Liput Aktivitas Gunung Anak Krakatau, Rombongan Jurnalis Hilang Kontak di Selat Sunda
Bobby Wiratama September 08, 2026 09:38 PM

 

TRIBUNNEWS.COM - Sebuah kapal cepat atau speedboat rombongan jurnalis dilaporkan mengalami hilang kontak saat meliput aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau (GAK) di perairan Selat Sunda, Selasa (8/9/2026).

Speedboat tersebut dikabarkan berisi tujuh orang, yang mana lima di antaranya merupakan awak media.

Lima orang yang telah teridentifikasi berada di dalam speedboat tersebut yakni:

  • M Bagus Khoirunnas dari Antara
  • Ari Basuki dari Merdeka.com
  • Yudhis dari iNews
  • Daus dari Anadolu Agency
  • Donal (jurnalis freelance)

Sementara dua orang lainnya masih dalam proses pendataan.

Diwartakan Tribun Banten, rombongan berangkat menuju kawasan Gunung Anak Krakatau dari Dermaga Pagedongan, Kecamatan Carita, Kabupaten Pandeglang, Banten, pada Senin (7/9/2026) pukul 14.00 WIB.

Informasi hilang kontaknya rombongan diterima Kantor Basarnas Banten pada Selasa sekitar pukul 13.55 WIB.

Dalam laporan awal, komunikasi terakhir dengan rombongan terjadi pada Senin pukul 14.42 WIB. 

Saat itu, salah satu penumpang sempat mengirimkan titik koordinat lokasi terkini kepada seorang jurnalis di Lampung bernama Abay.

Namun, sekitar pukul 15.04 WIB komunikasi dengan speedboat tersebut terputus.

Hingga Selasa sore, keberadaan kapal maupun seluruh penumpangnya belum diketahui.

Baca juga: BREAKING NEWS: 5 Jurnalis Hilang Kontak Saat Meliput Aktivitas Gunung Anak Krakatau

Tim Rescue Unit Siaga SAR (USS) Pandeglang kemudian melakukan pengecekan ke Dermaga Pagedongan untuk memastikan informasi keberangkatan kapal.

Dari hasil penelusuran, diketahui speedboat milik Kepala Desa Carita itu memang berangkat pada Senin siang dan hingga kini belum kembali ke dermaga.

Pemilik kapal juga mengaku belum menerima informasi apa pun dari nahkoda maupun kru terkait posisi terakhir kapal tersebut.

"Kami menerima laporan awal kejadian kecelakaan kapal hilang kontak pada Selasa pukul 13.55 WIB," kata Kepala Kantor SAR Banten Al Amrad dalam keterangan resminya, Selasa (8/9/2026).

Kerahkan Tim Pencarian

Basarnas Banten mengerahkan Tim Rescue Unit Siaga SAR (USS) Pandeglang bersama Polairud untuk melakukan pencarian terhadap rombongan jurnalis yang dilaporkan hilang kontak.

Kepala Kantor SAR Banten, Al Amrad, mengatakan pihaknya langsung mengaktifkan operasi pencarian setelah menerima laporan dan memastikan kapal belum kembali ke dermaga.

"Kami menerima laporan awal kejadian kecelakaan kapal hilang kontak pada Selasa pukul 13.55 WIB," kata Kepala Kantor SAR Banten Al Amrad dalam keterangan resminya, Selasa (8/9/2026).

Berdasarkan informasi yang diterima dari Bayu Antara Banten, kapal tersebut membawa delapan orang yang terdiri dari lima jurnalis serta nahkoda dan awak kapal.

Komunikasi terakhir dengan kapal tercatat pada Senin sekitar pukul 14.42 WIB. 

Namun, sekitar pukul 15.04 WIB, komunikasi dengan kapal mendadak terputus dan sejak saat itu rombongan tidak lagi dapat dihubungi.

Al Amrad menegaskan hingga saat ini pihaknya belum mengeluarkan informasi resmi terkait penemuan para korban.

"Belum ada informasi yang kami keluarkan bahwa korban sudah ketemu, dan info penemuan," tegas dia.

Berdasarkan data Basarnas, titik terakhir komunikasi kapal berada pada koordinat 6°14'40.52" LS dan 105°40'49.48" BT.

Lokasi tersebut berada sekitar 9,98 mil laut dari posisi RIB 02 Banten.

(Tribunnews.com/Gilang P)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.