TRIBUN-MEDAN.COM,MEDAN- Gubernur Sumut (Gubsu) Bobby Nasution mengatakan, akan mewacanakan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) untuk siswa di 14 Kabupaten yang berpotensi terpapar sebaran asap.
Menurut Bobby Nasution, pihaknya akan memantau beberapa hari ke depan untuk kondisi cuaca di 14 Kabupaten Tersebut.
Bobby Nasution juga mengimbau, agar warga tetap menerapkan pola hidup sehat. Seperti menerapkan masker saat hendak ke luar rumah.
"Untuk anak-anak, nanti saya belum dapat informasi lengkapnya, tapi kalau memang sudah tingkat membahayakan, kami akan coba membuat skema belajar jarak jauh kembali. Itu nanti dari kita akan imbau dari SD sampai dengan SMA,"terangnya usai tinjau jalan rusak di Jalan Letda Sujono, Selasa (8/9/2026).
Selain itu, ia meminta agar warga Sumut khususnya di 14 Kabupaten untuk tidak keluar rumah, jika tidak ada kepentingan mendesak.
"Ya, makanya yang pertama kalau untuk aktivitas normal di luar rumah, kita anjurkan ditahan. Tapi aktivitas yang memang tidak bisa terhindarkan di luar rumah, kita anjurkan pakai alat tambahan seperti masker," ucapnya.
Bobby juga meminta, pihak Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumut untuk gerak cepat.
"Kalau kebakaran hutan di wilayah Sumatera Utara, kami selalu pastikan agar segera dipadamkan dan sosialisasi ke masyarakat apabila memang itu pembakarannya untuk membuka lahan," ucapnya.
Diakui Bobby Nasution,sempat ada beberapa titik kebakaran hutan di Sumut beberapa minggu lalu, namun saat ini kondisinya dalam keadaan aman.
"Ada beberapa titik yang memang sudah kami tinjau dan kami kasih estimasi waktu pemadaman jangan lebih dari dua hari. Dan alhamdulillah, dari beberapa titik kemarin tidak ada lagi dari dua hari, dan ini semua dari BPBD provinsi, kabupaten, dan juga tim pemadam, dan juga dari Kementerian Kehutanan juga bekerja bersama-sama,"jelasnya.
Sebelumnya diketahui, Kepala Balai Besar Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BBMKG) Wilayah I Medan, Hendro Nugroho mendeteksi ada 14 kabupaten yang berpotensi terpapar sebaran asap pada, Selasa 8 September 2026.
Hendro bilang, bahwa sebaran asap tersebut bergerak ke arah barat laut, mengikuti pola angin yang bertiup dari arah tenggara.
"Hasil pemantauan Citra Sebaran Titik Panas (Hotspot) di Sumatera Utara pada tanggal 7 September 2026 terdapat 26 titik panas, dimana 4 titik dengan tingkat kepercayaan tinggi tersebar di Kabupaten Labuhanbatu Utara, Padang Lawas Utara, dan Tapanuli Selatan," kata Hendro, dalam siaran pers yang dibagikan di grup WhatsApp MEDIA (BMKG SU), Selasa (8/9/2026).
Dari data yang disampaikan Hendro tersebut, ke 14 kabupaten yang berpotensi terpapar sebaran asap adalah Kabupaten Asahan, Batubara, Simalungun, dan Samosir.
Kemudian, wilayah lain yang juga terdeteksi berpotensi terpapar sebaran asap adalah Toba, Labuhanbatu Selatan, Labuhanbatu, Labuhanbatu Utara, dan Tapanuli Utara.
Selanjutnya, Tapanuli Tengah, Tapanuli Selatan, Padang Lawas, Padang Lawas Utara, dan Mandailing Natal.
Hasil pengamatan dari Stasiun Meteorologi Silangit, Stasiun Meteorologi F.L. Tobing Sibolga, dan Stasiun Meteorologi Aek Godang menunjukkan bahwa pada 8 September 2026 terjadi penurunan jarak pandang menjadi 500 meter hingga 5 km," kata Hendro.
(Cr5/tribun-medan.com)