Kapal Feri Simeulue-Meulaboh Terombang-ambing 5 Jam, Baling-baling Diduga Terlilit Tali Jangkar
Muliadi Gani September 08, 2026 04:52 PM

PROHABA.CO, ACEH BARAT – Suasana mencekam sempat menyelimuti para penumpang kapal feri rute Kabupaten Simeulue menuju Meulaboh, Aceh Barat.

Kapal yang mengangkut puluhan warga tersebut dilaporkan terombang-ambing selama kurang lebih lima jam di perairan sekitar Pelabuhan Kuala Bubon, Kecamatan Samatiga, Aceh Barat, pada Senin (7/9/2026).

Insiden tersebut terjadi sejak pagi hari saat kapal berukuran besar itu mulai mendekati area Pelabuhan Kuala Bubon.

Kapal mendadak hilang kendali dan tak bisa melanjutkan pelayaran setelah bagian baling-baling atau kipas kapal diduga kuat tersangkut dan terlilit tali jangkar milik kapal lain yang berada di sekitar perairan pelabuhan.

Salah seorang penumpang asal Simeulue, Nurbaiti, menceritakan detik-detik saat kapal feri yang ditumpanginya mendadak mati mesin dan berhenti bergerak di tengah laut.

"Sejak pagi kapal tidak bisa berjalan.

Diduga tali jangkar kapal lain terkena kipas atau bagian baling-baling kapal terlilit tadi," ungkap Nurbaiti saat memberikan keterangannya pada Senin (7/9/2026).

Akibat kendala teknis tersebut, para penumpang terpaksa menunggu di atas kapal yang terus bergoyang dihantam ombak perairan Kuala Bubon selama berjam-jam.

Meski berada dalam situasi yang menegangkan, seluruh penumpang dipastikan dalam kondisi aman dan selamat tanpa ada yang mengalami cedera.

Baca juga: Pintu Kamar VIP Rusak, Barang Pasien Hilang Dicuri, RS Harapan Bunda Dilaporkan ke Polisi

Baca juga: Polres Aceh Barat Limpahkan Tiga Tersangka Sabu ke Kejari, Barang Bukti 7,77 Gram Diserahkan

Proses Evakuasi dan Penarikan Kapal

Upaya penyelamatan dan evakuasi armada feri tersebut baru dapat terealisasi menjelang siang hari. Sekitar pukul 11.30 WIB, tim gabungan mulai melakukan penarikan terhadap kapal feri dari perairan menuju ke daratan terdekat di kawasan Kuala Bubon.

Langkah penarikan ini dilakukan untuk mengamankan posisi kapal agar tidak terus terbawa arus laut, sekaligus memudahkan tim teknis dalam melakukan pemeriksaan mendalam terhadap area bawah air kapal yang mengalami kerusakan.

Kapal feri tersebut sebelumnya bertolak dari Pelabuhan Simeulue dengan tujuan akhir Pelabuhan Kuala Bubon, Aceh Barat.

Namun, gangguan pada sistem penggerak utama di detik-detik akhir pelayaran membuat kapal gagal bersandar secara mandiri di dermaga.

Hingga penanganan berlangsung pada Senin siang, belum ada keterangan resmi terkait tingkat kerusakan yang dialami oleh baling-baling kapal feri tersebut.

Pihak berwenang juga masih mendalami kronologi serta penyebab pasti mengapa tali jangkar kapal lain bisa berada di area lintasan hingga melilit kipas kapal penumpang tersebut.

Tidak ada laporan penumpang mengalami cedera dalam kejadian itu.

Proses evakuasi kapal masih berlangsung pada Senin siang, sementara seluruh penumpang dilaporkan dalam kondisi aman dan selamat.

(Serambinews.com/Sadul Bahri)

Baca juga: Kebakaran Hanguskan Dua Ruko di Meureubo Aceh Barat, Kerugian Capai Rp250 Juta

Baca juga: Pelajar Tewas Setelah Terlibat Kecelakaan "Laga Kambing" di Jalan TPI Lampulo

 

 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.