TRIBUNJABAR.ID, GARUT - Hasil Gerakan Poe Ibu yang dihimpun dari aparatur sipil negara (ASN) Jawa Barat, disalurkan untuk memperbaiki 18 rumah tidak layak huni (rutilahu) di Desa Girimukti, Kecamatan Cikelet, Kabupaten Garut.
Sekretaris Daerah Jawa Barat, Herman Suryatman mengatakan, pembangunan rutilahu tersebut merupakan salah satu bentuk pemanfaatan dana Gerakan Poe Ibu yang digagas Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi.
“Diinisiasi Pak Gubernur, kita mengadakan program namanya Poe Ibu, Sapoe Sarebu. Hasil dari Sapoe Sarebu dialokasikan untuk membantu warga masyarakat yang rumahnya kurang layak,” ujar Herman, Selasa (8/9/2026).
Dari 18 rumah yang menjadi sasaran perbaikan, saat ini baru tiga rumah yang telah selesai dibangun.
Selain memperbaiki hunian, program tersebut juga mencakup penyediaan fasilitas sanitasi seperti mandi, cuci, kakus (MCK).
Herman mengatakan, perbaikan rumah warga menjadi bagian dari upaya Pemprov Jabar meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat, terutama dalam aspek perumahan, permukiman, sanitasi, dan kesehatan.
Baca juga: Gerakan Poe Ibu Kumpulkan Uang Rp 1,485 Miliar, Sebanyak 787 Penerima Manfaat Telah Merasakan
Menurutnya, hunian yang layak memiliki kaitan erat dengan kondisi kesehatan masyarakat.
Karena itu, pembangunan rutilahu diharapkan dapat menjawab kebutuhan warga yang selama ini menantikan perbaikan tempat tinggal.
“Masyarakat menunggu adanya peningkatan kualitas kehidupan, utamina di bidang kesehatan, perumahan, dan permukiman,” katanya.
Selain memperbaiki rumah, Pemprov Jabar mendorong warga Cikelet memanfaatkan lahan di sekitar tempat tinggal untuk menanam berbagai komoditas pangan.
Warga diarahkan menanam cabai, bawang daun, tomat, dan sayuran lainnya. Hasilnya diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan pangan sekaligus memperkuat asupan gizi keluarga.
“Minimal kalau bertanam, itu apa saja, kalau tidak panen, itu ayam. Sehingga asupan gizinya bisa dimanfaatkan,” katanya.
Pemprov Jabar juga menyiapkan bantuan ayam bagi masyarakat sebagai salah satu sumber protein hewani.
Bantuan tersebut, diharapkan tidak hanya memenuhi kebutuhan pangan, tetapi juga mendorong masyarakat membangun sumber pangan secara mandiri.
Pembangunan rutilahu di Cikelet dilakukan secara kolaboratif oleh sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) Pemprov Jabar.
Di antaranya DPMPTSP Jabar bersama Setwan DPRD Jabar serta BKD Jabar bersama Bapenda Jabar dan OPD lainnya.
Gerakan Poe Ibu, sebelumnya diluncurkan Dedi Mulyadi pada Oktober 2025. Program tersebut mengajak ASN menabung Rp1.000 setiap hari atau dikenal dengan gerakan Sapoe Sarebu.
Dana yang terkumpul kemudian diarahkan untuk membantu menyelesaikan berbagai persoalan sosial masyarakat Jawa Barat, termasuk kebutuhan di bidang kesehatan, pendidikan, dan persoalan sosial lainnya.(*)