TRIBUNBATAM.id, TANJUNGPINANG -Suasana di dalam Musala Polresta Tanjungpinang terasa begitu khusyuk, Selasa (8/9/2026).
Di antara deretan jajaran kepolisian, terdengar lantunan doa dan zikir yang tulus dari para hafiz Al-Qur'an, penyandang disabilitas, serta anak-anak yatim piatu.
Bersama Kapolresta Tanjungpinang, Kombes Pol. Indra Ranu Dikarta, mereka bersatu hati memohon perlindungan Allah SWT bagi Tanjungpinang, Kepri, dan seluruh Indonesia yang tengah menghadapi berbagai musibah.
Kegiatan doa dan zikir bersama ini digelar dihadiri Wakapolresta AKBP Farouk Oktora, para pejabat utama, perwira, dan personel Polresta Tanjungpinang.
Turut hadir Ketua Yayasan Quran Center Tanjungpinang H. Hariyun, didampingi 52 hafiz Al-Qur'an, 30 penyandang disabilitas, serta 25 anak yatim piatu dari Yayasan Ar-Rahman.
Di tengah lantunan Sholawat Busyro dan Khatmil Qur'an, Kapolresta Indra Ranu Dikarta menyampaikan bahwa kehadiran para hafiz, anak yatim, dan kaum disabilitas menjadi kekuatan doa yang luar biasa untuk mendoakan keselamatan bersama.
"Melalui doa bersama ini, kami memohon kepada Allah SWT agar Kota Tanjungpinang, Provinsi Kepulauan Riau, dan seluruh wilayah Indonesia senantiasa diberikan perlindungan, keselamatan, kedamaian, serta dijauhkan dari segala bentuk musibah dan bencana," sebut Kapolresta Tanjungpinang.
Ia sangat mengapresiasi kehadiran para anak yatim, hafiz, dan penyandang disabilitas yang turut mendoakan kebaikan bagi negeri.
Menurutnya, lantunan ayat suci Al-Qur'an dan doa yang dipanjatkan bersama menjadi wasilah untuk menghadirkan keberkahan dan ketenteraman bagi seluruh masyarakat.
Semoga lantunan ayat suci Al-Qur'an, sholawat, dan doa yang dipanjatkan bersama menjadi wasilah untuk menghadirkan keberkahan, ketenteraman, dan keselamatan bagi kita semua.
"Mari kita terus memperkuat kepedulian, kebersamaan, dan saling membantu dalam menghadapi setiap situasi," kata dia.
Indra juga menegaskan bahwa Polresta Tanjungpinang tidak hanya hadir menjaga keamanan dan ketertiban, tetapi juga terus merajut silaturahmi sosial dan keagamaan bersama seluruh elemen masyarakat, termasuk anak-anak yatim dan kaum disabilitas.
"Semoga kita semua senantiasa diberikan kesehatan, kekuatan, dan keselamatan, serta Kota Tanjungpinang dan Indonesia selalu dalam lindungan Allah SWT," katanya.
Kegiatan ditutup dengan Salat Dzuhur berjamaah, seiring berakhirnya doa bersama yang penuh kehangatan dan harapan itu. (TribunBatam.id/Ronnye Lodo Laleng)