SRIPOKU.COM - Tudingan Ruben Onsu belum memberikan nafkah untuk anak-anaknya selama delapan bulan akhirnya mendapat penjelasan dari pihak sang presenter.
Kuasa hukum Ruben, Minola Sebayang, mengungkap alasan kliennya belum membayarkan nafkah yang disebut tertunda tersebut.
Menurut Minola, Ruben bukan tidak mau memenuhi kewajibannya sebagai ayah, tetapi masih menunggu rincian kebutuhan anak-anak setiap bulannya.
Pihak Ruben Onsu, kata Minola, ingin mengetahui secara jelas biaya pemeliharaan dan pendidikan anak sebelum membayarkan nafkah, termasuk kewajiban yang disebut tertunda selama delapan bulan.
Minola meminta persoalan tersebut dilihat secara utuh. Menurutnya, Ruben selama bertahun-tahun telah memenuhi kebutuhan anak-anaknya dengan nominal yang cukup besar.
Ia menyebut Ruben sebelumnya rutin mengeluarkan sekitar Rp200 juta setiap bulan untuk kebutuhan anak-anak, bahkan jumlah tersebut terkadang bisa lebih besar.
“Ruben itu sudah selalu hadir untuk memberikan kebutuhan bagi anak-anaknya yang nilainya juga bukan kecil, Rp200 juta per bulan, bahkan mungkin kadang-kadang lebih dari Rp200 juta,” ujar Minola, dikutip TribunStyle.com dari akun YouTube Grid ID Selasa (8/9/2026).
Baca juga: Video CCTV Sarwendah Ambil Uang Ruben Onsu di Brankas Viral: Itu Manipulasi AI, Saya Tidak Akan Diam
Menurut Minola, persoalan yang terjadi saat ini bukan karena Ruben tidak memiliki kemampuan atau tidak ingin memenuhi kebutuhan anak.
Ia mengatakan Ruben justru sedang menunggu informasi yang lebih jelas mengenai berapa biaya pemeliharaan dan pendidikan anak setiap bulannya.
“Ruben sedang menunggu berapa biaya pemeliharaan dan pendidikan anak-anak per bulannya agar bisa dibayarkan termasuk 8 bulan tertunda yang belum pernah diinformasikan,” kata Minola.
Karena itu, Minola meminta agar kondisi tersebut tidak disebut sebagai Ruben sengaja menghentikan nafkah.
Ia menjelaskan, Ruben ingin mengetahui terlebih dahulu biaya riil yang harus dikeluarkan untuk kebutuhan anak-anak.
Menurutnya, permintaan tersebut berkaitan dengan transparansi penggunaan dana, bukan bentuk penghindaran kewajiban sebagai ayah.
Minola juga membantah jika kondisi tersebut dikaitkan dengan penelantaran anak.
Ia menyebut Ruben masih berusaha terlibat dalam kehidupan anak-anaknya, termasuk berupaya mendapatkan informasi mengenai kebutuhan pendidikan mereka.
“Ruben berjuang untuk bertemu anaknya, Ruben berjuang untuk berkumpul sama anaknya, Ruben berjuang untuk terbuka berkomunikasi,” ujar Minola.
Dalam persoalan nafkah tersebut, Minola juga menyinggung pentingnya pertanggungjawaban mengenai biaya yang telah dikeluarkan untuk anak.
Menurut dia, apabila terdapat biaya yang perlu diganti atau dibayarkan oleh Ruben, seharusnya ada rincian dan bukti pengeluaran yang jelas.
Dengan demikian, dari penjelasan Minola, persoalan nafkah delapan bulan tersebut bukan sekadar mengenai ada atau tidaknya pemberian uang.
Pihak Ruben disebut ingin mengetahui kebutuhan anak secara terperinci agar kewajiban tersebut dapat dibayarkan berdasarkan biaya yang benar-benar diperlukan.
Sementara itu, persoalan nafkah dan hak Ruben untuk bertemu anak masih menjadi bagian dari konflik hukum yang tengah berlangsung antara kedua pihak.