Liputan6.com, Jakarta - Menanam pohon buah biasanya identik dengan halaman yang luas, tanah terbuka, dan sinar matahari sepanjang hari. Padahal, beberapa jenis pohon buah ternyata cukup adaptif untuk dipelihara di dalam rumah, terutama jika memilih varietas berukuran kompak atau kerdil yang memang cocok ditanam dalam pot. Selain menghasilkan buah, tanaman seperti ini juga bisa menjadi elemen dekorasi hidup berkat daun, bunga, hingga aroma segarnya.
Meski demikian, menaruh pohon buah di sudut ruangan saja belum cukup untuk membuatnya tumbuh produktif. Cahaya menjadi salah satu faktor terpenting karena kebanyakan tanaman buah membutuhkan sekitar enam hingga delapan jam cahaya terang setiap hari, sementara pemilihan pot, drainase, penyiraman, pemangkasan, dan proses penyerbukan juga menentukan keberhasilannya. Varietas kompak dan dwarf umumnya lebih praktis untuk ruangan terbatas karena ukuran tanaman lebih mudah dikendalikan.

Pohon zaitun atau Olea europaea bisa menjadi pilihan menarik bagi yang ingin menghadirkan tanaman buah dengan tampilan berbeda di dalam rumah. Daya tariknya bahkan sudah terlihat sebelum tanaman berbuah karena daun zaitun memiliki bentuk ramping dengan warna hijau keperakan yang memberikan kesan elegan. Varietas berukuran lebih kompak seperti 'Arbequina' dan 'Koroneiki' lebih masuk akal dipilih untuk penanaman dalam wadah dibandingkan varietas yang dapat berkembang menjadi pohon besar.
Zaitun termasuk tanaman yang menyukai cahaya sangat terang. Karena itu, posisikan pot sedekat mungkin dengan jendela yang mendapatkan paparan cahaya matahari dalam waktu lama. Ruangan yang terlalu gelap dapat membuat pertumbuhannya kurang optimal, sehingga grow light bisa menjadi tambahan ketika cahaya alami tidak mencukupi. Pot juga harus memiliki lubang drainase yang baik karena tanaman tidak cocok berada dalam media yang terus-menerus basah.
Hal lain yang perlu diperhatikan adalah ruang untuk pertumbuhan tajuk. Walaupun memilih varietas kompak, pemangkasan tetap berguna untuk menjaga tanaman agar tidak berkembang terlalu melebar dan mengganggu area di sekitarnya. Jangan pula berharap pohon langsung menghasilkan banyak buah hanya karena terlihat sehat. Kondisi pencahayaan, umur tanaman, kultivar, serta lingkungan tumbuh akan sangat memengaruhi pembungaan dan pembentukan buah.

Lemon Meyer menjadi salah satu pohon buah yang cukup populer untuk ditanam dalam pot. Ukurannya relatif mudah dikendalikan, buahnya memiliki karakter rasa asam dengan sedikit kesan manis, sedangkan bunga putihnya memberikan aroma citrus yang khas. Untuk rumah dengan ruang terbatas, tanaman ini bisa ditempatkan di dekat jendela terang, teras tertutup, balkon kaca, atau area lain yang tetap mendapatkan banyak cahaya.
Citrus yang ditanam di dalam rumah membutuhkan paparan sinar matahari langsung selama sebagian waktu dalam sehari. Beberapa jenis seperti lemon, tangerine, kumquat, dan jeruk berukuran kecil memang dapat dipelihara sebagai tanaman dalam ruangan jika kebutuhan dasarnya terpenuhi. Media tanam perlu kaya bahan organik tetapi tetap mampu mengalirkan kelebihan air sehingga akar tidak terus berada dalam kondisi basah.
Masalah lain yang sering muncul pada lemon indoor adalah penyerbukan. Ketika tanaman berbunga di luar ruangan, angin dan serangga membantu memindahkan serbuk sari. Di dalam rumah, proses tersebut dapat dibantu secara manual dengan menggoyangkan bunga secara lembut atau memindahkan serbuk sari menggunakan kuas kecil. Cara sederhana ini bisa meningkatkan peluang bunga berkembang menjadi buah, meskipun hasil akhirnya tetap bergantung pada kondisi tanaman secara keseluruhan.

Key lime (Citrus aurantiifolia) juga layak dipertimbangkan ketika mencari pohon buah yang tumbuh subur di dalam ruangan. Buahnya berukuran relatif kecil dengan rasa dan aroma citrus yang kuat, sementara tanaman versi dwarf dapat dipelihara dalam wadah sehingga pertumbuhannya lebih mudah disesuaikan dengan luas rumah. Tanaman ini cocok ditempatkan pada area terang yang tidak terhalang tirai tebal atau furnitur tinggi.
Seperti kebanyakan citrus, key lime membutuhkan media tanam yang memiliki drainase baik. Penggunaan pot berlubang menjadi penting karena genangan air di sekitar akar dapat memicu masalah. Penyiraman sebaiknya dilakukan dengan melihat kondisi media, bukan hanya mengikuti jadwal tetap. Jika bagian atas media masih terasa sangat basah, penyiraman dapat ditunda sampai kelembapannya mulai berkurang.
Kebutuhan cahaya key lime cukup tinggi sehingga grow light dapat dipertimbangkan ketika sinar matahari yang masuk ke rumah terbatas. Citrus secara umum dapat membutuhkan enam jam atau lebih cahaya langsung dalam sehari untuk tumbuh baik dan mendukung pembentukan buah. Kondisi media yang lembap tetapi tidak tergenang serta kelembapan udara yang cukup juga membantu menjaga tanaman tetap sehat.

Pohon tin (Ficus carica) menawarkan pilihan berbeda bagi yang kurang tertarik dengan tanaman citrus. Tanaman ini menghasilkan buah berdaging manis sekaligus memiliki bentuk daun yang dekoratif. Beberapa varietas juga dapat dipelihara dalam wadah, termasuk 'Brown Turkey'. Ada pula kultivar kompak yang memang dikembangkan agar ukurannya lebih mudah ditangani sehingga cocok untuk ruang tumbuh yang terbatas.
Pohon tin indoor tetap memerlukan lokasi yang sangat terang. Jangan meletakkannya jauh dari jendela hanya karena daunnya masih terlihat hijau, sebab cahaya yang tidak mencukupi dapat membuat pertumbuhannya kurang optimal dan menurunkan peluang pembentukan buah. Grow light bisa dimanfaatkan apabila ruangan tidak mendapatkan sinar matahari yang memadai sepanjang hari.
Tanaman tin memang dapat ditanam di dalam rumah, tetapi ukurannya perlu diperhitungkan sejak awal. Beberapa varietas dapat tumbuh cukup tinggi sehingga ruangan harus menyediakan ruang vertikal yang memadai atau tanaman perlu dikendalikan melalui pemangkasan. Pemilihan varietas yang sesuai menjadi salah satu langkah terpenting sebelum membawa tanaman ini ke dalam rumah.

Calamondin merupakan salah satu citrus yang menarik untuk dijadikan tanaman produktif sekaligus dekoratif. Buahnya kecil dengan cita rasa cukup asam sehingga sering lebih cocok dimanfaatkan sebagai bahan minuman, marmalade, bumbu, atau pengganti lemon dan jeruk nipis daripada dimakan langsung. Tanaman ini juga menghasilkan bunga putih beraroma segar yang membuatnya menarik ditempatkan pada area rumah yang terang.
Ukuran calamondin relatif bersahabat untuk penanaman dalam pot, tetapi kebutuhan cahayanya tetap tidak boleh diremehkan. Letakkan tanaman di area dengan cahaya terang dan pastikan media tanam tidak terlalu padat. Campuran media yang mampu menahan kelembapan secukupnya sekaligus cepat membuang kelebihan air akan lebih aman daripada tanah yang mudah berubah menjadi becek.
Calamondin dapat ditanam sebagai tanaman wadah dan membutuhkan cahaya yang kuat. Selama masa pertumbuhan aktif, penyiraman harus cukup tanpa membuat media terus tergenang, sementara kelembapan di sekitar tanaman juga perlu diperhatikan. Seperti citrus lain, tanaman ini dapat mengalami gangguan kutu sisik, tungau, kutu putih, dan beberapa hama lain sehingga bagian bawah daun sebaiknya diperiksa secara berkala.

Kumquat cocok untuk orang yang ingin memiliki tanaman citrus dengan buah berukuran mungil. Berbeda dari kebanyakan jeruk yang kulitnya dibuang, buah kumquat dikenal memiliki kulit yang dapat dimakan. Bentuk buahnya yang kecil serta daun hijau mengilap membuat tanaman ini memiliki nilai dekoratif cukup tinggi, terlebih ketika bunga dan buah muncul pada waktu yang berdekatan.
Untuk penanaman di dalam rumah, pilih varietas yang pertumbuhannya relatif kompak dan letakkan pada tempat dengan cahaya sebanyak mungkin. Jangan menempatkannya di bagian tengah ruangan yang jauh dari sumber cahaya alami apabila menginginkan tanaman tetap produktif. Tambahan grow light dapat membantu ketika jendela tidak mampu memberikan pencahayaan yang cukup.
Kumquat termasuk citrus yang dapat dijadikan tanaman dalam ruangan apabila mendapatkan perawatan yang sesuai. Tanaman perlu memperoleh sinar langsung setidaknya selama sebagian waktu dalam sehari, sedangkan daun sebaiknya dijaga tetap bersih agar tanaman lebih mudah berfotosintesis sekaligus memudahkan pemeriksaan terhadap serangan hama.
Alpukat sering menjadi proyek berkebun indoor karena bijinya mudah ditumbuhkan. Biji dari buah matang dapat berkecambah dan berkembang menjadi tanaman berdaun besar yang cantik, sehingga cocok dimanfaatkan sebagai tanaman hijau di dalam rumah. Namun, ada perbedaan besar antara menumbuhkan alpukat sebagai tanaman hias dan memeliharanya dengan tujuan mendapatkan buah.
Alpukat yang berasal dari biji memang relatif mudah tumbuh di tempat yang hangat dan terang, tetapi tanaman yang dipelihara sebagai houseplant biasanya tidak berbunga ataupun menghasilkan buah. Tanamannya juga dapat tumbuh cepat hingga mencapai ukuran yang cukup besar pada kondisi yang mendukung. Karena itu, tujuan menanam perlu ditentukan sejak awal agar ekspektasinya tidak keliru.
Jika target utamanya adalah memperoleh buah, membeli tanaman alpukat dwarf atau tanaman hasil perbanyakan vegetatif lebih masuk akal dibandingkan sekadar menanam biji dari buah yang dibeli di pasar. Meski demikian, berbuah di dalam rumah tetap jauh lebih menantang dibandingkan sekadar menjaga tanaman tetap hidup dan rimbun. Cahaya sangat terang, ruang yang cukup, kelembapan media yang terkontrol, serta kondisi lingkungan yang mendukung tetap diperlukan.
Memilih jenis pohon yang tepat baru menjadi langkah pertama. Kondisi di dalam rumah berbeda dari kebun terbuka karena jumlah cahaya, sirkulasi udara, kelembapan, hingga keberadaan serangga penyerbuk jauh lebih terbatas. Beberapa penyesuaian berikut dapat membantu tanaman beradaptasi.
Tempatkan tanaman di dekat jendela paling terang di rumah. Banyak citrus memerlukan sedikitnya sekitar enam jam sinar matahari langsung, sementara pencahayaan yang lebih panjang dapat lebih mendukung tanaman yang diharapkan berbuah. Grow light dapat digunakan untuk menambah durasi cahaya jika sinar alami tidak mencukupi.
Tetap amati respons tanaman karena intensitas matahari melalui kaca bisa berbeda pada setiap rumah. Daun yang berubah pucat dan pertumbuhan yang memanjang dapat menandakan kekurangan cahaya, sedangkan paparan sangat panas pada kondisi tertentu juga perlu disesuaikan secara bertahap.
Pot untuk pohon buah sebaiknya memiliki lubang di bagian bawah sehingga air tidak tertahan di sekitar akar. Media tanam juga harus cukup porous dan tidak mudah memadat. Untuk citrus, media yang sedikit asam dan memiliki drainase baik lebih sesuai daripada campuran tanah berat yang mempertahankan terlalu banyak air.
Hindari memilih pot yang jauh lebih besar daripada ukuran perakaran hanya karena ingin tanaman cepat berkembang. Penambahan ukuran pot sebaiknya dilakukan bertahap ketika akar memang sudah memenuhi wadah sehingga kelembapan media lebih mudah dikontrol.
Kebutuhan air dapat berubah menurut ukuran tanaman, jenis media, intensitas cahaya, suhu, dan kelembapan ruangan. Karena itu, menyiram setiap dua atau tiga hari tanpa mengecek kondisi tanah berpotensi membuat tanaman kekurangan atau justru kelebihan air.
Periksa bagian atas media dengan jari sebelum menyiram. Untuk citrus, tanah sebaiknya dijaga lembap tetapi tidak basah terus-menerus, dan lapisan atas dapat dibiarkan mulai mengering sebelum tanaman disiram lagi. Air berlebih harus dapat keluar dari lubang drainase dan jangan membiarkan pot terus berdiri di dalam genangan air.
Tidak semua tanaman membutuhkan dua pohon agar menghasilkan buah, tetapi berkurangnya serangga dan pergerakan udara di dalam rumah dapat membuat proses penyerbukan tidak seefektif di kebun. Pada tanaman tertentu, bunga dapat dibantu dengan menggoyangkannya perlahan atau menggunakan kuas kecil untuk memindahkan serbuk sari.
Memilih varietas self-pollinating juga dapat menyederhanakan perawatan, terutama jika rumah hanya menyediakan ruang untuk satu pot besar. Meski demikian, tanaman tetap membutuhkan kondisi tumbuh yang baik karena keberhasilan penyerbukan saja tidak menjamin buah akan bertahan sampai matang.
Pohon buah yang dipelihara di dalam ruangan tetap dapat berkembang lebih tinggi dan lebar dari perkiraan. Pemangkasan ringan membantu mempertahankan bentuk tajuk, membuang bagian yang mati atau mengganggu, serta mencegah tanaman memenuhi ruang di sekitar jendela.
Jangan memangkas terlalu agresif hanya untuk membuat pohon tetap kecil. Kenali pola pertumbuhan tanaman dan lakukan pemangkasan secara bertahap. Sejak awal, membeli varietas dwarf atau kompak tetap menjadi cara yang lebih praktis daripada mencoba menahan ukuran varietas yang secara alami tumbuh besar.
Bisa, terutama pada jenis dan varietas yang cocok ditanam dalam pot, tetapi hasilnya sangat bergantung pada cahaya, umur tanaman, penyerbukan, nutrisi, dan kondisi lingkungan.
Citrus berukuran kecil seperti lemon Meyer, calamondin, dan kumquat termasuk pilihan yang layak dipertimbangkan karena dapat dipelihara dalam wadah dan tersedia dalam varietas yang relatif kompak.
Sebagian besar pohon buah membutuhkan cahaya sangat terang dan beberapa jam sinar langsung setiap hari. Jika cahaya dari jendela tidak mencukupi, grow light dapat digunakan sebagai tambahan.
Bijinya mudah ditumbuhkan menjadi tanaman, tetapi alpukat yang dipelihara dari biji sebagai tanaman indoor biasanya tidak menghasilkan buah. Tanaman hasil perbanyakan vegetatif atau varietas dwarf lebih masuk akal jika berbuah menjadi tujuan utama.
Tidak selalu, tetapi beberapa tanaman dapat memperoleh tambahan cahaya dan sirkulasi udara ketika ditempatkan di luar untuk sementara. Perpindahan sebaiknya dilakukan secara bertahap agar tanaman tidak mengalami stres akibat perubahan cahaya yang mendadak.