Erupsi Gunung Disebut Terkait Proyek HAARP, Pakar Tegaskan Letusan Punya Proses Alamiah
Okwida Kris Imawan Indra Cahaya September 08, 2026 06:57 PM

– Ulta Levenia Nababan, Tenaga Ahli Utama di Kantor Staf Presiden, mempertanyakan penyebab sejumlah gunung di Indonesia belakangan ini meletus dalam waktu hampir bersamaan.

Setidaknya ada enam gunung yang meletus sejak awal September 2026, yakni Gunung Anak Krakatau, Gunung Ibu, Gunung Ili Lewotolok, Gunung Semeru, dan Gunung Lewotobi Laki-Laki.

Melalu unggahan di akun Instagram miliknya, Senin, (7/9/2026), Ulta mengatakan bisa saja fenomena itu terjadi secara alamiah. Namun, dia memilih memandangnya secara skeptis dan mengaitkannya dengan teori konspirasi.

“Tapi karena saya orangnya skeptis banget, gak mau terima dengan penjelasan yang biasa dan lumrah HARUS diterima. Maka ada alternatif lain kemungkinan besar akan digolongkan ke teori konspirasi,” kata dia.

“Tapi toh terbukti konspirasi sebagian besar adalah fakta yang tertunda. Kalau di Amerika umurnya konspirasi 20-40 tahun tergantung kapan sebuah proyek ditutup/selesai dan sudah bisa untuk disclosed to public."

Dia menyinggung sebuah proyek yang bernama High-frequency Active Auroral Research Program (HAARP). Proyek itu kerap disebut dalam podcast di luar negeri.

Menurut dia, proyek HAARP sering dikaitkan dengan teori konspirasi karena memang awal didanai oleh Angkata Udara Amerika Serikat (AS), Angkatan Laut AS, dan Badan Proyek Pengembangan Riset Lanjutan Pertahanan (DARPA).

Ulta mengatakan ada banyak spekulasi bahwa HAARP bisa mengendalikan cuaca, membuat badai, hingga menciptakan gempa bumi meski tidak ada bukti ilmiahnya.

“Kenapa ada gap conspiracy ini tentang proyek HAARP? Karena kalau dilihat dengan kacamata geopolitik dan intelijen, proyek HAARP berkaitan dengan penelitian eksploitasi ionosfer dan menggunakan energi radio frekuensi tinggi yang awalnya berpusat di Alaska. Kemudian menimbulkan pertanyaan: untuk apa militer Amerika membangun pemancar radio yang sangat kuat di Alaska?” ujarnya.

Dia lalu mempertanyakan penyebab meletusnya gunung-gunung di tanah air setelah Presiden Prabowo Subianto berkunjung ke Kota Vladivostok, Rusia, beberapa hari lalu untuk menghadiri Eastern Economic Forum 2026.

“Walau gak ada bukti ilmiah yg kredibel, tapi otak skeptis pasti berpikir atau setidaknya entertain pemikiran, ‘Kenapa sehari setelah Presiden RI bersalaman mesra dengan Putin di Vladivostok, 6 gunung vulkanik Indonesia erupsi secara bersamaan?”

Ulta mengklaim yang curiga tentah hal ini bukan hanya dia, tetapi juga Jepang, Tiongkok, dan Turki.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.