- DPRD Karo menggelar rapat dengar pendapat (RDP) bersama keluarga korban kasus keracunan MBG pada Senin (7/9).
Dalam pertemuan ini, para orang tua korban menuntut kompensasi yang layak dari pihak Badan Gizi Nasional (BGN).
Tak hanya kompensasi, mereka juga meminta adanya pendampingan psikologis serta perawatan intensif bagi anak-anak yang menjadi korban.
Salah satu orang tua korban, Fitriani br Sijabat, turut menyampaikan keluhannya.
Fitriani adalah ibu dari Agnesia P br Silitonga, siswi yang diduga mengalami gangguan kesehatan setelah menyantap menu Makan Bergizi Gratis (MBG).
Fitriani mengaku kondisi Agnesia kembali memburuk beberapa hari lalu hingga harus dilarikan ke RS Efarina Berastagi.
Dari hasil pemeriksaan, dokter menyebut Agnesia mengalami gangguan ginjal dan membutuhkan pemeriksaan lebih lanjut.
Dokter pun menyarankan Agnesia dirujuk ke rumah sakit di Medan untuk mendapat pemeriksaan dari dokter spesialis ginjal.
Fitriani mengaku syok mendengar kondisi putrinya.
Ia mengatakan, kondisi keuangannya saat ini juga terbatas.
Sementara itu, biaya pengobatan Agnesia kali ini tidak ditanggung seperti saat pertama kali mendapat perawatan setelah dugaan keracunan MBG.
Fitriani berharap ada perhatian dan bantuan agar putrinya bisa segera menjalani pemeriksaan serta mendapat pengobatan yang dibutuhkan.