Manny Pacquiao Masuk Kabinet Filipina, Emban Misi Perangi Kemiskinan
Saifullah September 08, 2026 11:37 PM

 

Manny Pacquiao resmi masuk Kabinet Presiden Filipina Ferdinand Marcos Jr sebagai Ketua NAPC untuk memimpin upaya pengentasan kemiskinan.

SERAMBINEWS.COM, MANILA – Manny Pacquiao kembali mencatat babak baru dalam perjalanan politiknya.

Legenda tinju Filipina itu kini mendapat posisi di pemerintahan Presiden Ferdinand Marcos Jr dan ditugaskan memimpin upaya nasional dalam penanggulangan kemiskinan.

Pacquiao resmi bergabung dengan Kabinet Filipina pada Selasa (8/9/2026), sebagai Ketua Komisi Nasional Anti-Kemiskinan atau National Anti-Poverty Commission (NAPC).

Jabatan tersebut menjadi posisi kabinet pertama yang diembannya setelah bertahun-tahun menjalani karier politik.

Sebagai Ketua NAPC, Pacquiao akan berperan mengoordinasikan berbagai program pemerintah yang berkaitan dengan pengurangan kemiskinan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Tugas tersebut memiliki arti khusus bagi mantan juara dunia tersebut.

Pacquiao tumbuh dalam keluarga miskin dan pernah menjalani kehidupan serba kekurangan sebelum namanya dikenal sebagai salah satu petinju terbesar dunia.

Baca juga: Hasil Tinju Dunia: Manny Pacquiao Masih Membahayakan Mampu Tahan 12 Ronde, Gelar Milik Mario Barrios

Dalam pernyataannya, Pacquiao mengatakan, pengalaman hidup tersebut membuat dirinya memahami secara langsung kesulitan yang dihadapi masyarakat miskin.

Ia mengungkapkan pernah tidur di atas kardus di jalanan, bertahan hanya dengan minum air karena tidak memiliki makanan, serta mengumpulkan uang receh untuk membantu keluarganya.

Sebelum menjadi petinju profesional, Pacquiao bahkan pernah bekerja sebagai penumpang gelap kapal dan terlibat dalam pertarungan jalanan sejak usia muda.

Ia disebut hanya memperoleh sekitar 2 dollar AS untuk setiap pertandingan yang dijalaninya ketika masih belia.

Perjalanan hidupnya kemudian berubah drastis setelah meraih kesuksesan di dunia tinju.

Pacquiao tercatat sebagai satu-satunya petinju yang berhasil merebut gelar juara dunia di delapan divisi berbeda.

Popularitasnya di Filipina juga melampaui dunia olahraga.

Pertandingan-pertandingan besar yang dijalaninya mampu menyatukan perhatian masyarakat dari berbagai lapisan, bahkan menarik perhatian tokoh politik dan selebritas internasional.

Setelah pensiun dari tinju pada 2021, Pacquiao tetap aktif di dunia politik.

Ia pernah menjadi anggota Kongres dan Senat Filipina serta mencalonkan diri sebagai Presiden pada 2022, meski gagal memenangkan pemilihan.

Upayanya untuk kembali ke Senat pada 2025 juga tidak berhasil.

Kini, ia kembali ke pemerintahan dengan tantangan berbeda.

Pemerintahan Marcos menargetkan tingkat kemiskinan Filipina dapat ditekan menjadi 8 hingga 9 persen pada 2028.

Data pemerintah menunjukkan angka kemiskinan telah turun menjadi 9,7 persen pada 2025. Namun, angka tersebut masih berarti sekitar 11,08 juta warga Filipina hidup di bawah garis kemiskinan.

Pacquiao diharapkan mampu menggunakan pengalaman dan pengaruhnya untuk memperkuat koordinasi program pengentasan kemiskinan.

Posisi barunya sekaligus menjadi ujian baru bagi mantan petinju tersebut setelah perjalanan politik yang cukup panjang.

Meski telah meninggalkan ring sebagai petinju aktif, perjalanan Pacquiao di dunia olahraga belum sepenuhnya berakhir.

Ia sempat kembali bertanding pada 19 Juli 2025, di Las Vegas untuk menghadapi Mario Barrios dalam perebutan gelar kelas welter WBC.

Pada 2025, Pacquiao juga dilantik ke dalam International Boxing Hall of Fame.

Kini, perhatian publik Filipina kembali tertuju kepadanya.

Bukan karena pertandingan di atas ring, melainkan karena tugas besar menghadapi persoalan kemiskinan di negaranya.(*)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.