- Rombongan jurnalis yang melakukan peliputan aktivitas Gunung Anak Krakatau dilaporkan hilang kontak di perairan Selat Sunda pada Selasa (8/9).
Sebelum komunikasi terputus, pemandu wisata sempat mengirim foto kepada istrinya dan mengabarkan bahwa rombongan dalam kondisi aman.
Setelah komunikasi tersebut, pemandu wisata maupun anggota rombongan tidak lagi memberikan kabar.
Kabar ini disampaikan oleh Kades Sukajadi Sandi Wyasa saat dikonfirmasi.
"Dan itu si guidenya sempat ngirim foto ke istrinya (lagi di Krakatau) sekitar jam 18.14 WIB, dan bilang aman. Tapi setelah itu enggak ada kabar lagi," ucap Sandi.
Sementara itu, informasi hilang kontak kemudian diterima Kantor Pencarian dan Pertolongan Basarnas Banten pada Selasa (8/9/2026) sekitar pukul 13.55 WIB.
Kemudian tim SAR gabungan menyisir perairan Selat Sunda untuk mencari delapan orang yang hilang kontak.
Rombongan tersebut berada di dalam sebuah speedboat yang berangkat dari Dermaga Pagedongan, Pandeglang.
Sebagian besar penumpang speedboat diketahui merupakan jurnalis dari berbagai media yang hendak meliput aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau.
Kepala Basarnas Banten, Al Amrad, mengatakan pencarian telah dilakukan hingga wilayah Pulau Krakatau dan Pulau Panjang.
Namun, hingga pencarian dihentikan pada Selasa sore, tim SAR belum menemukan keberadaan speedboat maupun delapan penumpangnya.
Komunikasi terakhir dengan rombongan terjadi sekitar pukul 14.42 WIB ketika seorang penumpang sempat mengirimkan titik lokasi terakhir.
Sekitar pukul 15.04 WIB, komunikasi dengan speedboat tersebut kemudian terputus dan hingga kini belum diketahui keberadaannya.