Richard Lee Bakal Polisikan Saksi, Tim Kuasa Hukum Sedang Mempersiapkan Berkas Laporan
Vega Dhini September 08, 2026 04:01 PM

TRIBUNBANTEN.COM - Kasus dugaan pelanggaran perlindungan konsumen yang menjerat Richard Lee masih bergulir.

Kabar terbaru, pihak Richard Lee bakal mempolisikan salah satu saksi atas dugaan kesaksian palsu.

Faizal Hafied mengungkapkan pihaknya tengah mempersiapkan berkas mengenai pelaporan tersebut.

"Tim Penasihat Hukum sedang persiapan berkas-berkas untuk pelaporan," ujar Faizal Hafied melalui pesan singkat, Selasa (8/9/2026).

Saat ini, menurut Faizal Hafied mereka tinggal menunggu tanda tangan kuasa dari Richard Lee.

Hal itu mengingat Richard Lee yang tengah menjalani penahanan di Lapas Pemuda, Tangerang.

"Tinggal menunggu penandantangan kuasa dari DRL," tutupnya.

Richard Lee bakal melaporkan saksi tersebut atas dugaan keterangan palsu.

Salah satu keterangan palsu yang diduga dilakukan William yaitu terkait cara penggunaan produk.

Produk itu sendiri dijual perusahaannya kepada Richard Lee untuk dijual lagi.

Saksi tersebut menyatakan bahwa produk tersebut digunakan di kulit wajah.

Sementara itu, sebenarnya di seluruh negara, produk asal Korea itu digunakan dengan memasukkan ke area kewanitaan.

Saat ini, sidang Richard Lee sendiri masih berproses di Pengadilan Negeri Tangerang.

Sejumlah saksi termasuk Doktif sang pelapor pun sudah memeberikan keterangan di Persidangan.

Kasus ini bermula dari laporan Doktif terhadap Richard Lee terkait dugaan pelanggaran standar keamanan produk serta aturan perlindungan konsumen.

Doktif menuding dua produk unggulan Klinik Athena, yakni varian White Tomato dan DNA Salmon, tidak memiliki izin edar yang sesuai dan dinilai berisiko bagi kesehatan masyarakat.

Perselisihan yang bermula dari unggahan ulasan kandungan produk berdasarkan uji laboratorium versi Doktif di media sosial ini dibantah keras oleh pihak Richard Lee.

Ia bersikeras bahwa seluruh produk kecantikannya telah mengantongi izin resmi dari BPOM.

Richard Lee menegaskan bahwa tuduhan tersebut hanyalah strategi murahan untuk menjatuhkan kredibilitas dan reputasi bisnisnya. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.