Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Charles Abar
POS-KUPANG.COM, BAJAWA - Kasat Intelkam Polres Ngada Iptu Thomas Aquino Mere, S.A.P., memberikan pembekalan wawasan kebangsaan kepada sekitar 750 mahasiswa peserta Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) STKIP Citra Bakti Ngada.
Kegiatan yang berlangsung di Kampus STKIP Citra Bakti Ngada, Selasa (7/9/2026), tersebut juga membahas bahaya terorisme, radikalisme dan paham anti-Pancasila.
Iptu Thomas Aquino Mere hadir bersama anggota staf Satbinmas Polres Ngada untuk memberikan pemahaman kepada para mahasiswa mengenai pentingnya menjaga persatuan dan kesatuan bangsa.
Dalam materi yang disampaikan, mahasiswa diajak memahami serta mengamalkan nilai-nilai Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945 dan semangat Bhinneka Tunggal Ika dalam kehidupan sehari-hari.
Baca juga: Kampus Bambu Turetogo bersama STIPER FB Gelar Trauma Healing bagi Siswa-Siswi SD Wogo Ngada
Kasat Intelkam juga mengingatkan pentingnya sikap toleransi di tengah keberagaman masyarakat. Menurutnya, generasi muda perlu memiliki ketahanan terhadap berbagai paham dan informasi yang dapat memicu intoleransi maupun perpecahan.
Penyuluhan tersebut dikemas melalui perkenalan, penyampaian materi serta diskusi bersama mahasiswa.
Selain memberikan materi, Iptu Thomas Aquino Mere juga menunjukkan kepedulian terhadap mahasiswa yang terdampak bencana gempa bumi Flores pada 15 Agustus 2026.
Di sela-sela kegiatan, Kasat Intelkam Polres Ngada bersama jajarannya menyerahkan bantuan berupa sembako dan pakaian kepada peserta PKKMB yang terdampak gempa.
Bantuan tersebut mendapat apresiasi dari panitia dan para mahasiswa STKIP Citra Bakti Ngada.
Mereka menyampaikan terima kasih kepada Polri, khususnya Polres Ngada, yang dinilai terus memberikan dukungan kepada masyarakat dan mahasiswa setelah bencana gempa bumi Flores.
Kegiatan ini bertujuan meningkatkan rasa nasionalisme, menanamkan nilai-nilai Pancasila serta memperkuat semangat persatuan di kalangan generasi muda.
Selain itu, kegiatan diharapkan mampu membentuk sikap toleran terhadap perbedaan agama, budaya dan pandangan politik sehingga mahasiswa tidak mudah terpengaruh isu SARA maupun paham yang bertentangan dengan Pancasila. (cha)