Dinkes Pangandaran Imbau Warga Gunakan Masker Antisipasi Abu Vulkanik Anak Krakatau
ferri amiril September 08, 2026 04:04 PM

 

Laporan Kontributor TribunPriangan.com Pangandaran, Padna


TRIBUNPRIANGAN.COM, PANGANDARAN - Dinas Kesehatan Kabupaten Pangandaran Jawa Barat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi paparan abu vulkanik dari aktivitas Anak Gunung Krakatau. 

Masyarakat diminta menggunakan masker dan menjaga kebersihan untuk mengantisipasi gangguan kesehatan apabila abu vulkanik mencapai wilayah Pangandaran.

Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Pangandaran, dr. Liza Octa Ferostina, mengatakan pihaknya sudah melakukan langkah mitigasi dengan menyosialisasikan kewaspadaan kepada seluruh puskesmas.

Selain itu, Dinkes pun memasang dan menyebarkan poster imbauan melalui berbagai kanal komunikasi.

Mulai media sosial dan WhatsApp, agar informasi mengenai langkah perlindungan diri dapat segera diterima masyarakat.

Baca juga: Daftar Link Pengumuman Pasca Sanggah Sekolah Kedinasan 2026 Resmi dari Setiap Kampus

"Sudah, kita sudah menyosialisasikan ke puskesmas-puskesmas, memasang poster-poster untuk kewaspadaan, menggunakan masker dan lain-lain, menjaga kebersihan," ujar Liza dihubungi Tribun melalui WhatsApp, Selasa (8/9/2026) siang.

Menurutnya, kepala puskesmas pun sudah diminta untuk memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai langkah yang harus dilakukan jika terjadi paparan abu vulkanik.

Warga diimbau menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah. 

Ketika abu vulkanik mulai masuk ke lingkungan permukiman, masyarakat harus menutup pintu dan jendela rumah serta menjaga kebersihan.

"Terus kita sudah bersosialisasi ke kepala puskesmas untuk memberikan edukasi kepada masyarakat untuk menggunakan masker, kemudian menutup pintu ketika ada abu, menjaga kebersihan, cuci tangan, cuci kaki apabila dari luar," katanya.

Ia mengatakan, paparan abu vulkanik dapat memicu sejumlah gangguan kesehatan, terutama pada saluran pernapasan, mata, dan kulit.

"Biasanya batuk, terus sakit mata, gatal-gatal di kulit. Itu seperti itu sih biasanya," ucap Liza.

Meski langkah mitigasi sudah dilakukan, hingga kini Dinas Kesehatan Kabupaten Pangandaran belum menerima laporan adanya warga yang terdampak abu vulkanik.

"Sementara ini belum ada warga yang melaporkan terdampak abu vulkanik. Mudah-mudahan jangan sampai ke Pangandaran," ujarnya.(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.