Nepal sedang berupaya bangkit dari bencana alam. UEFA akan memberikan dukungan moril dengan mewajibkan mengheningkan cipta di semua laga Liga Champions matchday pertama.
Nepal tengah menghadapi salah satu bencana alam paling dahsyat dalam beberapa dekade terakhir. Banjir bandang besar yang dipicu oleh runtuhan gletser dan material pegunungan di wilayah perbatasan Nepal-China telah menimbulkan kehancuran luas serta menelan ribuan korban.
Bencana yang terjadi pada 26 Agustus 2026 itu menerjang kawasan di sepanjang aliran Sungai Bhote Koshi dan wilayah sekitarnya. Arus banjir yang membawa lumpur, batu, dan material lainnya menghancurkan permukiman, jalan, jembatan, serta sejumlah fasilitas pembangkit listrik tenaga air.
UEFA, yang merupakan induk organisasi sepakbola di Eropa, turut menyoroti musibah itu. UEFA meminta seluruh pertandingan matchday pertama Liga Champions diawali dengan mengheningkan cipta untuk Nepal.
"Nepal, kamu tidak sendirian. Pekan ini, para korban banjir akan dihormati dengan mengheningkan cipta sebelum seluruh pertandingan Liga Champions UEFA dimulai," bunyi pernyataan UEFA di media sosial.
Presiden UEFA, Aleksander Ceferin, berharap para korban yang terdampak bisa segera diberikan kepulihan.
"Seluruh keluarga sepakbola Eropa akan bersatu sebelum pertandingan pekan ini untuk menyampaikan belasungkawa terdalam dan dukungan kami kepada rakyat Nepal. Kami berharap mereka diberi kekuatan dan ketabahan dan pulih dari tragedi ini," kata Ceferin.





