Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Muamarrudin Irfani
TRIBUNNEWSBOGOR.COM, CIBUNGBULANG - Kebakaran yang terjadi di tempat pembuangan akhir sampah (TPA) Galuga Bogor membuat masyarakat resah.
Pasalnya, kepulan asap dari tumpukan sampah yang terbakar tertiup angin mengarah ke pemukiman warga.
Salah satu pemukiman yang terdampak asap kebakaran yakni di Kampung Cimangir, Desa Dukuh, Kecamatan Cibungbulang, Kabupaten Bogor.
Perkampungan yang cukup padat penduduk tersebut berada tepat di belakang gunungan sampah.
Untuk menuju pemukiman tersebut harus melewati jalan yang hanya cukup untuk satu mobil di pinggir gunungan sampah.
Saat kepulan asap membumbung tinggi dan tertiup angin, pemukiman tersebutlah yang merasakan dampaknya.
Karena kepulan asap masih terus menyelimuti pemukiman yang disebabkan kebakaran masih terjadi, sebagian besar warga memilih menggunakan masker.
Terlihat sejumlah warga mengenakan masker saat beraktivitas di luar rumah karena khawatir dengan asap yang dapat membuat mata sesak.
Salah satu warga, Enah mengaku khawatir kepulan asap tersebut akan berdampak terhadap kesehatan.
"Pasti khawatir soalnya kan udah kita deket sampah gitu ya. Terus kan ini kebakaran. Ya dampak mah pasti ada," ujarnya, Selasa (8/9/2026).
Menurutnya, beberapa warga telah merasakan sejumlah keluhan dampak kebakaran yang menimbulkan asap tersebut.
Wanita berusia sekitar 50 tahun itu menyebut, keluhan yang dirasakan yaitu mulai dari sesak nafas dan mata perih.
"Ada yang sesak, kena mata juga gatel. Kalau aku sih enggak ya, pribadi. Yang lain mah katanya batu, pilok, sesek katanya, mata gatel," katanya.
Akan kondisi tersebut, ia pun berharap kebakaran yang terjadi di TPA Galuga dapat segera teratasi dan masyarakat dapat beraktivitas normal.
"Ya mudah-mudahan cepet menghilang asepnya," katanya.