TRIBUNNEWS.COM - Barcelona dikabarkan mengambil langkah antisipatif menyusul kembalinya Jose Mourinho ke kursi pelatih Real Madrid.
Jajaran petinggi klub Barcelona disebut telah memberikan instruksi khusus kepada Hansi Flick agar tidak melontarkan komentar apa pun mengenai Mourinho maupun Real Madrid.
Langkah tersebut diambil Barcelona untuk menghindari potensi munculnya kembali perang media yang menjadi ciri khas Mourinho.
Rivalitas Barcelona dan Real Madrid pun berpotensi kembali memanas setelah kedatangan pelatih asal Portugal tersebut ke ibu kota Spanyol.
Sejak menangani Barcelona, Flick dikenal sebagai sosok yang tenang ketika menghadapi media.
Pelatih asal Jerman itu sebisa mungkin menjauhkan diri dari kontroversi dan memilih mengarahkan pembicaraan pada pertandingan serta lawan yang akan dihadapi.
Pendekatan tersebut membuat Flick mendapat apresiasi karena mampu menjaga fokus tim di tengah tingginya sorotan terhadap Barcelona.
Namun, situasi berbeda muncul setelah Mourinho kembali menangani Real Madrid.
Menurut laporan SPORT, petinggi Barcelona merasa perlu memberikan pengarahan khusus kepada Flick mengenai sejarah perseteruan Mourinho dengan klub Catalan tersebut.
Barcelona disebut tidak ingin atmosfer panas yang pernah muncul pada periode pertama Mourinho di Real Madrid kembali terjadi.
Para petinggi klub mengingatkan Flick mengenai perang psikologis yang pernah dilancarkan Mourinho ketika berseteru dengan mantan pelatih Barcelona, Pep Guardiola.
Salah satu insiden paling dikenang terjadi di pinggir lapangan ketika Mourinho mencolok mata Tito Vilanova, yang saat itu menjadi staf pelatih Barcelona dan kemudian dipercaya sebagai pelatih kepala klub.
Baca juga: Barcelona Tanpa Striker Murni Tetap Ganas, Racikan Hansi Flick Bikin Lini Depan Lebih Cair
Rangkaian kontroversi tersebut menjadi bagian dari salah satu periode paling panas dalam rivalitas El Clasico.
Setelah mendapatkan gambaran mengenai sejarah tersebut, Flick disebut menerima arahan tegas dari jajaran direksi Barcelona. Instruksinya bahkan digambarkan sangat jelas: tidak memberikan komentar mengenai Mourinho ataupun Real Madrid.
"Jangan sepatah kata pun tentang Mourinho atau Real Madrid."
Flick kemudian berusaha menjalankan arahan tersebut dengan disiplin.
Bahkan ketika Mourinho lebih dulu memberikan sinyal yang berpotensi memancing respons Barcelona, pelatih asal Jerman itu tetap memilih tidak terlibat.
Mourinho sempat menyinggung kasus Negreira yang masih berjalan. Di sisi lain, ia juga memberikan pujian terhadap pekerjaan Flick dan direktur olahraga Barcelona, Deco.
Sikap Flick terlihat jelas ketika dirinya mendapat pertanyaan mengenai kembalinya Mourinho ke Real Madrid menjelang pertandingan pembuka Liga Spanyol Barcelona melawan Elche.
Alih-alih memberikan komentar mengenai pelatih asal Portugal tersebut, Flick langsung mengalihkan pembicaraan kepada pertandingan yang berada di depan mata.
"Apakah kami bermain melawan Real Madrid besok? Kalau begitu, tanyakan kepada saya tentang Elche," jawab Flick.
Respons singkat tersebut menggambarkan pendekatan Barcelona untuk menghadapi Mourinho.
Klub ingin menghindari memberikan panggung kepada sang pelatih untuk membuka perseteruan melalui media.
Dengan tidak meladeni pernyataan Mourinho, Barcelona berharap perhatian tetap tertuju pada performa di lapangan.
Strategi tersebut juga diharapkan dapat menjaga ruang ganti dari tekanan eksternal yang berpotensi mengganggu konsentrasi tim.
Meski gaya Mourinho saat ini dianggap tidak sekonfrontatif periode sebelumnya, Barcelona tetap memasang kewaspadaan tinggi.
Klub Catalan diyakini menyadari bahwa Mourinho merupakan pelatih berpengalaman dalam memainkan perang psikologis.
Baca juga: Starter Pertama Rodri di Barcelona, Fokus Utama Malah Ada di Bench Blaugrana
Jika melihat peluang untuk menggoyahkan rivalnya, ia dinilai dapat kembali menggunakan pendekatan konfrontatif yang pernah menjadi cirinya.
Keteguhan Flick untuk tidak terlibat dalam perang komentar akan mendapat ujian besar ketika Barcelona bertemu Real Madrid dalam El Clasico pertama musim ini.
Pertandingan tersebut dijadwalkan berlangsung di Camp Nou pada 25 Oktober.
Situasi itu akan menjadi tantangan tersendiri bagi Flick untuk mempertahankan sikap diplomatisnya.
Terlepas dari besarnya perhatian media yang mengiringi El Clasico, Flick diperkirakan tetap berusaha menjaga fokus pada pertandingan dan menghindari polemik di luar lapangan.
Barcelona pun berharap pendekatan tersebut cukup untuk mencegah rivalitas klasik dengan Real Madrid kembali berubah menjadi perang psikologis seperti yang pernah terjadi pada era Mourinho.
(Tribunnews.com/Giri)