TRIBUNBENGKULU.COM - Febiona br Purba (16), siswi asal Kabupaten Karo, Sumatra Utara, diduga mengalami gangguan ingatan setelah keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG).
Saat ini, ia masih menjalani pemeriksaan kesehatan di Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Adam Malik, Kota Medan.
Febiona mengalami gejala keracunan usai menyantap MBG pada Kamis (13/8/2026).
Ibu Febiona, Elvinus Lusiana Sitanggang (49), mengatakan saat itu putrinya menyantap MBG dengan lauk ikan tongkol.
“Rasanya pahit dan keras, katanya. Tapi pikirnya kek gitu rasanya. Makan aja dia karena udah lapar,” kata Elvinus, Senin (27/9/2026), dilansir Kompas.com.
Sejak saat itu, Febiona mulai merasa pusing serta badannya gatal-gatal.
Ia sempat muntah dan mendadak lemas hingga akhirnya dilarikan ke Rumah Sakit Umum (RSU) Kabanjahe.
Menurut Elvinus, putrinya menjalani perawatan selama tiga hari di rumah sakit tersebut.
Namun, setelah diperbolehkan pulang, Febiona kembali mengalami kejang sehingga dilarikan ke Rumah Sakit Efarina Berastagi.
Dua hari berselang, dia dirujuk ke Rumah Sakit Umum Haji dan dirawat selama seminggu.
Akan tetapi, Febiona masih mengalami kejang sehingga harus menjalani kontrol kesehatan beberapa kali di RSUP Adam Malik.
Diduga Mengalami Gangguan Ingatan
Sejak saat itu, kondisinya kian memburuk.
Bahkan, ia diduga mengalami gangguan ingatan.
Elvinus mengatakan putrinya tidak mengenali sejumlah kerabat dan keluarga yang selama ini ia kenal.
Tidak hanya itu, Febiona bahkan terlihat bertingkah seperti anak usia tiga tahun.
"Lupa dia, misalnya bibinya kalau datang, ini siapa katanya. Kami kasih tahu lah, ini Bibi."
"Adik-adiknya juga gitu (gak ingat). Kawan-kawannya (di sekolah) datang pun gak kenal,” ujar Elvinus, Selasa (8/9/2026), dikutip dari Tribun-Medan.com.
Elvinus menuturkan, saat ini putrinya juga mengalami gangguan kesehatan cukup parah pada bagian lidah.
Lidah putrinya tampak semakin masuk ke dalam sehingga membuatnya kesulitan berbicara.
"Karena lidahnya agak masuk, jadi makin susah ngomongnya," katanya.
Jalani Pemeriksaan di RSUP Adam Malik
Humas RSUP Haji Adam Malik Medan, Rosario Dorothy, membenarkan bahwa Febiona merupakan pasien rawat jalan di rumah sakit tersebut.
Rosario mengatakan siswi itu telah dua kali menjalani pemeriksaan di rumah sakit tersebut.
Ia menyebut Febiona kini ditangani sejumlah dokter spesialis di RSUP Haji Adam Malik.
"Betul. Pasien hari ini ada berkunjung untuk menjalani pengobatan dan ditangani dokter spesialis gastro anak, kemudian spesialis neurologi anak, serta psikiatri," ucap Rosario saat ditemui di kantornya, Senin (7/9/2026).
Kunjungan pertama Febiona berlangsung pada 31 Agustus 2026.
Kemudian, pada kunjungan kedua, dilakukan pemeriksaan neurologi dan psikiatri.
Febiona juga menjalani pemeriksaan electroencephalography (EEG).
Rosario mengatakan pihak rumah sakit belum dapat memastikan kondisi Febiona karena pemeriksaan masih berlangsung.
Nantinya, hasil EEG masih akan dilanjutkan dengan pemeriksaan lain untuk membantu dokter menegakkan diagnosis.
"Nah, itu belum bisa kita pastikan karena dari EEG ini nanti akan ada pemeriksaan-pemeriksaan lanjutan lagi ya, begitu. Untuk menegakkan diagnosa sebenarnya dia sakit apa," jelas Rosario.
Penjelasan BGN
Kepala Sub Bagian Tata Usaha Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi (KPPG) Medan, Erdianta Sitepu, membenarkan bahwa Febiona menjalani pemeriksaan lanjutan.
"Dia ke rumah sakit dalam rangka kontrol kesehatan. Tadi sudah melakukan pemeriksaan EEG dan besok keluar hasilnya," kata Erdianta kepada Kompas.com melalui sambungan telepon, Senin.
Namun, ia belum dapat memastikan kondisi Febiona, termasuk dugaan gangguan ingatan yang dialaminya.
Menurut dia, kondisi itu perlu dijelaskan oleh dokter yang menangani Febiona.
"Itu mungkin nanti bisa ke dokter yang berwenang. Tapi dari hasil komunikasi kami dengan FP tadi bagus saja. Bisa diresponnya dengan baik," ujar Erdianta.
Saat ini, pihaknya masih menunggu hasil pemeriksaan dokter untuk mengetahui kondisi Febiona.
Ia berharap kondisi siswi SMK Bersama Berastagi itu segera membaik.