Komentar Said Didu Terkait Gestur Seskab Teddy Jauhkan Mic Prabowo saat Rapat 'Betapa Berkuasanya!'
Fadhila Rahma September 08, 2026 02:49 PM

 

SRIPOKU.COM - Gestur Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya saat mendampingi Presiden Prabowo Subianto dalam rapat penanganan bencana mendadak menjadi sorotan.

Perhatian tertuju ketika Teddy terlihat menyela pembicaraan Prabowo saat Presiden tengah memberikan arahan mengenai penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sekitar kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN), Senin (7/9/2026).

Dalam video yang beredar, Teddy juga terlihat menjauhkan microphone dari hadapan Prabowo hingga kemudian sempat mengambil alih jalannya forum virtual.

Momen tersebut lantas mendapat tanggapan dari sejumlah pihak, termasuk pengamat politik Said Didu yang menyoroti gestur Teddy tersebut melalui akun X miliknya.

Said Didu bahkan menyebut momen itu sebagai "gol bunuh diri" dan mempertanyakan apa yang sebenarnya terjadi dalam forum tersebut.

Dalam rapat tersebut, Prabowo membahas kebakaran yang melanda sekitar 458 hektare lahan di kawasan Bukit Soeharto, Kalimantan Timur.

Saat menyampaikan arahannya, Seskab Teddy terlihat melakukan interupsi terhadap pembicaraan Presiden.

Setelah itu, Seskab Teddy sempat mengambil alih jalannya forum virtual.

Momen tersebut kemudian menjadi sorotan lantaran Seskab Teddy menyela ketika Prabowo tengah berbicara dalam rapat yang secara khusus membahas penanganan bencana.

Rapat terbatas tersebut membahas kondisi bencana serta penanganan kebakaran yang terjadi di sejumlah wilayah Indonesia.

Salah satu perhatian pemerintah yakni kebakaran di kawasan Bukit Soeharto, Kalimantan Timur, yang berada di sekitar wilayah IKN.

Kebakaran di kawasan tersebut menjadi perhatian pemerintah karena lokasi Bukit Soeharto berada tidak jauh dari kawasan IKN.

Momen interupsi Seskab Teddy berlangsung di tengah rapat dan turut menjadi perhatian karena posisinya sebagai Sekretaris Kabinet yang kerap mendampingi Presiden dalam berbagai agenda pemerintahan.

Meski demikian, hingga kini belum ada penjelasan resmi mengenai alasan Seskab Teddy menyela pembicaraan Prabowo.

Terkait hal itu, Pengamat politik, Said Didu, ikut menyoroti gestur Seskab Teddy yang menjauhkan microphone Prabowo.

Melalui akun X miliknya, Said Didu menilainya sebagai 'gol bunuh diri'.

Said Didu juga menuliskan kritik pedas terkait video Prabowo tersebut.

Tak ketinggalan, Said Didu sindir pedas aksi Seskab Teddy.

"Inilah contoh “gol bunuh diri” yang sering dilakukan oleh pihak istana.
Atau memang terjadi pembusukan di istana kepada Presiden @prabowo ?
Kejadian spt ini seharusnya tdk terjadi.
Kalau bukan pembusukan artinya bisa diulangi atau diedit.
Betapa berkuasanya Seskab di negeri ini," tulis Said Didu dalam unggahan di akun X miliknya.

Prabowo Soroti Kasus Kebakaran Hutan dan Lahan

Presiden Prabowo Subianto menyoroti dugaan kesengajaan dalam kasus kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di sejumlah wilayah Indonesia.

Hal tersebut disampaikan Prabowo saat memimpin rapat terbatas (ratas) membahas penanganan bencana, termasuk kondisi karhutla.

Dalam rapat tersebut, Prabowo mempertanyakan adanya lahan yang baru saja terbakar tetapi dalam waktu singkat sudah berubah menjadi area perkebunan.

Presiden meminta dugaan tersebut diselidiki secara menyeluruh untuk mengetahui apakah pembakaran dilakukan oleh masyarakat atau korporasi.

"Itu yang habis kebakaran langsung jadi lahan perkebunan dalam waktu yang sangat singkat. Jadi ini benar-benar kesengajaan dan apakah ini rakyat atau ini korporasi," ujar Prabowo, dikutip TribunTrends dari kanal YouTube TribunSumsel, Selasa (8/9/2026).

Prabowo kemudian meminta pihak terkait segera mengidentifikasi perusahaan yang diduga berkaitan dengan lahan tersebut.

"Tapi yang tolong diselidiki terus dan saya minta segera nama-nama korporasi itu sampai ke saya ya," perintahnya.

Prabowo Minta Izin Perusahaan Dievaluasi

Prabowo mengatakan pemerintah perlu mengambil tindakan tegas apabila hasil penyelidikan menemukan adanya korporasi yang terlibat dalam pembakaran lahan. Ia bahkan membuka kemungkinan pencabutan izin perusahaan yang terbukti melakukan pelanggaran.

Presiden meminta Menteri Kehutanan dan Satgas Penertiban Kawasan Hutan (PKH) turut melakukan penilaian terhadap perusahaan yang diduga terlibat.

 
"Kalau perlu kita segera cabut semuanya tuh, semua izin-izinnya kita cabut," ujar Prabowo.

Prabowo juga menyinggung hak guna usaha (HGU) yang dimiliki perusahaan.

"Ya, HGU-nya dan sebagainya," lanjutnya.

Menurut Prabowo, persoalan tersebut sudah tidak dapat dianggap sepele.

"Ini sudah, sudah kelewatan dan juga saya ingin tahu benar-benar korporasi itu milik siapa," umbuhnya.

Kalimantan Barat Jadi Daerah dengan Titik Api Terbanyak

Dalam rapat tersebut, Prabowo juga meminta laporan mengenai perkembangan karhutla di sejumlah daerah. Kepala BNPB melaporkan bahwa titik api terbanyak masih berada di Kalimantan Barat. Sementara itu, Riau menjadi daerah dengan luas lahan terbakar terbesar kedua.

Dalam pembahasan tersebut, Prabowo sempat menanyakan daerah dengan kondisi kebakaran paling parah.

"Titik api yang paling banyak masih di Kalimantan Barat."

Data yang dipaparkan dalam rapat menunjukkan luas lahan terbakar di Kalimantan Barat secara keseluruhan mencapai sekitar 38.000 hektare. Namun, luas lahan yang masih belum padam pada saat laporan tersebut disampaikan disebut tinggal sekitar 97 hektare.

Prabowo Minta Aset Udara Dikerahkan

Untuk mempercepat penanganan karhutla, Prabowo meminta koordinasi dengan Panglima TNI terkait penempatan aset udara untuk membantu proses pemadaman.

Salah satu aset yang dibahas adalah helikopter Chinook.

"Baik, nanti didiskusikan ya dengan Panglima TNI nanti posisi Chinook-Chinook sebaiknya ada di mana," kata Prabowo.

Prabowo juga memberikan perhatian khusus terhadap kebakaran yang berada di sekitar kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN). Ia meminta agar kebakaran di sekitar kawasan tersebut segera ditangani dan tidak sampai merambat ke wilayah inti IKN.

"Yang harus diperhatikan juga kebakaran yang dekat IKN itu harus diperhatikan," tuturnya.

Prabowo bahkan meminta agar aset tambahan dikerahkan jika diperlukan untuk mencegah api mendekati kawasan inti.

"Mungkin kita harus kerahkan aset-aset lebih untuk jangan sampai kebakaran itu sampai ke susunan inti," imbunya.

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.