuad Garuda Muda menjadi satu-satunya tim yang berhasil mengunci posisi sebagai juara grup.
Sementara itu, dua wakil Asia Tenggara lainnya yang menyusul lolos ke putaran final adalah Thailand dan Malaysia melalui jalur runner-up terbaik.
Kondisi sebaliknya harus dirasakan Vietnam U20 yang harus turun kasta ke development phase usai menjadi juru kunci Grup C tanpa poin.
Jejak kelam Vietnam U20 juga diikuti oleh beberapa negara ASEAN lainnya seperti Filipina, Kamboja, serta Laos.
Konstruksi regulasi baru membuat tim-tim di development phase kehilangan akses langsung ke Piala Asia edisi berikutnya sebelum melewati jalur kualifikasi khusus.
Misi Melaju ke Piala Dunia U20 2027
Keberhasilan menembus putaran final Piala Asia U20 2027 membuka jalan lebar bagi Indonesia untuk meretas mimpi ke ajang dunia.
Piala Dunia U20 2027 sendiri direncanakan bakal berlangsung di dua negara tuan rumah, yakni Azerbaijan dan Uzbekistan.
Peluang Garuda Muda untuk tampil di panggung dunia terbuka lebar apabila berhasil menembus babak semifinal Piala Asia U20 2027.
Tentu saja, tantangan tersebut akan sangat bergantung pada peta persaingan dan undian calon lawan di fase grup kelak.
Goresan tinta emas terbaik Indonesia dalam satu dekade terakhir adalah mencapai babak perempat final pada edisi 2018 lalu.
Setelah pencapaian tersebut, langkah Indonesia selalu terhenti di fase grup pada edisi 2023 maupun edisi 2025.
Catatan sejarah mencatat Indonesia pernah mencicipi megahnya panggung Piala Dunia U20 pada edisi kedua tahun 1979 silam.
Kala itu, skuad Indonesia bertanding melawan tim-tim kuat dunia seperti Polandia, Yugoslavia, serta Argentina yang diperkuat Diego Maradona.
(kompas.com/ SUperball/ posbelitung.co)