Laporan Reporter TRIBUNFLORES.COM, Robert Ropo
TRIBUNFLORES.COM, RUTENG--Elisabeth Daus warga Carep, Kelurahan Compang Carep, Kecamatan Langke Rembong, Kabupaten Manggarai menjadi korban gempa Flores pertama yang akan dibangun rumah untuk hunian tetap (Huntap) dari Pemerintah Pusat melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
Ada pun rumah milik Elisabeth Daus mengalami kerusakan berat hingga mencapai 71 persen akibat guncangan gempa bumi Magnitudo 7,7, Sabtu (15/8/2026) lalu.
Kerusakan terjadi pada bagian struktur maupun nonstruktur bangunan. Pada bagian struktur, balok, tiang dan atap mengalami deformasi. Sementara pada bagian kerusakan terjadi pada dinding dan lantai.
Elisabeth Daus mengaku sangat bangga atas perhatian pemerintah pusat dengan membangun Huntap untuk ia bersama keluarganya dan untuk pertama dan menjadi contoh untuk pembangunan Huntap bagi korban lainya.
Baca juga: Lindungi Pengungsi Korban Gempa, Polres Manggarai Timur Perketat Pengawasan di Posko
"Terima kasih untuk bapak pemerintah yang sudah memperhatikan saya dengan membangun kembali rumah saya,"ungkapnya kepada wartawan, Selasa (8/9/2026).
Peristiwa gempa bumi dahsyat itu juga membuat dirinya harus menderita kerugian mencapai puluhan juta rupiah karena rumah miliknya mengalami kerusakan berat.
Ada pun Pemerintah Pusat melalui Badan BNPB akan mulai membangun rumah contoh Hunian Sementara (Huntara) dan Hunian Tetap (Huntap) bagi warga terdampak gempa bumi Magnitudo 7,7 di Carep, Kecamatan Langke Rembong, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Contoh Huntara tersebut dibangun dengan ukuran 4x6 meter dan untuk Huntap 6x6 meter. Bangunan ini nantinya menjadi acuan bagi pembangunan hunian bagi warga terdampak lainnya.
Kepala Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman, dan Pertanahan Kabupaten Manggarai, Yustinus Mulyo Nanga, menyampaikan ini dalam Rapat Perdana Pascagempa yang berlangsung di Kantor Sementara Bupati Manggarai di gedung Stadion Golo Dukal, Selasa (8/9/2026).
Rapat tersebut dipimpin langsung Bupati Manggarai Herybertus Geradus Laju Nabit, didampingi Wakil Bupati Manggarai Fabianus Abu dan Plt. Sekretaris Daerah Kabupaten Manggarai. Rapat diikuti para Staf Ahli Bupati, para Asisten, serta para pimpinan perangkat daerah di lingkup Pemerintah Kabupaten Manggarai.
Yustinus menjelaskan, pembangunan rumah contoh tersebut diperuntukkan bagi warga yang memenuhi persyaratan, yakni rumah mengalami kerusakan berat akibat gempa.
Yustinus mengatakan, Selasa pagi tadi alat berat telah diturunkan ke lokasi untuk merobohkan bangunan rumah milik Elisabeth Daus yang mengalami kerusakan berat itu. Pembongkaran dilakukan sebagai bagian dari tahapan awal sebelum pembangunan rumah contoh Huntara dan Huntap dimulai.
Rumah contoh Huntara dan Huntap ini nantinya diharapkan menjadi model pembangunan hunian pascabencana bagi masyarakat penerima bantuan lainnya. Masyarakat dapat melihat secara langsung bentuk, ukuran dan konstruksi hunian yang akan dibangun.
Pembangunan Huntara dan Huntap merupakan bagian dari upaya pemerintah Daerah bersama BNPB dalam mendukung pemulihan warga terdampak gempa bumi di Kabupaten Manggarai.
Pelaksanaannya diarahkan dengan memperhatikan aspek keselamatan, kelayakan dan ketahanan bangunan terhadap risiko bencana. (rob)