Laporan Wartawan, Gilbert Sem Sandro
TRIBUNBEKASI.COM, TANGERANG- Meski sudah beroperasional, namun jadwal penerbangan di Bandara Internasional Soekarno-Hatta belum beroperasi secara penuh.
Puluhan jadwal penerbangan masih dibatalkan akibat sebaran abu vulkanik erupsi Gunung Anak Krakatau.
Berdasarkan pantauan TribunTangerang.com pada Selasa (8/9/2026) pukul 12.00 WIB, pergerakan pesawat yang dibatalkan adalah yang hendak berangkat maupun tiba di bandara terbesar se-Tanah Air tersebut.
Mayoritas penerbangan yang dibatalkan itu berasal dari maskapai pesawat Super Air Jet yang melayani perjalanan dalam negeri atau domestik.
Pembatalan pergerakan pesawat terlihat dari papan penerbangan yang ada di Terminal 2D, 2E hingga 2F Bandara Soekarno-Hatta.
Sejak pukul 09.20 WIB perjalanan udara itu sudah dibatalkan yaitu menuju Banjarmasin dengan kode penerbangan IU 626, lalu IU 830 menuju Bengkulu, IU 822 dengan tujuan Pangkal Pinang, IU 902 menuju Padang.
Menjelang siang hari masih terdapat penerbangan yang dibatalkan seperti rute ke Palembang IU 878 yang seharusnya berangkat pukul 10.45 WIB, kemudian IU 312 ke Yogyakarta, IU 912 tujuan Pekanbaru, IU 304 menuju Semarang, IU 686 tujuan Singkawang hingga IU 866 menuju Pekanbaru yang dijadwalkan terbang pukul 12.35 WIB.
Tidak hanya perjalanan dalam negeri, keberangkatan internasional juga turut terdampak kebijakan pembatalan jadwal penerbangan.
Di antaranya menuju Singapura, Kuala Lumpur dan Penang dan satu penerbangan mengalami keterlambatan keberangkatan atau delay menuju Bandara Internasional Don Mueang, Bangkok, Thailand.
Sementara itu, pesawat yang hendak menuju bandara yang berlokasi di Kecamatan Benda, Kota Tangerang, Banten itu juga turut terdampak penerbangannya.
Mulai dari Pontianak, Banjarmasin, Yogyakarta, Pekanbaru, Lampung, Padang, Batam, Medan sampai Palembang.
Kendati demikian kondisi tersebut tidak terlihat membuat penumpukan penumpang.
Area yang dipadati penumpang terlihat dari antrean di konter check-in bagi yang hendak berangkat melalui bandar udara terbesar di Tanah Air tersebut.
Mereka hendak pergi bersama dengan anggota keluarga masing-masing yang terdiri mulai dari tiga sampai lima orang.
Tidak sedikit penumpang yang membawa anak berusia di bawah lima tahun dalam perjalanan pulang ke kampung halaman.
Keberangkatan mereka melalui bandara diantar oleh sejumlah keluarga dan kerabatnya hingga di area luar terminal.
Terlihat para penumpang tersebut membawa barang bawaan yang cukup banyak dan beragam, mulai dari kardus, ransel berukuran besar, hingga koper.
Kepadatan penumpang semakin terlihat dengan antrean yang mulai muncul di beberapa konter check-in tiket maskapai penerbangan sebelum masuk ke area ruang tunggu.
Dengan membawa troli yang berisi barang bawaan, para penumpang mengikuti antrean satu persatu sembari mengikuti arahan petugas yang telah disiapkan.
Sementara untuk area kedatangan nampak penumpang mulai tiba dari berbagai daerah sesuai dari tempat asalnya masing-masing.
Akan tetapi suasana penumpang yang baru tiba tidak seramai dengan yang hendak berangkat sejak pagi tadi.
Asisten Deputi Komunikasi dan Legal Bandara Soekarno-Hatta, Yudis Tiawan mengatakan, hingga pukul 10.00 WIB terdapat 174 pesawat telah datang dan berangkat usai diizinkan kembali beroperasi sejak pukul 00.30 WIB.
"Sampai pukul 10.00 WIB pagi ini ada 150 penerbangan domestik dan 24 penerbangan internasional yang beroperasi dari Bandara Soekarno-Hatta yang terdiri dari 130 keberangkatan dan 44 kedatangan," ujar Yudis kepada TribunTangerang.com.
Sebelum penerbangan kembali dilayani, Bandara Internasional Soekarno-Hatta telah memastikan kesiapan fasilitas di sisi darat atau landside dan sisi udara atau airside.
Persiapan di sisi darat, pengecekan dilakukan terhadap fasilitas dan area pelayanan di terminal, termasuk area keberangkatan dan kedatangan, konter check-in, pemeriksaan keamanan, ruang tunggu, serta fasilitas pendukung lainnya.
Kesiapan petugas operasional dan personel pelayanan juga dipastikan agar seluruh proses pelayanan pengguna jasa dapat berjalan dengan baik.
"Sementara di sisi udara, pengecekan dan pembersihan dilakukan secara menyeluruh, termasuk pada area apron, taxiway, dan runway, untuk memastikan seluruh fasilitas dalam kondisi siap dan memenuhi aspek keselamatan penerbangan," kata dia. (m28)