Pertamina Tambah Pasokan hingga 38 Persen, Antrean BBM di Bondowoso Masih 500 Meter 
Haorrahman September 08, 2026 06:57 PM

 


TRIBUNJATIMTIMUR.COM, Bondowoso - Antrean kendaraan untuk mendapatkan Bahan Bakar Minyak (BBM) masih terjadi di sejumlah SPBU di Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur, Selasa (8/9/2026). Di SPBU Kotakulon antrean BBM terutama pertalite mengular hingga sekitar 500 meter.

Salah seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemkab Bondowoso, Nisa, mengaku harus mengantre sekitar dua jam.

"Saya antri dari jam setengah 8. Sampek jam setengah 10an baru dapat BBM," jelasnya.

Menurut Nisa, antrean kendaraan bahkan hampir mencapai gudang tembakau di sisi timur SPBU Kotakulon. Jika dihitung dari area SPBU, panjang antrean mencapai sekitar 500 meter.

Antrean serupa juga masih terlihat di SPBU Tenggarang. Kendaraan roda dua tampak mengular hingga memenuhi dua lajur untuk mendapatkan BBM.

Baca juga: Pemkab Ungkap Sisa Stok BBM yang ada Pasca Antrean Panjang Terjadi di Sejumlah SPBU

Pertamina Tambah Pasokan BBM

Di tengah antrean tersebut, PT Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus meningkatkan pasokan BBM ke Bondowoso. Langkah ini dilakukan untuk mempercepat penguraian antrean sekaligus memastikan ketersediaan BBM di SPBU.

Sales Branch Manager (SBM) PT Pertamina Patra Niaga, Andi Reza Ramadhan, menjelaskan gangguan distribusi dalam beberapa hari terakhir dipengaruhi kemacetan parah di kawasan Ketapang, Banyuwangi.

Kondisi itu berdampak pada perjalanan mobil tangki yang mengangkut BBM dari Terminal BBM Tanjungwangi menuju wilayah distribusi, termasuk Bondowoso.

"Biasanya suplai dari Tanjungwangi itu bisa lima sampai 13 jam. Karena kemacetan, suplai kami bisa menjadi 15 sampai 23 jam," kata Andi saat rapat koordinasi dengan Komisi 2 DPRD Bondowoso di Gedung DPRD setempat, Selasa (8/9/2026).

Lamanya waktu tempuh membuat mobil tangki yang dalam kondisi normal dapat melakukan pengiriman hingga dua kali sehari hanya mampu melakukan satu kali pengiriman. Sebagian armada bahkan masih berada dalam perjalanan akibat terhambatnya arus lalu lintas.

Baca juga: Efek Kemacetan Pelabuhan Ketapang, Sepekan Terakhir Antrean BBM Mengular di Jember

Untuk mengatasi kondisi tersebut, Pertamina mengalihkan sebagian pasokan BBM dari Surabaya menuju Bondowoso. Volume penyaluran juga terus ditingkatkan secara bertahap.

Kebutuhan normal BBM di Bondowoso berada di kisaran 150 kiloliter (KL) per hari. Namun, pada 6 September 2026, pasokan dinaikkan menjadi 168 KL atau sekitar 12 persen di atas kebutuhan normal.

Peningkatan kembali dilakukan pada 7 September 2026. Saat itu, Pertamina menyalurkan sekitar 190 KL BBM atau sekitar 26 persen lebih tinggi dibandingkan kebutuhan normal harian.

Sementara pada 8 September 2026, pasokan kembali ditambah menjadi sekitar 208 KL. Jumlah tersebut sekitar 38 persen lebih tinggi dibandingkan kebutuhan normal Bondowoso yang berada di angka 150 KL per hari.

"Tujuan kami adalah mengurai antrean yang ada di SPBU dan memastikan BBM tetap tersedia," ujarnya.

Pertamina memastikan stok BBM di Terminal BBM Tanjungwangi tidak mengalami kendala. Sementara itu, kemacetan di kawasan Banyuwangi yang sebelumnya menghambat distribusi juga mulai berangsur normal.

Upaya memperlancar distribusi turut dilakukan dengan menambah armada kapal di Pelabuhan Ketapang. Salah satunya KMP Portlink yang memiliki kapasitas angkut sekitar 100 unit kendaraan.

Selain itu, terdapat tambahan satu kapal besar yang diharapkan dapat semakin memperlancar arus kendaraan sekaligus distribusi logistik melalui kawasan Ketapang.

Dengan berbagai langkah tersebut, Pertamina berharap tambahan pasokan dapat segera berdampak pada berkurangnya antrean kendaraan di SPBU Bondowoso.

Baca juga: BBM Langka di Bondowoso Antrean SPBU hingga 100 Meter, DPRD Akan Panggil Pertamina

Panic Buying

Andi meminta masyarakat Bondowoso tidak panik dan tidak membeli BBM secara berlebihan. Menurutnya, Pertamina terus meningkatkan pasokan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

"Kami dapat pastikan masyarakat tidak perlu khawatir. Dalam tiga hari terakhir, termasuk hari ini, suplai tambahan terus meningkat," katanya.

Pertamina juga mengimbau masyarakat membeli BBM sesuai kebutuhan dan tidak melakukan penimbunan. Langkah tersebut dinilai penting agar distribusi BBM tetap berjalan lancar dan pasokan dapat menjangkau seluruh masyarakat yang membutuhkan.

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.