Nihil Kasus Sakit Terpapar Abu Vulkanik GAK, Dinkes Lampung Tengah Tetap Siaga
Noval Andriansyah September 08, 2026 04:19 PM

Tribunlampung.co.id, Lampung Tengah - Dinas Kesehatan (Dinkes) Lampung Tengah mengonfirmasi belum menerima laporan adanya warga yang mengalami gangguan kesehatan atau sakit akibat terpapar abu vulkanik erupsi Gunung Anak Krakatau (GAK) hingga Selasa (8/9/2026). 

Baca juga: Gunung Anak Krakatau 3 Kali Erupsi Selasa Pagi, 4 Gunung Api Lain Juga Bergolak

Meskipun belum ada laporan kasus yang masuk, seluruh puskesmas dan fasilitas kesehatan di seluruh wilayah Lampung Tengah telah disiagakan untuk menangani potensi penyakit seperti Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), iritasi mata, serta gangguan kulit. 

Langkah antisipasi ini juga didukung oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lampung Tengah, yang memantau sebaran abu vulkanik bersama BMKG dan Pos Pengamatan GAK. 

Untuk melindungi masyarakat dari paparan debu, pemerintah daerah mengimbau warga menerapkan langkah mitigasi mandiri serta membatasi aktivitas di luar rumah.

Selain itu, BPBD Lampung Tengah menyediakan saluran siaga bencana guna memfasilitasi pelaporan darurat dan permintaan bantuan warga di area terdampak.

Kesiapsiagaan fasilitas kesehatan tersebut dipastikan langsung oleh jajaran manajemen guna menjamin keselamatan dan kenyamanan warga.

Kepala Dinkes Lampung Tengah, dr. Josi Harnos, MARS menegaskan, pemantauan di seluruh jaringan puskesmas terus berjalan intensif.

"Sejauh ini belum ada laporan dari puskesmas-puskesmas terkait masyarakat yang sakit terdampak langsung abu vulkanik. Namun, seluruh jajaran fasilitas kesehatan di Lampung Tengah tetap bersiaga penuh untuk mengantisipasi potensi munculnya kasus ISPA, iritasi mata, maupun gangguan kulit," ujar dr. Josi, yang juga menjabat sebagai Ketua IDI Wilayah Lampung itu, Selasa (8/9/2026).

Sejalan dengan Dinkes, Plt. Kepala BPBD Lampung Tengah, Ricky Augusta, mengimbau warga agar tidak panik tetapi tetap waspada terhadap penurunan kualitas udara serta gangguan jarak pandang di jalan raya.

"Kami mengimbau warga Lampung Tengah untuk tidak panik, namun tetap waspada dan patuh pada instruksi resmi. Tim kami di lapangan terus memantau pergerakan arah angin bersama BMKG serta memastikan personel siap diturunkan jika terjadi penumpukan abu di permukiman," kata Ricky.

Untuk mengantisipasi dampak buruk debu vulkanik pada kesehatan, BPBD Lampung Tengah membagikan sejumlah panduan mitigasi mandiri bagi masyarakat:

  • Penggunaan Alat Pelindung: Gunakan masker dan kacamata pelindung saat beraktivitas di luar rumah.
  • Perlindungan Kelompok Rentan: Batasi kegiatan di luar rumah, terutama bagi anak-anak dan lansia.
  • Sanitasi Lingkungan: Tutup rapat pintu, jendela, serta tempat penampungan air dan makanan agar terhindar dari kontaminasi debu.
  • Pembersihan Aman: Basahi area halaman atau kendaraan dengan air sebelum dibersihkan agar debu tidak kembali beterbangan di udara.

Apabila mengalami gejala penyakit atau membutuhkan bantuan darurat bencana, warga dapat mendatangi puskesmas terdekat atau menghubungi Call Center BPBD Lampung Tengah di nomor 0725-5263-363 dan WhatsApp 0813-7909-5572 (a.n. Jamilludin).

 (Tribunlampung.co.id/Fajar Ihwani Sidiq)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.