SURYA.CO.ID, SIDOARJO – Kasus keracunan massal yang menimpa ratusan siswa dan santri di Kabupaten Sidoarjo menjadi evaluasi besar bagi pemerintah daerah.
Guna mencegah musibah itu terulang, Bupati Sidoarjo Subandi bergerak cepat membentuk satgas khusus untuk mengawasi serta mendampingi pelaksanaan program makan bergizi gratis (MBG).
Tim ini diterjunkan untuk mengawal kinerja Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) agar program prioritas Presiden Prabowo Subianto berjalan aman di Kota Delta.
Baca juga: Cara Cegah Keracunan MBG Ala Pemkab Malang Berharga Rp 1,7 Miliar, Anggarkan Beli Food Security Kit
Satgas yang akan dibentuk itu lebih banyak bertugas dalam pendampingan kinerja Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Satgas akan melakukan pendampingan agar program prioritas Presiden Prabowo Subianto itu benar-benar berjalan baik di Sidoarjo.
"Kita berkomitmen, program Presiden ini harus sukses di Sidoarjo, makanya kita harus bersama-sama mendampingi dan memastikan program itu berjalan dengan baik," tegas Bupati Sidoarjo Subandi di Pendopo Sidoarjo, Selasa (8/9/2026).
SUbandi menyampaikan hal ini di sela rapat koordinasi dengan Forkopimda Sidoarjo, Forkopimka, serta seluruh koordinator wilayah SPPG se-Kabupaten Sidoarjo dan Koordinator Wilayah KPPG Surabaya
Subandi menjelaskan bahwa pembentukan satgas lebih difokuskan pada upaya pendampingan operasional.
Petugas bakal memantau alur kerja mulai dari penerimaan bahan mentah, pengolahan, pengemasan, hingga proses distribusi makanan.
Meski begitu, kewenangan komando penuh tetap berada di bawah kendali Badan Gizi Nasional (BGN).
Baca juga: Khofifah Ungkap Kejanggalan Kasus Diduga Keracunan MBG di Sidoarjo, Menu Sama Tapi Beda Distribusi
Selain mengawal alur produksi, satgas diperintahkan memeriksa ketat kondisi sanitasi di seluruh fasilitas SPPG.
Fasilitas pengolahan yang sudah mengantongi izin resmi pun tetap wajib diperiksa ulang guna memastikan kelayakan lingkungannya.
"Yang izinnya sudah selesai juga dicek kembali, apakah sanitasinya layak atau tidak, ini penting untuk menjaga kesehatan," ujar Subandi.
Langkah monitoring dan evaluasi berkala ini dianggap krusial untuk memetakan kendala lapangan sekaligus menemukan solusinya dengan cepat.
Baca juga: Update Penyelidikan Kasus Ratusan Santri Keracunan MBG di Sidoarjo, Mabes Polri Turun, Ini Hasilnya
Keberhasilan program strategis ini sangat bergantung pada komitmen para pengelola SPPG dalam menjaga mutu serta keamanan sajian.
Subandi mengingatkan para pengelola dapur agar tidak nekat mengolah bahan pasokan yang sudah rusak atau tak memenuhi standar.
Bahan mentah berkondisi buruk wajib langsung dipisahkan agar tidak membahayakan para penerima manfaat.
"Kalau bahannya tidak bagus, jangan digunakan, jangan sampai bahan yang tidak bagus tetap diolah, akhirnya yang menjadi korban adalah masyarakat dan pemerintah," pungkasnya.