Fakta-Fakta Penemuan Mayat Pria di Perkebunan Desa Mokoditek I, Korban Sempat Hilang selama Sepekan
Frandi Piring September 08, 2026 10:22 PM

 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Penemuan mayat seorang pria di kawasan perkebunan Desa Mokoditek Satu, Kecamatan Bolangitang Timur, Kabupaten Bolaang Mongondow Utara (Boltara) mengejutkan warga sekitar.

Jasad tersebut ditemukan dalam keadaan sudah membusuk oleh dua orang warga, Erastus Takahindengan (49) dan Rivandi Dieng (26).

Saat itu, keduanya sedang melakukan pengecekan sekaligus memperbaiki pipa air bersih di kawasan perkebunan, Selasa (08/09/2026) sekitar pukul 12.20 Wita.

Ketika berada di sekitar kebun milik warga bernama Gustin Tampalang, keduanya mencium bau tidak sedap yang cukup menyengat.

Karena penasaran, mereka kemudian mencari sumber aroma tersebut hingga akhirnya menemukan korban dalam keadaan terbaring dan sudah membusuk.

PENEMUAN MAYAT - Seorang pria ditemukan meninggal dunia di kawasan perkebunan Desa Mokoditek I, Kecamatan Bolangitang Timur, Kabupaten Bolaang Mongondow Utara (Boltara), Sulut pada Selasa (08/09/2026). Korban diketahui berjenis kelamin laki-laki dan ditemukan dalam kondisi membusuk.
PENEMUAN MAYAT - Seorang pria ditemukan meninggal dunia di kawasan perkebunan Desa Mokoditek I, Kecamatan Bolangitang Timur, Kabupaten Bolaang Mongondow Utara (Boltara), Sulut pada Selasa (08/09/2026). Korban diketahui berjenis kelamin laki-laki dan ditemukan dalam kondisi membusuk. (Humas Polres Boltara)

Setelah itu, Informasi kemudian diteruskan kepada pihak Kepolisian.

Mendapat informasi tersebut, personel Polsek Bolangitang langsung mendatangi lokasi untuk melakukan penanganan awal. 

"Berdasarkan pengumpulan bahan keterangan serta koordinasi dengan pihak keluarga dan pemerintah desa korban diketahui bernama Androl Ramenaung (48), kelahiran Mokoditek, 13 Januari 1978, warga Desa Mokoditek I, Kecamatan Bolangitang Timur," kata Kapolsek Bolangitang IPDA Rachmat Sondeng saat dihubungi tim Tribun Manado via WhatsApp, Selasa malam.

Pihaknya kemudian segera mengevakuasi korban dibantu warga sekitar.

Berdasarkan keterangan keluarga, korban sebelumnya diketahui pergi ke perkebunan untuk melakukan aktivitas memanen nilam pada Senin, 31 Agustus pekan lalu.

Sampau Rabu, 2 September korban tak kunjung pulang.

"Akhirnya pada Rabu malam tersebut pihak keluarga melakukan pencarian bersama pemerintah desa dan masyarakat setempat," jelas perwira berpangkat 1 balok emas ini.

Dalam proses tersebut, warga menemukan sejumlah pakaian yang diduga milik korban di kawasan perkebunan dengan jarak sekitar 300 meter dari sebuah daseng.

Daseng dalam artian sekelompok masyarakat, khususnya di Sulawesi Utara seperti Manado dan sekitarnya, adalah tempat berkumpul atau juga beristirahat. Baik mereka yang bekerja di perkebunan (petani kebun) ataupun di laut, sebagai nelayan.

"Meski begitu, korban belum ditemukan," ujarnya.

Menurut IPDA Rachmat, proses pencarian berlangsung hingga Senin (07/09/2026) sekitar pukul 18.00 Wita kemarin sebelum akhirnya dihentikan. 

"Sehari kemudian, keberadaan korban ditemukan oleh dua warga yang sedang melakukan perbaikan jaringan pipa air bersih," ungkapnya.

Dari keterangan keluarga, korban diketahui kerap mengalami gangguan konsentrasi dan perubahan perilaku setelah beberapa kali mengalami kecelakaan lalu lintas.

Korban juga disebut mengalami tekanan emosional setelah istrinya meninggal dunia akibat sakit beberapa bulan sebelumnya.

Saat ini pihak kepolisian masih melakukan pendalaman terhadap peristiwa tersebut untuk memastikan rangkaian kejadian secara utuh. 

"Seluruh informasi yang diperoleh dari keluarga dan para saksi menjadi bahan dalam proses penanganan lebih lanjut," katanya.

Warga diminta menyerahkan proses penanganan kepada pihak kepolisian sehingga situasi tetap kondusif.

EVAKUASI KORBAN - Aparat Polsek Bolangitang saat mengevakuasi jasad pria yang ditemukan tak bernyawa di kawasan perkebunan di Desa Mokoditek Satu, Kecamatan Bolangitang Timur, Kabupaten Bolaang Mongondow Utara (Boltara), Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) pada Selasa (08/09/2026) siang. Diketahui, identitas jasad/korban bernama Androl Ramenaung (48), jenis kelamin laki-laki, warga Desa Mokoditek I.
EVAKUASI KORBAN - Aparat Polsek Bolangitang saat mengevakuasi jasad pria yang ditemukan tak bernyawa di kawasan perkebunan di Desa Mokoditek Satu, Kecamatan Bolangitang Timur, Kabupaten Bolaang Mongondow Utara (Boltara), Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) pada Selasa (08/09/2026) siang. Diketahui, identitas jasad/korban bernama Androl Ramenaung (48), jenis kelamin laki-laki, warga Desa Mokoditek I. (Humas Polres Boltara)

Korban juga telah dimakamkan tadi sore.

Adapun jarak Desa Mokoditek Satu dengan Boroko - Kecamatan Kaidipang, ibu kota Boltara, berjarak 21,6 kilometer.

Waktu tempuh kurang lebih 38 menit menggunakan kendaraan lewat Jalan Raya Boltara.

Ke Kantor Polsek Bolangitang berjarak 14,6 kilometer dengan waktu tempuh 24 menit lewat Jalan Biontong-Atinggola dan Jalan Trans Sulawesi.

Sementara Boroko ke Kota Manado, ibu kota Sulut, berjarak sekitar 230 kilometer (data jarak administratif darat), sementara rute navigasi darat aktual bisa mencapai 275 kilometer dengan waktu tempuh sekitar 6 sampai 7 jam. 

Jalur akses Jalan Boroko-Lolak lalu Jalan Trans Sulawesi menuju Kota Manado.

Berdasarkan data BPS, letak geografis Desa Mokoditek Satu tidak berbatasan langsung dengan laut. 

Bagian selatan desa ini didominasi oleh kawasan hutan, sehingga wilayahnya memiliki nuansa pedesaan yang asri dan dekat dengan area hijau.

Mata pencaharian warga sebagian besar didapat dari hasil berkebun. Dominan berprofesi sebagai petani berbagai jenis komoditi pangan atau hortikultura. (pri)

Baca juga: Identitas Jasad Pria yang Ditemukan Meninggal di Perkebunan Desa Mokoditek Satu Boltara

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.