Pintu Kamar VIP Rusak, Barang Pasien Hilang Dicuri, RS Harapan Bunda Dilaporkan ke Polisi
Muliadi Gani September 08, 2026 04:52 PM

 

PROHABA.CO, BANDA ACEH – Merasa kecewa dan tak mendapatkan kepastian tanggung jawab dari pihak manajemen, Arabi (47), warga Lampisang, Kecamatan Peukan Bada, Aceh Besar, resmi melaporkan Rumah Sakit (RS) Harapan Bunda Banda Aceh ke Polsek Baiturrahman.

Langkah hukum ini diambil buntut dari aksi pencurian yang menimpa keluarganya saat menjalani perawatan di rumah sakit swasta tersebut.

Insiden kemalingan itu dialami oleh kakak kandung Arabi, Wardiana, sewaktu dirawat di ruang VIP nomor 206 RS Harapan Bunda pada Kamis, 20 Agustus 2026, sekitar pukul 03.00 WIB dini hari.

Akibat peristiwa tersebut, korban kehilangan sebuah tas yang berisi uang tunai sebesar Rp1,5 juta, satu unit telepon genggam (smartphone) Samsung A56 berwarna merah muda, serta sejumlah dokumen penting lainnya.

Arabi menuturkan bahwa selain melapor ke pihak berwajib, dirinya memilih membeberkan kejadian ini kepada awak media karena telah menunggu iktikad baik manajemen rumah sakit selama hampir 20 hari tanpa hasil yang memuaskan.

Menurutnya, kerugian yang dialami keluarga bukan sekadar masalah kehilangan barang, melainkan kelalaian nyata dari pihak fasilitas kesehatan dalam menjamin keamanan pasien.

Ia menyayangkan buruknya fasilitas yang disediakan, terutama kondisi pintu kamar perawatan kelas VIP yang rusak dan tidak dapat dikunci dari dalam sejak awal mereka masuk.

Padahal, keluarganya memilih ruangan kelas atas tersebut dengan membayar tarif komersial secara mandiri demi mendapatkan rasa aman dan kenyamanan ekstra.

Baca juga: RIF Terduga Pencuri Emas di Banda Aceh Akhiri Persembunyian dan Memilih Serahkan Diri ke Polisi

"Sebagai pasien umum tanpa ditanggung BPJS Kesehatan, kami membayar Rp1 juta untuk satu malam menginap di ruang VIP itu demi keamanan dan kenyamanan.

Pintu kamar dari awal sudah rusak dan tidak bisa dikunci sesuai jawaban pihak rumah sakit saat kami pertanyakan.

Namun anehnya, petugas yang berjaga di lorong pun tidak ada.

Jika kejadian ini di ruang bangsal atau ruangan umum bersama pasien lain, tentu kami tidak akan menuntut apa-apa," tegas Arabi saat memberikan keterangan pada Selasa (8/9/2026).

Kronologi Kejadian Mencekam di Dini Hari

Arabi menceritakan kembali detik-detik mencekam saat insiden pencurian tersebut terjadi di dalam kamar rawat.

Peristiwa kemalingan itu terjadi Kamis, 20 Agustus 2026 sekira pukul 03.00 WIB dini hari. 

Ketika itu, kakaknya sedang beristirahat didampingi ibu mereka dengan kondisi lampu ruangan yang menyala terang.

Namun, sekitar pukul 03.00 WIB dini hari, sang kakak mendadak terbangun dari tidurnya lantaran merasakan ada sosok asing yang nekat masuk dan sengaja mematikan sakelar lampu kamar.

"Dalam kegelapan tersebut terlintas bayangan hitam yang langsung bergegas keluar kamar," ungkap Arabi.

Sadar ada hal yang tidak beres, sang kakak langsung menjerit histeris sembari menyalakan kembali lampu ruangan.

Baca juga: Abu Vulkanik Mereda, Penerbangan di Soekarno-Hatta dan Sultan Iskandar Muda Kembali Normal

Saat diperiksa, tas berwarna hijau yang sebelumnya ditaruh persis di samping tempat tidur telah raib dibawa kabur pelaku.

Adapun isi tas tersebut satu HP merk Samsung A56 warna pink, uang Rp1,5 juta, dan surat-surat berharga lainnya. 

Akibat musibah tersebut, korban menanggung total kerugian barang dan uang tunai yang ditaksir mencapai Rp5 juta.

Tidak hanya kerugian materi, peristiwa ini juga menyisakan trauma psikologis yang mendalam bagi keluarga, karena kakak dan mamak saya menjadi ketakutan.

"Ibu saya menjadi sangat ketakutan dan tidak bisa tidur lagi sepanjang sisa malam itu, padahal kondisi kesehatannya sedang membutuhkan istirahat," lanjut Arabi.

Pihak keluarga mengaku telah berulang kali mengadukan permasalahan ini kepada manajemen RS Harapan Bunda secara kekeluargaan.

Namun, respon yang diterima justru dinilai lepas tangan.

Pihak rumah sakit berdalih bahwa kapasitas penjagaan mereka terbatas sehingga tidak memungkinkan untuk mengawasi area hingga ke dalam setiap kamar pasien.

Sementara itu, pihak Humas RS Harapan Bunda, Eva, yangsaat melansir konfirmasi Serambinews.com secara terpisah pada Selasa (8/9/2026) mengenai laporan dan tuntutan pasien ini belum memberikan tanggapan resmi atas perkara ini.

Baca juga: Terekam CCTV Berkaus Kuning, Pencuri Pakaian Rp410 Juta di Lhokseumawe Diringkus Bersama 3 Penadah

Baca juga: Modus Pinjam Motor Buat Ambil Paket, Pria di Aceh Besar Ditangkap Usai Gadaikan Honda Scoopy Teman

 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.