Respons Gubernur Sumut soal Siswi Karo Keracunan hingga Alami Hilang Ingatan: Kita Perbaiki MBG-nya
Rita Lismini September 08, 2026 08:54 PM

TRIBUNBENGKULU.COM - Gubernur Sumatera Utara, Bobby Nasution tidak mendukung penghentian program Makanan Bergizi Gratis (MBG) setelah ratusan siswa di Karo keracunan sampai ada yang hilang ingatan.

Gubsu Bobby Nasution menegaskan menolak pengentian program MBG meskipun ratusan siswa sudah menjadi korban keracunan dan alami hilang ingatan.

Bobby Nasution mengungkap pihaknya lebih berfokus mendukung perbaikan sistem penyaluran serta mekanisme program MBG tersebut.

Ia menilai masih banyak warga maupun daerah lain yang sangat membutuhkan keberadaan program pemerintah pusat ini.

"Yang kita dukung perbaikan MBG-nya, perbaikan penyalurannya, perbaikan mekanismenya. Karena di sebagian daerah tentu ada yang membutuhkan MBG,

tapi harus penyalurannya dan menunya juga harus baik, tanpa ada korban-korban jiwa lagi," ucap Bobby usai meninjau Jalan Letda Sujono, Selasa (8/9/2026).

Bobby berkali-kali menekankan bahwa permintaannya murni pada tahapan evaluasi dan pembenahan program.

"Perbaikan, perbaikan itu kata kuncinya," jelasnya.

Sosok Siswi yang Hilang Ingatan 

Sejak mengalami dugaan keracunan MBG pada Kamis (13/8/2026) lalu, kondisi kesehatan wakil Ketua OSIS tersebut dikabarkan kian memburuk.

Salah satu dampak fatal dari kejadian ini adalah korban mengalami penurunan daya ingat secara drastis bahkan sulit berbicara.

Ibu Febiona, Elvinus Lusiana br Sitanggang mengungkapkan bahwa hilangnya daya ingat sang anak mulai disadari beberapa waktu usai kejadian.

Ia menyebutkan bahwa Febiona tidak lagi mengenali kerabat maupun teman-teman sekolah yang datang menjenguknya.

"Lupa dia, misalnya bibinya kalau datang, ini siapa katanya. Kami kasih tahu lah, ini Bibi. Adik-adiknya juga gitu (enggak ingat). Kawan-kawannya (di sekolah) datang pun enggak kenal,” ujar Elvinus, Selasa (8/9/2026).

Kepada awak media, Elvinus menceritakan kondisi putrinya mulai menurun setelah mengalami keracunan pada 13 Agustus 2026.

Awalnya, Febi mengeluhkan pusing dan gatal-gatal setelah pulang dari sekolah.

"Awal mulanya, waktu dia keracunan dia kan pulang ke rumah. Tapi waktu di sekolah juga dia sudah enggak pusing sebelum sebelum pulang ke rumah. Tapi sampai rumah dia bilang, ‘Mak, aku pusing.’ Terus, badanku juga gatal-gatal," kata Elvinus.

Melihat kondisi putrinya, Elvinus kemudian mengajaknya ke rumah sakit.

Namun, Febi saat itu memilih tidur.

Sebelum tidur, Elvinus sempat memberikan susu steril kepada putrinya.

Ia memberikan susu tersebut setelah melihat sejumlah guru memberikan susu kepada siswa yang terdampak keracunan.

"Karena kulihat guru-guru SMA negeri bagikan susu. Anakku ini kan sekolah di SMK Bersama. Jadi itulah kukasih susu, baru sedikit diminumnya langsung muntah dia. Lalu kubawa ke Rumah Sakit Umum," ujarnya.

Febi kemudian dibawa ke RSUD Kabanjahe untuk mendapatkan penanganan medis.

Ia menjalani perawatan selama tiga hari sebelum diperbolehkan pulang.

Namun, setelah sampai di rumah, Febi kembali mengalami kejang.

"Sampai di rumah langsung kejang dia. Dari situ awal mulanya dia kejang," tutur Elvinus.

Sejak saat itu, Febi disebut semakin sering mengalami kejang.

Kondisinya pun perlahan menurun hingga keluarga melihat adanya perubahan pada kemampuan mengingatnya.

Tak Lagi Kenali Keluarga

Elvinus mengatakan, Febi mulai kehilangan ingatan terhadap orang-orang terdekatnya.

Bahkan, adik dan kakaknya yang tinggal serumah sudah tidak dikenali oleh Febi.

"Hilang ingatannya, yang terdekat saja dulu, ya. Adiknya, kakaknya, itu kan satu rumah, itu enggak diingatnya," ungkap Elvinus.

Menurut Elvinus, perubahan tersebut semakin terlihat ketika Febi menjalani perawatan di Rumah Sakit Haji.

Saat keluar dari ruang ICU, Febi disebut sudah tidak mengenali sejumlah anggota keluarganya.

"Waktu di Rumah Sakit Haji, datang adiknya, ya sudah, ‘Adik,’ kami bilang, ‘ya adiklah itu,’ gitu saja. Sejak dia keluar dari ruang ICU," katanya.

Keluarga kemudian berusaha membantu mengembalikan ingatan Febi dengan menanyakan orang-orang yang datang menjenguk.

Namun, upaya tersebut belum membuahkan hasil.

Salah satunya ketika sang bibi yang biasanya ditemui Febi setiap pekan datang menjenguk.

Febi disebut tidak lagi mengenali sosok bibinya tersebut.

Keluarga juga sempat menanyakan anak dari bibinya kepada Febi, namun ia tetap tidak mampu mengingatnya.

Jalani Pemeriksaan di RSUP H Adam Malik

Sementara itu, Humas RSUP H Adam Malik Medan, Rosario Dorothy, membenarkan Febi merupakan pasien rawat jalan di rumah sakit tersebut.

Febi telah dua kali menjalani pemeriksaan sebelumnya dan kini kembali datang untuk menjalani pemeriksaan lanjutan.

Ia ditangani sejumlah dokter spesialis, di antaranya gastro anak, neurologi anak, dan psikiatri.

Febi juga telah menjalani pemeriksaan electroencephalography (EEG).

Pihak rumah sakit belum dapat memastikan kondisi Febi karena pemeriksaan masih berlangsung.

Hasil EEG nantinya akan dilanjutkan dengan pemeriksaan lain untuk membantu dokter menegakkan diagnosis.

"Nah, itu belum bisa kita pastikan karena dari EEG ini nanti akan ada pemeriksaan-pemeriksaan lanjutan lagi ya, begitu. Untuk menegakkan diagnosa sebenarnya dia sakit apa," jelas Rosario.

BGN Masih Tunggu Hasil Pemeriksaan

Kepala Sub Bagian Tata Usaha Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi (KPPG) Medan, Erdianta Sitepu, juga membenarkan Febi menjalani pemeriksaan lanjutan.

Menurutnya, pihak BGN masih menunggu hasil pemeriksaan dokter untuk mengetahui kondisi Febi secara lebih jelas.

"Dia ke rumah sakit dalam rangka kontrol kesehatan. Tadi sudah melakukan pemeriksaan EEG dan besok keluar hasilnya," kata Erdianta.

Terkait dugaan gangguan ingatan yang dialami Febi, Erdianta mengatakan kondisi tersebut perlu dijelaskan oleh dokter yang menangani.

"Itu mungkin nanti bisa ke dokter yang berwenang. Tapi dari hasil komunikasi kami dengan FP tadi bagus saja. Bisa diresponnya dengan baik," ujarnya.

Saat ini, keluarga dan pihak terkait masih menunggu hasil pemeriksaan lanjutan dari dokter.

Mereka berharap kondisi Febi segera membaik.

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.